Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Kamaluddin Ramdhan

seseorang yang sedang belajar di ganasnya sebuah zaman, zaman yang sudah uedan tenan...

Selamatan, Pentingkah?

OPINI | 22 June 2011 | 18:20 Dibaca: 569   Komentar: 4   0

13087226211044522749

sumber: http://fafaisal.student.umm.ac.id

Seorang spiritual terkenal, Permadi SH pernah berujar kurang lebih begini, “kita lahir di dunia ini tidak sendiri, ada saudara, bapak, paman, tetangga, semua manusia di dunia. Juga ada tumbuh-tumbuhan didepan rumah, dibelakang rumah, di hutan, hewan-hewan, kucing, anjing, harimau dan lain sebagainya, bersamaan dengan itu juga ada makhluk halus ciptaan Tuhan. Oleh karena itu kita harus hidup diatas satu bumi, kita harus rukun, samat sinamatan, saling membantu. Karena itu orang jawa kalau mau membuat rumah, dia beranggapan tanahnya itu pasti sudah ada yang menghuni, maka itu kita selamatan supaya penghuninya tidak mengganggu, mari kita hidup bersama tidak saling mengganggu.”

Sungguh suatu ajaran yang sangat bijaksana dan arif. Selamatan dalam adat jawa adalah acara spiritual yang kurang lebih maksudnya adalah agar kita bisa hidup selamat tidak diganggu dengan makhluk-makhluk yang mungkin sudah lebih dulu menghuni tempat itu, bernegosiasi dengan makhluk lain mengajak untuk hidup rukun. Karena bagaimanapun, manusia yang meyakini ajaran Tuhan seharusnya juga meyakini bahwa dalam hidup ini kita tidak sendiri. Ada makhluk lain yang juga diciptakan Tuhan seperti hewan, tumbuhan dan makhluk halus.
Begitu kaya ajaran yang diturunkan oleh nenek moyang kita, sehingga masalah menempati rumah, ibu melahirkan, orang menikah, atau orang meninggal saja ada ritual khusus sebagai bagian dari penghormatan kepada alam semesta ciptaan Tuhan.

Selamatan, jika dilihat dari ungkapan permadi diatas bisa dipahami dengan logika yang sangat sederhana. Karena kita tidak hidup sendiri. Tidak ada unsur syirik atau apapun, justeru kita diingatkan untuk menghormati Tuhan karena kenyataannya Tuhan memang tidak menciptakan manusia sendirian. Ada sebuah harmoni yang harus dijaga supaya nilai-nilai kerukunan antara alam, manusia dan Tuhan terjaga dengan baik.

Hal-hal yang bisa merusak tatanan kehidupan yang harmonis adalah lunturnya budaya-budaya leluhur. Maka ritual seperti selamatan ini memang harus tetap dilestarikan. Kan tidak ada jeleknya orang yang akan menempati gedung baru, kantor baru atau rumah baru mengadakan selamatan, misalnya dengan nasi tumpeng, nasi kuning, atau apapun, tentunya dengan mengundang sanak family dan orang-orang terdekat pasti lebih menjaga tali persaudaraan.

Bumi nusantara yang luas dan sangat kaya dengan berbagai macam hasil bumi bukanlah sesuatu yang ada dengan sendirinya, tetapi diciptakan Tuhan yang didalamnya juga ada sebuah harmoni alam yang dibebankan kepada manusia yang menghuninya bersama makhluk lain. Maka tak elok rasanya jika dalam setiap kesempayan kita bersikap egois tanpa memandang sekeliling kita.

Jadi, kapan anda mengadakan selamatan? jangan lupa undang para kompasianer ya… :)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wisata ke Perbatasan Surga dan Neraka di …

Taufikuieks | | 17 December 2014 | 11:24

Melahirkan Cesar Versi Saya dan Ashanty …

Mariam Umm | | 17 December 2014 | 13:39

Mau Operasi Kanker Tulang Kemaluan Atau …

Posma Siahaan | | 17 December 2014 | 19:17

The Hobbit: The Battle of the Five Armies …

Iman Yusuf | | 17 December 2014 | 21:02

Lima Edisi Klasik 16 Besar Liga Champions …

Choirul Huda | | 17 December 2014 | 21:54


TRENDING ARTICLES

Sadisnya Politik Busuk Masa Pilpres di …

Mawalu | 6 jam lalu

Kalah Judi Bola Fuad Sandera Siswi SD …

Dinda Pertiwi | 6 jam lalu

Mas Ninoy N Karundeng, Jangan Salahkan Motor …

Yayat | 7 jam lalu

Jiwa Nasionalis Menteri yang Satu Ini …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Hanya Butuh 22 Detik Produksi Sebuah Motor …

Ben Baharuddin Nur | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

7 Cara Ajaib! Memenangkan Lomba Vote di …

Giant Sugianto | 10 jam lalu

Aristan : Audit Dinas PU Sigi …

Geni Astika | 10 jam lalu

100 Hari Menuju Sakaratul Maut …

Ivone Dwiratna | 10 jam lalu

Dulu Soekarno Mengusir Penjajah, Sekarang …

Abdul Muis Syam | 10 jam lalu

Seniman, antara Profesi dalam Angan dan …

Suharyadi | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: