Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Rofans Manao

Mahasiswa Universiti Teknologi PETRONAS

Di Balik Isu Kristenisasi di Malaysia: Sebuah Analisis

OPINI | 19 May 2011 | 23:22 Dibaca: 432   Komentar: 7   1

Belakangan ini di Indonesia sedang ramai isu kerukunan antar umat beragama. Konon hal ini dipicu meningkatnya aktivitas kelompok radikal, ketidak-tegasan pemerintah, dan intervensi asing melalui jaringan teroris. Namun ternyata, di negara jiran terdapat isu yang lebih panas. Sejumlah pemimpin gereja dan partai politik dilaporkan tengah menyusun mufakat untuk mengganti dasar negara Malaysia ke Kristen sekaligus meletakkan seorang Kristen untuk jadi Perdana Menteri.

Tuduhan ini tentu sangat tidak masuk diakal. Orang Kristen di bukanlah minoritas terbesar di Malaysia. Ada lagi umat Buddha, Hindhu, Taoism, dan lain-lain dengan jumlah populasi lebih besar. Dengan populasi yang sekecil itu, apakah mungkin dengan sumber daya dan upaya yang mereka punyai, umat Kristen Malaysia sanggup mengganti konstitusi yang sudah ada. Di Sabah dan Serawak, di mana umat Kristen jumlahnya cukup banyak, ketua menterinya (jabatan setara gubernur) masih dijabat oleh seorang Muslim.

Yang sebetulnya terjadi ialah permainan politik kotor. Dalam pilkada Serawak bulan lalu, isu agama rupanya menjadi kunci. Pemilih Muslim menolak oposisi dengan alasan partai-partai oposisi mencalonkan seorang Kristen untuk jadi  ketua menteri. Meskipun, popularitas ketua menteri yang sekarang tengah diuji oleh isu KKN dan inkompetensi. Hal ini kemudian dipelajari oleh politisi-politisi munafik dari semenanjung untuk kemudian dijadian isu tingkat nasional. Demikianlah pemberitaan mengenai isu Kristenisasi itu pun muncul di surat kabar terkemuka di Malaysia (menjadi headline).

Saya sangat sedih mengetahui bahwa orang Kristen yang minoritas dijadikan bulan-bulanan isu politik. Ajaran Kristen memang tidak menganjurkan kekerasan sebagai penyelesaian masalah. Mungkin, meluapkan rasa sakit hati melalui Kompasiana bisa sedikit menyejukkan hati.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Menilai Pidato Kenegaraan Jokowi …

Ashwin Pulungan | | 21 October 2014 | 08:19

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | | 21 October 2014 | 07:08

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 4 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 6 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 8 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 11 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 7 jam lalu

Jika Kau Bukan Anak Raja, Juga Bukan Anak …

Mauliah Mulkin | 7 jam lalu

Me Time (Bukan) Waktunya Makan Mie! …

Hanisha Nugraha | 7 jam lalu

Kisah Setahun Jadi Kompasianer of the Year …

Yusran Darmawan | 7 jam lalu

Semoga Raffi-Gigi Tidak Lupa Hal Ini Setelah …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: