Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Ilyani Sudardjat

"You were born with wings, why prefer to crawl through life?"......- Rumi -

Baca Qur’an Terindah Sedunia? Kalau Gak Orang Iran Ya Indonesia!

REP | 17 June 2011 | 15:26 Dibaca: 796   Komentar: 13   2

Ya gitulah kira-kira perbicangan antara Diego Buentel (siapa sih namanya, rada lupa), host acara di NGC, ‘Don’t  Tell My Mother’ yang charming itu dengan mullah juri kejuaran internasional MTQ  (lomba baca Alqur’an) di Teheran, Iran. Sayang, setelah menjadi finalis, peserta dari Indonesia kalah sama peserta dari Iran. Ya, namanya juga ‘ngalah’ ma tuan rumah, he he…Oh iya, di acara ini, kehidupan masyarakat Iran yang humanis, lucu, unik dan menyenangkan pun terekspose. Maklum, selama ini kalo baca berita kan seolah kehidupan di iran rada gimana gitu….

Kembali ke soal baca Qur’an, orang Indonesia kalau baca Quran emang bagus banget. Soalnya di pesantren, belajar bahasa Arabnya beneran susah. Huruf hijaiyah aja dipelajari bisa sampe 6 bulan penuh. Itupun kalo bisa faseh. Kalo gak ya bisa sampe 2 taun loh! He he, ini berdasarkan informasi dari santri yang kini jadi mahasiswa Al Azhar, Imam, yang sekarang ngajarin kami tafsir. Dia sendiri kalau baca Qur’an bagus banget. Gak kalah sama Imam Mesjid di Mekkah dan Madinah (sering denger di tv di Kairo). Bacaannya menyejukkan dan indah deh. Apalagi kalau kita sampai ngerti artinya.

Kalau aku sih belajar baca Quran pas kecil dulu di pengajian kampung dekat rumah. Aku inget, guruku kakinya pincang, mungkin karena polio di masa kecilnya. Tetapi wajahnya bercahaya karena wudhu yang tak pernah lepas. Wajah ini selalu tersenyum.

Terus, murid guru ngajiku ini seabrek abrek. Ada sesi siang, sore dan habis maghrib. Tetapi dia tidak memungut bayaran sepeserpun. Padahal rumahnya sederhana banget.  Nafkahnya cuman dari warung kecil depan rumahnya. Itu tok. Tapi ya gitu,  beliau sabar banget ngajarin kami. Ya namanya anak anak, kalo ngaji kan suka ribut dan bandel. Tetapi beliau tidak pernah marah. Iyah, kalo negur aja pake senyum.

Dan kalau guruku ini membaca Alqur’an, sekujur tubuh terasa merinding. Indaahh sekali. Ehmm seperti tetesan embun yang menyejukkan hati.

Sekarang beliau sudah meninggal. Meninggalkan jejak ‘ilmu yang bermanfaat’ kepada kami kami ini, yang insya Allah akan terus mengamalkan ilmu darinya….Bacaan Qur’an dan semoga juga bisa mengamalkan apa apa yang terkandung di dalamnya….:)

Ya sudah,  ceritanya jadi kemana mana deh….#inspirasinya mah dari acara DTM  itu…:)

Salam Kompasiana!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Merawat Identitas Melalui Karya Seni …

Khus Indra | | 23 September 2014 | 11:34

Menemukan Pembelajaran dari Kasus Habibi dan …

Maria Margaretha | | 23 September 2014 | 03:26

Ke Mana dan di Mana Mantan Penghuni …

Opa Jappy | | 23 September 2014 | 08:58

Pak Jokowi, Jangan Ambil Kepala Daerah Kami …

Felix | | 23 September 2014 | 10:00

[Studio Attack] Mau Lihat Geisha Latihan …

Kompas Video | | 23 September 2014 | 11:00


TRENDING ARTICLES

Mendikbud Akhirnya Tegur Guru Matematika …

Erwin Alwazir | 3 jam lalu

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 5 jam lalu

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 7 jam lalu

Kesamaan Logika 4 X 6 dan 6 X 4 Profesor …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Lawu, Episode Mendaki Melarung Rindu …

Endah Lestariati | 8 jam lalu

Kalah atau Menang Itu Wajar, Tapi Kalau …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

Rumah Sakit Harus Ikuti Clinical Pathway …

Info Jkn-bpjs Keseh... | 8 jam lalu

Termostat …

Martua Raja Pane | 8 jam lalu

Maaf, Kemampuan Menerjemah Bahasa Inggris …

Gustaaf Kusno | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: