Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Rofans Manao

Mahasiswa Universiti Teknologi PETRONAS

Di Balik Isu Kristenisasi di Malaysia: Sebuah Analisis

OPINI | 19 May 2011 | 23:22 Dibaca: 428   Komentar: 7   1

Belakangan ini di Indonesia sedang ramai isu kerukunan antar umat beragama. Konon hal ini dipicu meningkatnya aktivitas kelompok radikal, ketidak-tegasan pemerintah, dan intervensi asing melalui jaringan teroris. Namun ternyata, di negara jiran terdapat isu yang lebih panas. Sejumlah pemimpin gereja dan partai politik dilaporkan tengah menyusun mufakat untuk mengganti dasar negara Malaysia ke Kristen sekaligus meletakkan seorang Kristen untuk jadi Perdana Menteri.

Tuduhan ini tentu sangat tidak masuk diakal. Orang Kristen di bukanlah minoritas terbesar di Malaysia. Ada lagi umat Buddha, Hindhu, Taoism, dan lain-lain dengan jumlah populasi lebih besar. Dengan populasi yang sekecil itu, apakah mungkin dengan sumber daya dan upaya yang mereka punyai, umat Kristen Malaysia sanggup mengganti konstitusi yang sudah ada. Di Sabah dan Serawak, di mana umat Kristen jumlahnya cukup banyak, ketua menterinya (jabatan setara gubernur) masih dijabat oleh seorang Muslim.

Yang sebetulnya terjadi ialah permainan politik kotor. Dalam pilkada Serawak bulan lalu, isu agama rupanya menjadi kunci. Pemilih Muslim menolak oposisi dengan alasan partai-partai oposisi mencalonkan seorang Kristen untuk jadiĀ  ketua menteri. Meskipun, popularitas ketua menteri yang sekarang tengah diuji oleh isu KKN dan inkompetensi. Hal ini kemudian dipelajari oleh politisi-politisi munafik dari semenanjung untuk kemudian dijadian isu tingkat nasional. Demikianlah pemberitaan mengenai isu Kristenisasi itu pun muncul di surat kabar terkemuka di Malaysia (menjadi headline).

Saya sangat sedih mengetahui bahwa orang Kristen yang minoritas dijadikan bulan-bulanan isu politik. Ajaran Kristen memang tidak menganjurkan kekerasan sebagai penyelesaian masalah. Mungkin, meluapkan rasa sakit hati melalui Kompasiana bisa sedikit menyejukkan hati.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ma’nene, Ritual Pembersihan Mumi di …

Armin Mustamin Topu... | | 29 August 2014 | 01:17

Mafia Migas di Balik Isu BBM …

Hendra Budiman | | 29 August 2014 | 00:55

Tantangan Pembangunan Kesehatan Jokowi 01: …

Suprijanto Rijadi | | 29 August 2014 | 07:45

Anak Kami Tak Diakui Kemdikbud (?) …

Nino Histiraludin | | 29 August 2014 | 08:03

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Cara Unik Jokowi Cabut Subsidi BBM, …

Rizal Amri | 4 jam lalu

Soal BBM, Bang Iwan Fals Tolong Bantu Kami! …

Solehuddin Dori | 7 jam lalu

Gaduhnya Boarding Kereta Api …

Akhmad Sujadi | 7 jam lalu

Jokowi “Membela” Rakyat Kecil …

Melvin Hade | 8 jam lalu

Saya Pernah Dipersulit oleh Pejabat Lama …

Enny Soepardjono | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Subsidi Amanat Konstitusi …

Hendra Budiman | 7 jam lalu

Di Bawah Tekanan …

Avenir Luna | 7 jam lalu

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | 8 jam lalu

Sudah Saatnya Anak Berkebutuhan Khusus …

Lifya | 8 jam lalu

Delft, Kota Pelajar yang Menjanjikan …

Christie Damayanti | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: