Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Pewaris Pejuang BIP45 itu antara lain…

REP | 09 May 2011 | 02:10 Dibaca: 293   Komentar: 2   2

1305037020688288727

Adityo Bambang Mataram, pewaris BIP45 (Humas BIP45)

Pewaris Pejuang BIP45 itu antara lain adalah Adityo Bambang Mataram. Ia lebih dikenal sebagai Maha Guru Mataram Adityo Hanafi, pewaris tradisi prajurit yang harks kembali ke waktu ketika praktek Pencak Silat adalah masalah hidup dan mati. Anak ketiga dari Sumatera Umum (purnawirawan) Anak Marhaen Hanafi, kepala marga Ngantungan Lubuk, besar kakeknya Neko Radjo Api, raja tua api“.

Dilihat dari garis keturunan, mungkin tidak mengherankan bahwa Adityo kecakapan dalam seni prajurit tumbuh dengan cepat. Pertemuan kebetulan dengan Kiayi Guru sangat dihormati Haji Komar menyebabkan dirinya diterima sebagai murid favorit dari guru besar. Pesilat yang Hanafi muda belajar di Minangkabau yang terkenal Harimau (macan) Silek yang sekarang dikenal sebagai Harimau Pencak Silat.

Pada usia tujuh belas, Adityo Hanafi mengajar seni bela diri ke commandoes khas Indonesia. Pada tahun 1966, Maha Guru Hanafi didampingi ayahnya ke Kuba, di mana yang terakhir telah ditunjuk sebagai Duta Besar Indonesia di Havana. Di sinilah di mana ia belajar bahasa Inggris dan Perancis di Universitas Havana dan memulai sekolah Pencak Silat pertama di Kuba. Minatnya dalam budaya Afro-Kuba membawanya ke praktek spiritualitas Afrika dalam bentuk Abakua dan Palomayombe.

Akhirnya pindah ke Perancis pada tahun 1973, Maha Guru Hanafi mendirikan Palero Asosiasi Pencak Silat menggabungkan pengalaman agama Afrika di diaspora dengan praktiknya Pencak Silat. Maha Guru Hanafi kembali ke Indonesia pada tahun 2003 di mana ia dihormati dengan gelar sultan. Dia sekarang tinggal di Jakarta di mana dia bekerja paruh waktu untuk pemerintah.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Australia Jawara Piala Asia 2015 …

Achmad Suwefi | | 31 January 2015 | 18:50

Penyimpangan Perilaku Penyelenggara Siaran …

Budiyanto | | 31 January 2015 | 16:50

Inspirasi, Imajinasi, dan Referensi Dalam …

Ryan M. | | 31 January 2015 | 20:03

Di Indonesia Olah Raga Masih Dianggap …

Den Bhaghoese | | 31 January 2015 | 15:40

Menyantap Roti di Gudang Rottie …

Ariesa Putris | | 31 January 2015 | 15:27


TRENDING ARTICLES

Titik Temu, Catatan Kritis untuk Mata Najwa …

Mahi Baswati | 8 jam lalu

Siapa Adu Domba Jokowi dan Megawati? …

Nusantara Link | 9 jam lalu

Menyorot Sisi Humanitas Kisruh Sawito, Samad …

Nararya | 10 jam lalu

Abraham Samad di Ujung Tanduk …

Inesya Sisca | 10 jam lalu

Niat Jokowi Tidak Akan Torehkan Cacat …

Den Bhaghoese | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: