Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Hindari Sengketa, Jangan Tabu Bicara Warisan??

OPINI | 19 April 2011 | 11:25 Dibaca: 253   Komentar: 1   1

Thx to my father Bachron Idris.

Sedih juga rasanya kalo kadang ku lihat di tivi banyaknya kasus sengketa tanah yang memakan banyak korban(ndak perlu ya aku sebutin 1 per1)

Padahal kalau ditilik secara logika sangat sederhana, dan  disinilah aku bakal menyoroti sedikit kekurangan ku sebagai orang Indonesia,( khususnya jawa, karena penulis orang jawa).

Orang indonesia sebegitu terkenalnya memiliki budaya dan tatanan yang santun dan menjunjung tinggi rasa menghagai orang lain. Akan tetapi kadang hal ini membuat kita terlalu santai dan berlebih dalam menanggapi suatu masalah yang nantinya mungkin menimbulkan dampak dan polemik yang berkepanjangan, sebagai contoh”warisan”. Biarpun hal ini di atur sedemikian rupa dalam tatanan agama dan budaya, tapi seringkali menimbulkan masalah di belakang.

Kadang kala sebagai orang indonesia, kita menganggap tabu untuk menanyakan perihal warisan pada orang tua kita saat mereka masih hidup, seolah olah menanyakan warisan adalah menanyakan kematian. Padahal menurut agama dan menurut teori biologi kematian itu pasti, hanya waktunya yang tidak kita ketahui.

Kebiasaan orang indonesia ada lah menunda nunda, bahkan untuk menanyakan masalah pembagian warisan pun menunda sampai meninggalnya orang tua. Padahal seharusnya kita tidaklah mengajarkan pada anak cucu supaya tidak mewariskan kepada anak-anaknya sesuatu yang tidak jelas status kepemilikannya.

Jadi kenapa tidak untuk menanyakan kejelasan warisan sebelum mereka tiada?? dengan catatan kitapun tetap harus menjunjung tinggi tatanan dan etika dalam bertanya agar tidak menyakiti hati mereka.

ilmu yang paling pertama lenyap dari muka bumi adalah ilmu tentang warisan, karena memang sifat  manusia itu sendiri cenderung rakus, sehingga masalah ini semakin rawan manipulasi”

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Mencintai Alam Ala Kebun Wisata …

Rahab Ganendra 2 | | 31 October 2014 | 23:42

Tim Jokowi-JK Masih Bersihkan Mesin Berkarat …

Eddy Mesakh | | 01 November 2014 | 06:37

Bahaya… Beri Gaji Tanpa Kecerdasan …

Andreas Hartono | | 01 November 2014 | 06:10

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 2 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 3 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 4 jam lalu

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 7 jam lalu

Susi Mania! …

Indria Salim | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kesaksian Terakhir …

Arimbi Bimoseno | 8 jam lalu

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | 8 jam lalu

Topik 121 : Persalinan Pervaginam Pd Bekas …

Budiman Japar | 9 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Transjakarta: Busnya Karatan, Mental …

Gunawan Eswe | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: