Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Arief Setiawan

pecinta kegilaan http://arieflmj.wordpress.com/

Ber-Indonesia dengan Gamelan

OPINI | 20 May 2011 | 04:34 Dibaca: 389   Komentar: 2   0

Seperangkkat Gamelan Jawa http://masizan-stuffs.blogspot.com

Seperangkkat Gamelan Jawa http://masizan-stuffs.blogspot.com

Telinga kita bakal dimanjakan ketika gending atau tembang jawa mengalun merdu. Apalagi jika dinikmati kala pagi ditemani secangkir kopi dan sepiring gorengan, sungguh indah hidup ini. Lebih lengkap lagi bila kita bisa mengikuti (bernyanyi) tembang jawa yang sedang mengalun, serasa enggan untuk beranjak pergi. Inilah “sihir” gamelan yang senantiasa mengiringi gending jawa nan lembut dan menghipnotis, serta hanya ada di Indonesia.

Gamelan bukanlah barang langka di negeri ini. Semua masyarakat Indonesia, khususnya jawa, bisa dipastikan mengenal seperangkat alat musik ini. Suaranya khas dan seolah memunyai daya magis luar biasa kala menikmatinya. Bahkan bisa membuat bulu kuduk merinding bilamana terdengar lirih dalam suasana sepi. Siapa pun hampir bisa dipastikan larut dalam alunan melodi pelog atau slendro yang sedang dimainkan.

Gamelan merupakan kekayaan budaya Indonesia yang sangat tinggi nilainya. Perangkat alat musik terbuat dari logam ini tak lagi “dimonopoli” suku jawa, sudah jadi bagian dari budaya dunia. Di televisi banyak kita saksikan para bule jadi wiyogo dengan fasih. Mereka menguasai jenis irama ladrang, lancaran, sampak, dan lainnya, serta memainkannya dengan rancak. Malah bisa jadi para bule itu lebih ahli daripada kita, sang pemilik gamelan itu sendiri. Gamelan sudah jadi milik masyarakat dunia.

Campursari-an http://kampungrumasa.blogspot.com

Campursari-an http://kampungrumasa.blogspot.com

Para Wiyogo Bule http://susilo.typepad.com

Para Wiyogo Bule http://susilo.typepad.com

Kebudayaan Indonesia tak bisa dipisahkan dari gamelan. Menurut ahli purbakala Dr. J. L. Brandes, gamelan merupakan salah satu dari sepuluh kebudayaan asli Indonesia sebelum masuknya budaya Hindu-Budha. Kemampuan memainkan alat musik gamelan ini jadi perhatian serius Brandes karena khas Indonesia. Gamelan tak ada dalam budaya mana pun di dunia selain Indonesia. Alat musik ini sering dimainkan dalam pagelaran wayang kulit atau orang, pesta pernikahan, dan pengiring tarian. Kadangkala juga digunakan untuk mengiringi suatu upacara adat, khususnya jawa.

Gamelan bukanlah alat musik yang bisa dimainkan secara individual. Agar bisa lebih indah, gamelan harus dimainkan secara tim karena berupa perangkat alat musik. Tidak seperti gitar atau piano yang bisa dimainkan sendiri. Rasanya bakal sangat aneh bila hanya dimainkan sendirian, tak punya daya sama sekali atau hampa. Bonang barung, bonang penerus, demung, saron, kenong, gong, dan kendang dimainkan secara serempak. Masing-masing dimainkan dengan pola tersendiri dan tetap mengacu pada notasi ji, ro, lu, pat, mo, nem, pi (pelog). Namun, untuk slendro, notasi pat tak digunakan.

Pagelaran Wayang Kulit http://masgonst.wordpress.com

Pagelaran Wayang Kulit http://masgonst.wordpress.com

Pertunjukan Wayang Orang http://yogyakarta-experience.blogspot.com

Pertunjukan Wayang Orang http://yogyakarta-experience.blogspot.com

Dalam pagelaran wayang kulit atau orang, gamelan merupakah roh dari pertunjukan tersebut. Keberadaannya tak bisa diwakilkan dengan alat musik lainnya atau rekaman dari permaianan gamelan itu sendiri. Harus secara langsung agar jiwanya tak hilang dan selaras dengan lakon yang sedang dimainkan. Gamelan bukan sekedar pengiring, bahkan sudah jadi bagian tak terpisahkan dari pagelaran wayang kulit atau orang.

Mendengarkan gending jawa yang diiringi musik gamelan menciptakan sensasi tersendiri. Apalagi bila memainkannya, sensasi itu semakin nyata keberadaannya. Seolah-olah kita sedang berlayar mengarungi samudera luas dengan pemandangan nan eksostis, tak bisa dibayangkan. Setiap ketukan mengandung makna dan hal tersebut harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Satu pemain kehilangan jejak notasi, permaianan bakal terasa aneh. Itulah keunikan gamelan yang sekarang mulai banyak ditinggalkan masyarakat Indonesia, tapi mendapat tempat terhormat dari bangsa lain.

Anak Indonesia Memainkan Gamelan http://wesavethem.blogspot.com

Anak Indonesia Memainkan Gamelan http://wesavethem.blogspot.com

Anak-Anak Ceko Bermain Gamelan http://media.vivanews.com

Anak-Anak Ceko Bermain Gamelan http://media.vivanews.com

Melestarikan gamelan berarti kita menjaga salah satu identitas asli bangsa Indonesia. Menjaga identitas sebagai suatu bangsa yang punya ciri khas dan tak bisa ditemuai di tempat mana pun. Melupakan gamelan sama halnya dengan membuang jauh identitas ke-Indonesia-an. Menyingkirkan gamelan berarti menjauhkan diri dari ketenangan hati dan kesejukan jiwa. Mari kita ber-gamelan ria untuk Indonesia.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | | 25 October 2014 | 14:51

Kompasiana Nangkring Special di Balikpapan …

Bambang Herlandi | | 25 October 2014 | 13:44

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 16 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 16 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 17 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 20 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Ngomong:”Mulutmu …

Wahyu Hidayanto | 7 jam lalu

MEA 2015; Bahaya Besar bagi Indonesia …

Choerunnisa Rumaria | 7 jam lalu

Bersenang-Senang dengan Buku …

Mauliah Mulkin | 7 jam lalu

Kematian Pengidap HIV/AIDS di Kota Depok …

Syaiful W. Harahap | 8 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: