Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Acc Klub

kesehatan, teknik and umum

BEATIFIKASI-KANONISASI YOHANES PAULUS II

OPINI | 30 April 2011 | 20:42 Dibaca: 307   Komentar: 3   2

MISA BEATIFIKASI AKAN DIADAKAN DI SELURUH GEREJA KATOLIK DI DUNIA.

(DI INDONESIA AKAN DISIARKAN TV.ONE,  MISA DI VATIKAN, JAM 15.00 WIB)

Apabila seorang yang “dianggap kudus” atau dianggap martir” meninggal dunia, maka biasanya Uskup Diocesan memprakarsai proses penyelidikan. Salah satu unsur penyelidikan adalah apakah suatu permohonan khusus atuau mukjizat telah terjadi melalui perantaraan calon santo/santa ini.
Gereja juga akan menyelidiki tulisan-tulisan calon santo/santa guna melihat apakah mereka setia pada “ajaran yang murni”, yang pada intinya tidak didapati adanya suatu kesesatan atau suatu yang bertentangan dengan iman. Jika calon santo/santa adalah seorang martir, Kongregasi Santa menentukan apakah ia wafat karena iman dan sungguh mempersembahkan hidupnya sebagai kurban cinta kepada Tuhan dan Gereja,
Dalam perkara-perkara lainnya, Kongregasi memeriksa apakah calon digerakkan oleh belas kasih yang istimewa kepada sesama dan mengamalkan keutamaan-keutamaan dalam tindakan yang menunjukkan keteladanan dan kegagahan. Sepanjang proses penyelidikan ini, akan diajukan keberatan-keberatan dan ketidakpercayaan yang harus berhasil disanggah oleh Kongregasi. Begitu seorang calon dimaklumkan sebagai hidup dengan mengamalkan keutamaan-keutamaan yang gagah berani, maka calo dimaklumkan sebagai Venerabilis.
Proses selanjutnya adalah BEATIFIKASI. Seorang martir dapat dibeatifikasi dan dimaklumkan sebagai “Beata/Beato” dengan keutamaan kemartiran itu sendiri. Di luar kemartiran, calon harus diperlengkapi dengan suatu mukjizat yang terjadi dengan perantaraannya. Dalam memastikan kebenaran mukjizat,
Gereja melihat apakah Tuhan sungguh melakukan mukjizat dan apakah mukjizat tersebut merupakan jawab atas permohonan yang disampaikan dengan perantaraan calon santo/santa.

Begitu dibeatifikasi, calon santo/santa boleh dihormati, tetapi terbatas pada suatu kota, keuskupan, wilayah atau kelompok religius tertentu. Setelah beatifikasi, suatu mukjizat lain masih diperlukan untuk KANONISASI.

Kanonisasi adalah proses Gereja meresmikan seseorang yang telah meninggal diangkat menjadi seorang Santo/Santa. Jika seseorang dikanonisasi oleh Gereja artinya ia dijadikan contoh atau teladan bagi umat yang lain. Seorang Santo/Santa adalah seorang Pahlawan Gereja.
SUKACITA DALAM MENGASIHI
Salam kasih,
Simpanlah selalu rasa sukacita dalam
mencintai Yesus
di dalam hati Anda
dan bagikanlah sukacita itu
kepada semua orang yang Anda jumpai,
khususnya keluarga Anda.
Marilah kita berdoa…
Allah memberkati Anda.

Ibu Teresa MC

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Mengawasi Anak Inklusif dalam UN …

Rohma Nazilah | | 17 April 2014 | 00:48

Final Copa Del Rey : Madrid 2 – 1 …

Arnold Adoe | | 17 April 2014 | 04:30

Maunya Bugar dengan Vitamin C Dosis Tinggi, …

Posma Siahaan | | 16 April 2014 | 22:34

Kebun di Atas Rumah? …

Wulan Harismayaning... | | 16 April 2014 | 21:01

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Akun Dinda Tidak Takut Komen Pedasnya Pada …

Febrialdi | 11 jam lalu

Prabowo Terancam Tidak Bisa Bertarung di …

Rullysyah | 11 jam lalu

Istilah Inggris yang Rada Kadaluwarsa …

Gustaaf Kusno | 15 jam lalu

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 20 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: