
“”Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, tapi satu tulisan bisa menembus ribuan bahkan jutaan kepala”.” (Ungkapan Sayyid Quthb yang dikutip A. Fuadi pada acara Blogshop N5M Bandung, 10/03/2012 ) My Website; http://www.zonakerja.tk
Dibaca: 222
Komentar: 0
Nihil
Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai Presiden RI di tahun 2004 merupakan salah satu prediksi saya. Bukan berarti saya seorang peramal, namun saya melihat waktu itu (2004) SBY sebagai seorang yang dalam posisi “terdholimi” baik oleh rezim ORBA (Soeharto) maupun oleh Rezim Penguasa (Orde Reformasi) saat itu. Sehingga SBY memilih mundur dari kabinet dan mendirikan Partai Demokrat.
Dengan keberaniannya kemudian SBY (inisial dari Susilo Bambang Yudhoyono) mencalonkan dirinya kembali pada PEMILU Presiden 2009. Hal ini menjadi wacana sebagai Kesalahan Pertama SBY, karena janjinya sebelumnya hanya akan menjabat satu periode (2004 - 2009) saja.
Analisa kedalam dari kesalahan tersebut, kurang lebih adalah LUMRAH atau WAJAR. Karena SBY belum menunjukkan hasil optimal dalam pemerintahan sebelumnya, sehingga wajar diberikan kesempatan yang kedua. Terlebih dalam lagi, mengatakan bahwa SBY sudah berhasil memimpin RI, sehingga terjalin relasi yang harmonis dengan luar negeri, seperti dalam penanggulangan bencana alam dan forum-forum international.
Analisa keluarnya (dengan menempatkan diri di luar pendukung SBY) adalah berarti sebuah KEBOHONGAN. SBY telah dinilai berbohong karena tidak menepati janjinya. Selain itu SBY dinilai telah gagal memimpin RI selama periode 2004 - 2009, dengan indikatornya adalah banyaknya bencana alam di RI, dan banyaknya kejahatan di RI dari tingkat rendah sampai tingkat pusat (khususnya korupsi, bahkan uang bantuan bencana juga dikorupsi).
SBY di tahun 2009, dimulai dengan kekisruhan hasil PEMILU, dan video yang menunjukkan adanya manipulasi suara dalam PEMILU Presiden 2009.
Kekuatan upaya meyakinkan rakyat akan dua hal yang bertentangan tersebut, terjadi antara pendukung SBY (Kabinet, Parlemen, Aparat Negara dan Partai Demokrat) melawan Kekuatan Rakyat (LSM, Mahasiswa, dan Oposan Pemerintah).
Sampai saat ini kedua kekuatan saling menekan dan mengklaim pendapatnya yang paling benar diantara yang benar menurut masing-masing. Dan rakyat dijadikan bingung, sehingga labil, dan tidak mampu berpikir realistis, sehingga mudah terprovokasi, baik sebagai pembela SBY mapun penentang SBY.
Hitungan matematis kedua kekuatan inimungkin seimbang, namun secara politis kekuatan SBY masih dominan. Dan tentu saja kekuatan senjata, bukan menjadi ukuran, karena kekuatan senjata adalah menjadi unsur rakyat, sama kedudukannya seperti rakyat, sebagai bagian dari Negara.
Pemerintah SBY adalah bagian dari NKRI, bukan satu-satunya dari bagian NKRI. Ada bagian NKRI yang lain di saat Pemerintah SBY sudah tidak sejalan dengan NKRI, yitu rakyat dan aparat negara (polisi, pns, dan militer).
Kenapa pemberontakan PKI 1965 M bisa melibatkan PNS, Polisi, dan Militer VS Pemerintah, adalah dikarenakan ada oknum Non pemerintah yang menjadi bagian dari NKRI yang tidak mau sejalan dengan Pemerintah. Dan hal ini tentu tidak ingin terulang lagi, namun ternyata terulang lagi dengan cara yang berbeda.
Tahun 1998 M, elemen Non Pemerintah didukung elemen Pemerintah berhasil menumbangkan Oknum Pemerintah yang sudah berkuasa 32 th dengan demonstrasi, dengan Presiden RI saat itu mengundurkan diri.
Kejadian serupa terjadi pada tahun 2000 M, dinama kekuatan Non pemerintah tidak sejalan dengan kebijakan Pemerintah yang akan membuka hubungan diplomatis dengan Israel serta berlarut-larutnya menangani kasus BULOGGET dan BRUNEIGET. Akhirnya Presiden saat itu, diturunkan dengan Sidang Istimewa MPR RI.
Sehingga kudeta sudah terjadi 3 kali di Republik Indonesia yang berhasil mengganti Pemimpin Negara yang sekaligus Pemimpin Pemerintah, yaitu:
1. tahun 1965 M dengan Pemberontakan PKI, berhasil menumbangkan Presiden RI Soekarno
2. Tahun 1998 M dengan Demonstasi Mahasiswa, berhasil menumbangkan Presiden RI Soeharto
3. tahun 2000 M dengan Sidang Istimewa MPR, berhasil menumbangkan Presiden RI Gus Dur
Dan Presiden-Presiden RI yang tidak pernah dikudeta selama Pemerintahnnya adalah:
1. Presiden Syafruddin Prawiranegara, sebagai Presiden PDRI
2. Presiden RI Mr Assaat, yang memimpin RI saat berada di bawah Presiden RIS Ir Soekarno
3. Presiden RI BJ Habibie, yang menggantikan Presiden Soeharto karena mengundurkan diri
4. Presiden RI Megawati Soekarno Putri, yang menggantikan Gus Dur dalam SI MPR
Sedangkan Presiden SBY, yang saat ini menjabat sudah melampaui 1 periode, dan sekarang sedang dalam periode ke-2 memimpin RI.
Dalamkepemimpinannya yang kedua ini, saya sebagai rakyat merasakan bahwa SBY tidak jujur, hal ini terbukti dari:
1. Pada awal tahun 2009 saya membuka FB SBY untuk bergabung namun dalam info profilnya dijelaskan: Lembaganya adalah RI, dan saya tidak setuju karena RI bukan lembaga.
2. Pada tahun 2011, SBY berpidato di pembukaan KTT ASEAN dengan agenda salah satunya menjadikan Bahasa Indonesia Sebagai bahasa ASEAN, namun dalam KTM Non Blok tahun 2011 juga SBY berpidato dengan Bahasa Inggris, membuat saya juga tidak setuju.
3. Pada pidato di forum pemimpin muda Indonesia, SBY memperkenalkan dirinya:
Nama : SBY
Jabatan : Presiden RI ke-6
Padahal Presiden RI (termasuk RI di bawah RIS) berjumlah 8 Presiden, dan SBY adalah Presiden RI ke 8.
4. Presiden RI SBY menyalahkan kekacauan di dalam NKRI karena rakyat tidak PANCASILAIS dan akan membuat program kembali kepada PANCASILA. Ini sebuah alasan yang tidak bisa diterima, justru karena rakyat berPANCASILA sehingga menjadi kacau seperti ini, menjadi tidak adil, karena mayorits lupa dengan agama dan menyembah berhala PANCASILA, dan takut kepada MANUSIA (Aparat Negara, Atasan).
5. Sejak 2004 sampai sekarang SBY tidak peduli dengan umat Islam, sehingga masih berdiri patung-patung di NKRI, yang dipuji-puji sebagai PAHLAWAN NKRI.
6. SBY tidak memiliki solusi yang Islami untuk NKRI yang lebih baik, yang lebih selamat dan sejahtera.
Dengan alasan-alasan tersebut saya menyatakan sebagai oposan/oposisi/pemberontak terhadap Pemerintahan SBY. Saya sendiri tidak akan melakukan aksi menurunkan SBY dengan kekuatan massa, namun hanya dengan tulisan dan doa. Dan hasil akhirnya saya serahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, ALLAH SWT. Sebagai manusia saya hanya bisa berusaha dan ALLAH SWT yang menentukan hasilnya, yang saya minta adalah hasil yang baik, halal, dan sempurna untuk NKRI dan Dunia.

Ya Allah swt Selamatkan NKRI dari Kehancuran. aamiin.