Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Elly Maria Silalahi

I'm a woman who wants to live in peace among different tribes, races and religions. selengkapnya

Habislah Terang Terbitlah Gelap

OPINI | 19 April 2011 | 22:50 Dibaca: 659   Komentar: 6   0

13032532771037553479

RA Kartini (Sumber : Goegle.com)

Selamat Hari Kartini Melinda Dee, wanita hebat pembobol City Bank,

Selamat Hari Kartini Krisdayanti, diva terkenal perusak 2 rumah tangga,

Selamat Hari Kartini Miranda Gultom, aktor intelektual dibalik kasus suap Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia,

Selamat Hari Kartini Qory Sandriova, Putri Indonesia yang diklaim sang ibu  sebagai anak durhaka,

Selamat Hari Kartini Perempuan-Perempuan yang mau dinikahi siri demi harta atau kedudukan,

Selamat Hari Kartini Perempuan-Perempuan Muda yang mau menjadi selingkuhan laki-laki berumah tangga,

Selamat Hari Karini Perempuan-Perempuan yang sudah putus asa  untuk menjadi istri kesekian,

Selamat Hari Kartini Perempuan-Perempuan yang merasa Pndidikan Tinggi adalah sebuah kesia-siaan,

Dulu “Habislah Gelap Terbitlah Terang” karena Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April tahun 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah, kini menjadi  “Habislah Terang Terbitlah Gelap”

Menangislah Kartini,

Menangislah Dewi Sartika,

Menangislah Cut Nyak Dien,

Menangislah Martha Christina Tiahahu,

Menangislah Hajjah Rangkayo Rasuna Said,

Menangislah hai Perempuan-Perempuan Indonesia

Menangislah hai Pejuang-Pejuang Emansipasi.

(Selamat Hari Kartini)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Unimog Promosi Gratis …

Agus Japloens | | 22 August 2014 | 01:11

“Ahok” Sumbangan Prabowo Paling …

Pakfigo Saja | | 22 August 2014 | 11:31

Sharing Profesi Berbagi Inspirasi ke Siswa …

Wardah Fajri | | 21 August 2014 | 20:12

Hati-hati Minum Jamu Pemberian Paranormal …

Mas Ukik | | 21 August 2014 | 20:15

Mau Ikutan Diskusi Bareng Anggota DPR Komisi …

Redaksi Kompas.com | | 21 August 2014 | 13:59


TRENDING ARTICLES

Saat Mahkamah Konstitusi Minus Apresiasi …

Zulfikar Akbar | 5 jam lalu

Kuasa Hukum Salah Berlogika, MK Tolak …

Sono Rumekso | 5 jam lalu

Drama Pilpres Telah Usai, Keputusan MK Harus …

Mawalu | 5 jam lalu

Open Letter to Mr Joko Widodo …

Widiyabuana Slay | 7 jam lalu

Pernyataan Politik Bermata Banyak …

Hendra Budiman | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: