Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Kamaluddin Ramdhan

seseorang yang sedang belajar di ganasnya sebuah zaman, zaman yang sudah uedan tenan...

Selamatan, Pentingkah?

OPINI | 22 June 2011 | 18:20 Dibaca: 546   Komentar: 4   0

13087226211044522749

sumber: http://fafaisal.student.umm.ac.id

Seorang spiritual terkenal, Permadi SH pernah berujar kurang lebih begini, “kita lahir di dunia ini tidak sendiri, ada saudara, bapak, paman, tetangga, semua manusia di dunia. Juga ada tumbuh-tumbuhan didepan rumah, dibelakang rumah, di hutan, hewan-hewan, kucing, anjing, harimau dan lain sebagainya, bersamaan dengan itu juga ada makhluk halus ciptaan Tuhan. Oleh karena itu kita harus hidup diatas satu bumi, kita harus rukun, samat sinamatan, saling membantu. Karena itu orang jawa kalau mau membuat rumah, dia beranggapan tanahnya itu pasti sudah ada yang menghuni, maka itu kita selamatan supaya penghuninya tidak mengganggu, mari kita hidup bersama tidak saling mengganggu.”

Sungguh suatu ajaran yang sangat bijaksana dan arif. Selamatan dalam adat jawa adalah acara spiritual yang kurang lebih maksudnya adalah agar kita bisa hidup selamat tidak diganggu dengan makhluk-makhluk yang mungkin sudah lebih dulu menghuni tempat itu, bernegosiasi dengan makhluk lain mengajak untuk hidup rukun. Karena bagaimanapun, manusia yang meyakini ajaran Tuhan seharusnya juga meyakini bahwa dalam hidup ini kita tidak sendiri. Ada makhluk lain yang juga diciptakan Tuhan seperti hewan, tumbuhan dan makhluk halus.
Begitu kaya ajaran yang diturunkan oleh nenek moyang kita, sehingga masalah menempati rumah, ibu melahirkan, orang menikah, atau orang meninggal saja ada ritual khusus sebagai bagian dari penghormatan kepada alam semesta ciptaan Tuhan.

Selamatan, jika dilihat dari ungkapan permadi diatas bisa dipahami dengan logika yang sangat sederhana. Karena kita tidak hidup sendiri. Tidak ada unsur syirik atau apapun, justeru kita diingatkan untuk menghormati Tuhan karena kenyataannya Tuhan memang tidak menciptakan manusia sendirian. Ada sebuah harmoni yang harus dijaga supaya nilai-nilai kerukunan antara alam, manusia dan Tuhan terjaga dengan baik.

Hal-hal yang bisa merusak tatanan kehidupan yang harmonis adalah lunturnya budaya-budaya leluhur. Maka ritual seperti selamatan ini memang harus tetap dilestarikan. Kan tidak ada jeleknya orang yang akan menempati gedung baru, kantor baru atau rumah baru mengadakan selamatan, misalnya dengan nasi tumpeng, nasi kuning, atau apapun, tentunya dengan mengundang sanak family dan orang-orang terdekat pasti lebih menjaga tali persaudaraan.

Bumi nusantara yang luas dan sangat kaya dengan berbagai macam hasil bumi bukanlah sesuatu yang ada dengan sendirinya, tetapi diciptakan Tuhan yang didalamnya juga ada sebuah harmoni alam yang dibebankan kepada manusia yang menghuninya bersama makhluk lain. Maka tak elok rasanya jika dalam setiap kesempayan kita bersikap egois tanpa memandang sekeliling kita.

Jadi, kapan anda mengadakan selamatan? jangan lupa undang para kompasianer ya… :)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 14 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 16 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 17 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 18 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: