Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Medi Salpia

slalu berusaha untuk menjadi org yg lebih baik

Lebih Tragis Kondisi Bangsa Indonesia daripada Bencana Jepang Hari Ini

OPINI | 11 March 2011 | 14:05 Dibaca: 692   Komentar: 8   0

Kaget, mendengar kabar telah terjadi gempa besar dan disertai tsunami di Jepang, awalnya saya tau dari sebuah tautan yg diposting oleh National geographic Indonesia di pesbuk yang mengatakan bahwa telah terjadi gempa pada jumat siang yg berkekuatan 8.9 SR. Gempa yang diikuti tsunami setinggi 4 – 10 meter terjadi di beberapa lokasi sepanjang pantai Jepang. Tsunami ini merupakan bencana susulan setelah gempa bumi di 125 kilometer ke daerah timur laut Tokyo. Gempa di kedalaman 10 kilometer itu diikuti oleh gempa-gempa susulan yang cukup kuat, termasuk gempa sebesar 7,4SR 30 menit setelah gempa pertama. Demikian hasil laporan U.S. Geological Survey.
Membayangkan kuatnya gempa yg terjadi ditambah tsunami, langsung saja pikiran ku teringat bagai mana tragisnya beberapa tsunami yg terjadi di Indonesia, terutama tsunami di Aceh yg dahsyat terjadi pd tahun 2004 dan tsunami yg terjadi dipantai pengandaran dan di kepulauan mentawai dg kekuatan gempa yg tidak terlalu besar jika dibandingkan dg gempa di jepang hari ini bisa menimbulkan kerusakan dan nyawa melayang yang begitu banyak.
Ada rasa sedih didalam hati mendengar ada bencana tsunami, karena tak mampu membayangkan pasti banyak mayat2 yg berceceran dimana mana, anak anak menangis, bnyk yg kehilangan keluarga dan meninggal, terjadinya kerusakan yg sangat parah, terasa sekali suasana mencekam ketika diberitakan di televisi, dan semua anak bangsa berlomba2 berdoa dan menolong apa yg bisa ditolong. Yah.. begitulah sifat bangsa Indonesia ketika terjadi bencana, semuanya bersatu dan bersaudara. Tetapi ketika semua itu tidak ada, kerusuhan dan pertikaian terjadi dmana2.
Membayangkan apa yg pernah terjadi dinegri sendiri dg kondisi apa yg terjadi di jepang, sangat miris sekali. Tetapi, ketika saya menonton telivisi yg menayangkan kondisi jepang saat terjadi gempa dan tsunami, memang kayaknya infrastruktur sebagian besar rusak parah, kilang minyak terbakar, pembangkit listrik tenaga nuklir mengalami kerusakan dan gelombang laut menyapu daratan hingga kekota.
Alangkah terkejutnya lagi ketika mendengar kabar terakhir hanya kurang dari 100 orng yg meninggal dunia, munkin itu baru kabar awalnya saja. Namun sangat fantastis sekali dg gempa yg begitu dahsyat dan tsunami yg begitu besar menewaskan sedikit orng. Malahan lebih banyak bangkai2 mobil2 mewah yg bertebaran dimana2 dan juga terlihat banyak bangunan yg masih berdiri kokoh. Sangat terbalik sekali dg kondisi di Indonesia, mayat2lah yg banyak bertebaran dimana2, ironis sekali.
Kerugian materil yg terjadi dijepang, saya yakin semuanya akan kembali dibangun dg cepat dan akan normal kembali seperti sediakala. semua pejabat jepang akan bekerja untuk masyrakatnya tanpa mengambil untung dari semuanya, semuanya bekerja jepat dan sigap untuk rakyat, pasti tidak ada yg mengkorupsi uang utk pembangunan kota kembali, dan tidak ada yg memanfaatkan situasi oleh pihak/ partai tertentu untuk mencari/menarik simpati masyarakat yg tertimpa bencana. Semuanya akan baik2 saja, dan saya yakin korban nyawapun tak akan lebih banyak. Pantaslah negaranya menjadi besar dan kuat, semua pejabat berbuat untuk rakyat. Mereka sangat tau malu jika mengkhianati rakyat, dg kesadaran sendiri mereka rela membunuh diri sendiri karena telah mengkhianati rakyat. Tapi berbalik sekali dg apa yg terjadi dinegaraku, pajabatnya tak tau malu semua, bahkan bangga akan uang2 korupsi yg dikumpulkannya. Mereka sibuk dg urusan perut dan kepentingan sendiri. Tanpa pernah mau mendengar jeritan rakyat yg menderita. Tak ada hak sedikitpun atas kemewahan yg mereka lakukan, karena semuanya itu adalah uang rakyat.
Separah2ny bencana dijepang pada hari ini, saya masih miris melihat kondisi bangsa Indonesia saat ini..!!!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Memotret Manusia Api …

Nanang Diyanto | | 19 September 2014 | 17:32

Ketika Institusi Pendidikan Jadi Ladang …

Muhammad | | 19 September 2014 | 17:46

Masa sih Pak Jokowi Rapat Kementrian Rp 18 T …

Ilyani Sudardjat | | 19 September 2014 | 12:41

Imbangi Valencia B, Indra Sjafrie Malah …

Djarwopapua | | 19 September 2014 | 14:17

Dicari: “Host” untuk …

Kompasiana | | 12 September 2014 | 16:01


TRENDING ARTICLES

Mencoba Rasa Makanan yang Berbeda, Coba Ini …

Ryu Kiseki | 6 jam lalu

Fatin, Akankah Go Internasional? …

Orang Mars | 6 jam lalu

Timnas U23 sebagai Ajang Taruhan… …

Muhidin Pakguru | 9 jam lalu

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 11 jam lalu

Memilih: “Kursi yang Enak atau Paling …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

“Calon Ibu Pejabat Galau di Negeri …

Rietsy | 8 jam lalu

Centang Prenong …

Rifki Hardian | 8 jam lalu

Duka Lara …

Rifki Hardian | 8 jam lalu

Awal Manis Piala AFF 2014: Timnas Gasak …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Taman Rekreasi Atau Kuburan? …

Rifqi Nur Fauzi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: