Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Nahdlatul Ulama , Seni Dan Budaya

REP | 26 February 2011 | 10:56 Dibaca: 175   Komentar: 1   0

1298723226784213248

karya Aik Lebon

Tertipunya Aik (panggilan sehari-hari teman-teman dekatnya di kampus) dalam acara pameran karya seni yang ditawarkan oleh sesorang kepadanya di Bali, yang ternyata uang pameran akhirnya dibawa lari oleh manager tersebut, menjadikan sebuah pertanyaan tentang ke mankah warga NU ingin mengapresiasikan karya seni mereka untuk kedepannya supaya tidak menjadi korban penipuan kembali, yang ternyata PWNU DIY memang memiliki sebuah lembaga seni dan budaya LESBUMI yang di ketuai oleh Bp. Jadul Maula.

Bp. M. Jadul Maula dalam pernyataanya juga pernah mengadakan pameran seni di Pondok pesantren yang beliau asuh yaitu PP. Kali Opak Bantul Jl. Wonosari KM 11 Jogjakarta. Itu dalam rangka kepedulian terhadap korban merapi dalam  Kemah pameran seni budaya Peduli Merapi Novemeber 2010. Yang mana Nahdlatul Ulama belum memiliki pusat apresiasi seni dan budaya, seperti musium, galery dan gedung kesenian.

Mungkin akan menajadi keresahan seniman Nahdlatul Ulama nantinya untuk mengapresiasikan karya-karya seni mereka yang mana NU merupakan pengemban pendidikan yang telah diperjuangkan para sunan-sunan terdahulu sebelum Indonesia merdeka, tentu Nahdlatul Ulama tak kan lepas dari seni dan budaya dalam pendidikan umat dan dakwahnya. Di manakah NU nantinya akan memusatkan karya seni dan budaya mereka untuk lebih mudahnya orang umum untuk mengapresiasikannya, dan memajang karya-karya para senimannya?

Sementara Harlah 22 Februari 2011masih dipenuhi berita-berita polotik di dalamnya sekan NU telah terjebak dalam dunia politik yang melambankan usaha-usaha pendidikan umat Islam. NU terasa tak hanya harus kemabali ke Khitah 1926 tapi juga harus serius mendalami seni dan budaya yang telah diwariskan oleh sunan-sunan yang telah mendahului.

Dalam pernyataaanya, Pak M Jadul Maula juga menambahkan bahwasanya LESBUMI sudah berpikir untuk memiliki pusat seni dan budaya, seperti Museum dan Galery, dikediamannya Selasa 22 februari.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sangiang, Pulau Memukau yang Mudah Dijangkau …

Hari Akbar Muharam ... | | 24 May 2015 | 01:37

Beras Plastik Siapa Bermain? …

Musni Umar | | 24 May 2015 | 07:31

Kompasiana Seminar Nasional: Harapan serta …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 15:58

Pahami Screen Time dan Play Time untuk Anak …

Giri Lumakto | | 23 May 2015 | 22:19

Kota Batam Gandeng Yokohama untuk Menjadi …

Isson Khairul | | 23 May 2015 | 20:23


TRENDING ARTICLES

Rekayasa Hadi, Negara Rugi 2 Triliun, KPK …

Imam Kodri | 5 jam lalu

FIFA, Jangan Heran Indonesia Berani Bekukan …

Mafruhin | 14 jam lalu

Menyoroti Pembangunan Rel Kereta Api di …

Johanis Malingkas | 16 jam lalu

Dua Kali Ke Toilet, Saldo Multitrip Dipotong …

Endang Priyono | 17 jam lalu

Air Mata Ema Tumpah di Korem 151 Binaya …

Rusda Leikawa | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: