Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Rudolf Dayu

seorang pemimpi yang berusaha menerjemahkan hidup.... kemudian membahasakannya pada semua orang

Makna Doa

OPINI | 18 May 2011 | 08:28 Dibaca: 178   Komentar: 0   0

1305707254507952299

Ada seorang pemuda yang rajin berdoa, namun entah kenapa ia selalu saja merasa kurang dalam doanya. Padahal setiap ada kesempatan ia selalu berdoa untuk siapa saja. Akhirnya dia sampai pada saat di mana ia merasa jenuh dengan doanya, karena seakan doanya tak mempunyai dampak apapun.

Kemudian ia berusaha mencari jawaban dari pergumulannya itu. “Kenapa walau sudah sering berdoa, ia masih saja merasa sebuah kekosongan dalam hidupnya?” Akhirnya ia bertemu dengan seorang bijak, dan ia pun menanyakan kegelisahannya.

” Bagaimana kamu berdoa?” Tanya si bijak.

“Yah seperti kebanyakan orang pada umumnya, menutup mata dan mengatupkan tangan di dada.” jawabnya

” hmm…bagaimana kalau mulai saat ini, setiap kali kamu berdoa, bukalah matamu dan ulurkanlah tanganmu.” Jelas si bijak. Mendengar itu si pemuda hanya mengernyitkan keningnya, tidak mengerti apa yang dimaksudkan si bijak tersebut.

Terkadang kita bertanya apakah doa kita mempunyai dampak. Sadar atau tidak berdoa seakan sudah menjadi sebuah sikap refleks kita, tanpa kita mengerti makna doa. Apa yang dikatakan si bijak di atas mau menyadarkan kita bahwa berdoa itu bukan hanya engucapkan permohonan kita. Membuka mata dan mengulurkan tangan adalah bagaimana kita mampu peka dan emelihat segala sesuatu di sekitar kita, mengulurkan tangan berarti hendaknya juga kita mau mengulurkan tangan kita untuk menolong semampu kita. Sehingga doa tidak cukup hanya dengan menutup mata dan mengatupkan tangan tapi juga harus membuka mata dan mengulurkan tangan kita.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kartun Kenangan Konferensi Asia Afrika 1955 …

Gustaaf Kusno | | 19 April 2015 | 18:33

Kereta Api Lokal, Sarana Transportasi …

Andrea Dietricth | | 19 April 2015 | 12:39

[JNE BALI] Kompasiana Blogshop & …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 15:11

Trik Meracik Bad News Menjadi Good News …

Muhammad Armand | | 18 April 2015 | 21:32

Mari Lestarikan Air bersama AQUA! …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Valentino Rossi Juara MotoGP Seri Argentina …

Yayat | 2 jam lalu

Sarjana Wanita Ditipu Lelaki Mengaku Pegawai …

Fey Down | 7 jam lalu

Hebat! PSSI Tetap Jalan Walau Sudah …

Abd. Ghofar Al Amin | 9 jam lalu

Matematika Beras …

Faisal Basri | 10 jam lalu

Menjawab Logika Jongkok PSSI dan La Nyalla …

Alan Budiman | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: