Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Yoga

I am a dangerous man who love writing, traveling, and reading email: gmandalas@gmail.com

Kerajinan Tangan Terbuat dari Kertas, Warisan Budaya Bangsa

REP | 19 June 2011 | 09:08 Dibaca: 2893   Komentar: 0   0

Hari Senin tanggal 13 Juni 2011 lalu ketika saya sedang ada di Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Pada saat itu saya kira, para staf di sastra sedang mengadakan acara intern semacam rapat. Setelah saya mendekati gedung dekanat itu ternyata sedang diadakan pameran Jagat Kertas Nusantara. Kemudian saya dipersilahkan masuk yang saya kira sebelumnya masuknya itu bayar. Akhirnya saya dan teman saya memutuskan masuk.

Berada di dalam ruangan lobi, saya melihat barang-barang kerajinan tangan yang terbuat dari kertas dipajang di sana. Berikut adalah kerajinan tangan terbuat dari kertas yang dipajang disana.

  • Kabi Mama :¬† Wadah sirih pinang yang terbuat dari daun lontar (Borassus Flabellifer). Fungsinya selain sebagai sirih pinang, juga sebagai imbalan mas kawin yang dibawa oleh keluarga calon mempelai laki-laki pada saat pinangan. Pada masyarakat Belu- NTT, wadah yang menyerupai rumah adat ini merupakan simbol bahwa wanita Tetun-Belu memiliki kekuasaan atas rumah adat beserta isinya.

Kabi Mama

Kabi Mama

  • Payung Geulis : Payung ini pada masa lalu merupakan mode mojang Tasik, karena berkebaya takkan sempurna kecantikannya bila tidak membawa payung yang fungsinya untuk melindungi wajah cantiknya dari sengatan matahari yang terik. Istilah ini diambil karena membuat penampilan yang membawanya menjadi geulis atau cantik.

Payung Geulis Tasikmalaya

Payung Geulis Tasikmalaya

  • Rakahomouw : Tradisi melukis di atas kanvas yang terbuat dari kulit kayu. Kulit kayu digunakan berasal dari pohon khombouw (visco sp). Rakahomouw mempunyai makna sebagai penghormatan terhadap leluhur dan mitologi kehidupan orang Sentani.

Rakahomouw

Rakahomouw

  • Damar Kurung/Lampion dan Uang Kertas : Karya seni lukis lampion dengan desain unik berbentuk kotak persegi dari kertas dengan tulang-tulang bambu. Fungsinya memberikan hiburan kepada anak-anak yang tengah menanti datangnya shalat tarawih di Jawa Timur. Uang kertas yang ditampilkan dalam pameran ini merupakan jenis uang kertas yang digunakan oleh masyarakat Cina dalam menjalankan ritual penguburan.

Damar Kurung

Damar Kurung

  • Bakul Maulid : Masyarakat di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan mempunyai tradisi memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan membuat maudu’ lompoa ricikoang, artinya hidangan khas berupa nasi pamatara ( setengah matang) dengan dominasi ayam kampung dan telur warna warni penuh hiasan bunga kertas dan male (kertas minyak yang digunting menyerupai tubuh manusia). Telur-telur maulid yang terkumpul kemudian akan dibagikan kembali kepada masyarakat karena dipercaya membawa berkah.

Bakul Maulid

Bakul Maulid

  • Tabot : upacara tabot merupakan upacara tradisional masyarakat Bengkulu untuk mengenang kisah kepahlawanan Hasan dan Husein bin Abi Thalib, cucu Nabi Muhammad SAW yang wafat dalam peperangan di padang karbala, Irak. Tradisi tabot dibawa oleh para pekerja islam Syi’ah dari Madras dan Benggali, India bagian selatan yang dibawa oleh tentara Inggris untuk membangun benteng Marlborough (1713-1719).

Tabot

Tabot

  • Mainan Anak-Anak Tradisional : Mainan anak-anak tradisional nusantara khususnya di Jawa terancam punah seiring dengan banyak permainan modern yang masuk ke Indonesia. Mainan tradisional sudah ditinggalkan oleh anak-anak, bahkan mereka tidak mengenal mainan tradisional seperti kincir (kitiran), angkrek, wayang (pembuatan tanpa menggunakan pola), rebana, payung mini, klotokan, othok-othok, sangkar burung mini yang semuanya terbuat dari bambu dan dominan berbahan kertas.

Salah satu mainan tradisional, Bunga Kertas

Salah satu mainan tradisional, Bunga Kertas

  • Kaghati (layang-layang tradisional Muna) : Kaghati pada masa lalu diyakini oleh masyarakat Muna sebagai sarana penolong dan akan menaungi mereka dari sengatan sinar matahari di hari kemudian setelah mereka meninggal dunia. Pada layangan tersebut digantung sesajen berupa ketupat dan makanan lainnya dengan tujuan agar seluruh halangan dan rintangan yang tidak baik akan terbawa bersama layang-layang yang telah diputuskan talinya.

Kaghati (layang-layang tradisional Muna)

Kaghati (layang-layang tradisional Muna)

  • Ondel-Ondel : Merupakan hasil dari kebudayaan betawi berupa boneka besar yang tingginya mencapai sekitar 2,5 m dengan garis tengah sekitar 80 cm. Boneka ini dibentuk dari anyaman bambu yang dibuat agar dapat dipikul dari dalam oleh orang yang membawanya dari dalam. Fungsi ondel-ondel¬† adalah memerankan leluhur atau nenek moyang yang senantiasa menjaga anak cucunya atau penduduk suatu desa. Semula ondel-ondel ini berfungsi sebagai penolak bala dari gangguan roh halus yang bergentanyangan.
Ondel-Ondel

Ondel-Ondel

Jadi sudah sepantasnya kita sebagai warga negara Indonesia, menjaga warisan budaya Indonesia ini, jangan sampai dicuri negara lain.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lolo Sianipar, Sukses Menjalankan Bisnis …

Erri Subakti | | 23 October 2014 | 19:54

Pak Jokowi, Rakyat Cuma Ingin Bahagia… …

Eddy Mesakh | | 23 October 2014 | 19:57

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Gesture …

Pm Susbandono | | 23 October 2014 | 19:05

Catatan Yayat: Remote Control Traveller …

Kompasiana | | 23 October 2014 | 20:42


TRENDING ARTICLES

Akankah Pemkot Solo Berani Menyatakan Tidak …

Agus Maryono | 5 jam lalu

Jokowi-JK Tak Kompak, Langkah Buruk bagi …

Erwin Alwazir | 6 jam lalu

Jonru Si Pencinta Jokowi …

Nur Isdah | 7 jam lalu

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 8 jam lalu

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Wih, Sekarang Abdi Rakyat Bakalan Keteteran …

Ridha Harwan | 8 jam lalu

Antara Aku, Kompasiana dan Keindahan …

Rahmat Hadi | 8 jam lalu

Sejarah Qatar, Juara Piala Asia U-19! …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Makna Kegagalan …

Hanif Amin | 9 jam lalu

Ketika Islam Dianaktirikan Penganutnya …

Anni Muhammad | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: