Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Syasya

Seorang Istri dan ibu dengan 2 putri. Mencoba menuliskan pengalaman hidup tentang indahnya Indonesia, serta selengkapnya

Syarat-syarat Menikah dengan WNA

OPINI | 18 May 2011 | 12:52 Dibaca: 5461   Komentar: 49   5

Saya membaca sebuah email dari seorang sahabat yang isinya seperti ini

Saya   memiliki hubungan dengan WNA ………kita   menikah secara agama …… kemudian saya hamil…..dan sekarang apa  harus saya lakukan agar anak saya mempunyai kekuatan hukum dari dua negara yaitu negara Indonesia dan negara ayahnya?
Saya berencana melahirkan di Indonesia……..apa saja syarat untuk anak saya agar bisa  legal di kedua negara…………Mohon bantuan dan sarannya ya????
Trima kasih

Sunggu saya sedih membaca email tersebut……….. kenapa tidak, jangan mudah mau menikah dengan WNA kalau dinikahi hanya secara agama saja. Karena jika demikian kita sebagai seseorang perempuan yang akan di rugikan. Kenapa saya bilang rugi……… tentu saja jika setelah kita punya anak ternyata anaknya ditinggal pulang kenegaranya. Mau menuntut nafkah buat anak kemana????? mau menyusul suami keluar negri  tidak mudah, belum lagi biaya yang dikeluarkan untuk menyusulnya bukan sedikit.

Pikirkanlah banyak hal sebelum anda memutuskan untuk menikah dengan laki-laki WNA. Jangan mudah tergiur kemewahan yang ditawarkan atau rayuan gombalnya. Kenali baik-baik calon pasangan anda kalau perlu kenali juga keluargannya. Cinta bisa datang kapan saja dan dalam kondisi apapun …………. jangan sampai cinta yang anda rasakan menjadi cinta buta ……… hingga gajah disebrang lautan tampak sementara semut dipelupuk mata tak tampak oleh anda.

Pikirkanlah masak-masak hingga tak menyesal dikemudian hari

Jika benar anda adalah seorang perempuan yang  memiliki suami WNA……….. menikahlah secara syah bukan saja secara agama tetapi secara hukum juga. Agar kelak ketika anda memiliki anak, anda tidak akan ketakutan mengenai status anak hasil pernikahan campuran.

Walaupun anda percaya dengan pasangan anda 100%  untuk menikah secara agama saja. Tidakkah sebaiknya pernikahan yang anda lakukan itu  memiliki kekuatan hukum dinegara kedua belah pihak. Banyak kasus perempuan WNI yang menikah dengan WNA tidak bisa menuntut hak-haknya ketika mereka memutuskan untuk berpisah. Karena pernikahan yang mereka lakukan hanyalah secara agama saja.

Kalau benar laki-laki WNA yang kita nikahi mencintai kita, pastilah ia tidak akan ragu untuk mau menikah dengan kita bukan hanya secara agama saja, tetapi secara hukum juga. Kalaupun kita sudah terlanjur menikah secara agama sebaiknya cepat-cepatlah diurus pernikahan yang syah dimata hukum kedua negara. Sebelum kita terlanjur memiliki anak dari hasil pernikahan tersebut.

Caranya mudah kok kalau kita benar-benar serius mau menikah dengan laki-laki WNA secara syah baik agama maupun hukum. Tidak sesulit yang kita bayangkan jika kita mau berusaha pasti segala sesuatu dimudahkan.

Syarat-syarat menikah dengan laki-laki WNA yang dilakukan di Indonesia.

  • Fotocopi Identitas diri (KTP/pasport)
  • Fotocopy Akte Kelahiran
  • Surat keterangan bahwa ia tidak sedang dalam status kawin, atau
  • Akte Cerai bila sudah pernah kawin, atau
  • Akte Kematian istri bila istri meninggal

Surat-surat tersebut lalu diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan kemudian  harus dilegalisir oleh Kedutaan Negara calon suami yang ada di Indonesia

Syarat-syarat  calon istri

  • Fotocopy KTP
  • Fotocopy Akte Kelahiran
  • Data orang tua calon mempelai
  • Surat pengantar dari RT/RW yang menyatakan bahwa anda tidak ada halangan untuk melangsungkan perkawinan.

Setelah semua syarat anda penuhi maka bagi anda yang beragama Islam anda mendaftarkan pernikahannya di KUA agar anda memperoleh kutipan buku nikah, pencatatan dilakukan oleh pegawai Pencatat Nikah atau Pegawai Pencatat Nikah Talak Cerai Rujuk. Bagi anda yang beragama non Islam, pencatatan dilakukan Pegawai Kantor Catatan Sipil.

Kutipan Akta Perkawinan yang telah anda dapatkan, masih harus dilegalisir di Departemen Kehakiman dan HAM dan Departemen Luar Negri, Serta didaftarkan di Kedutaan negara asal suami.

Dengan adanya legalitas ini, maka perkawinan yang ada lakukan telah syah dan diterima secara Internasional, baik bagi hukum negara asal suami ataupun hukum negara Indonesia.

Kalau sudah diurus semuannya maka jika memiliki anak,  anak anda bisa dengan mudah memiliki 2 warga negara sampai usianya 18 tahun setelah itu baru mereka memilih mau menjadi warganegara mana ayah atau ibunya. Cara memperoleh 2 kewarganegaraan orangtuannya juga mudah kok asal kita mau melakukannya. setiap negara memang memiliki cara dan persyaratan masing-masing tetapi rata-rata tidak jauh berbeda kok.

Oke deh…………. jangan takut untuk mengurus surat-suratnya. Lakukanlah sendiri tidak perlu memakai jasa calo …… karena sebenarnya jika kita mau belajar dan berusaha semua itu bisa  dilakukan. Demi masa depan kita dan anak-anak kita. Semoga pernikahan yang kita lakukan bisa langgeng sampai ajal memisahkan kita. Tanamkanlah cinta dan saling mengerti kekurangan dan kelebihan yang kita dan pasangan kita miliki….. agar kita memiliki kekuatan untuk selalu mempertahankan pernikahan yang kita lakukan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Produksi Murah Jualnya Mahalan …

Gaganawati | | 23 October 2014 | 16:43

Astaghfirulloh, Ada Kampung Gay di …

Cakshon | | 23 October 2014 | 17:48

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

”Inspirasi Pendidikan” dari Berau …

Rustan Ambo Asse | | 23 October 2014 | 18:22

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 6 jam lalu

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 12 jam lalu

Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

Syaiful W. Harahap | 12 jam lalu

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 14 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Makna Kegagalan …

Hanif Amin | 8 jam lalu

Ketika Islam Dianaktirikan Penganutnya …

Anni Muhammad | 8 jam lalu

Menimba Ilmu bersama Komunitas Media di JMR …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Kapan Tahun Baru 1436 H? …

Kasmui | 8 jam lalu

Catatan Yayat: Remote Control Traveller …

Kompasiana | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: