Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Jasad Utuh Gus Dur, Bukti Sifat Kewalian ?

OPINI | 18 February 2011 | 23:50 Dibaca: 4061   Komentar: 31   1

12980273311840040463

Situasi makam Gusdur setelah ambles dan terlihat kain kafanya masih bersih.

Pasca amblesnya makam KH Abdurahman Wahid atau Gus dur, keluarga besar almarhum tokoh pluralis langsung menggelar rapat internal. Tidak ada yang tahu isi pembahasan rapat bani Hasyim tersebut. Namun dipastikan rapat ini tidak lepas dari amblesnya makam Gus Dur yang berakibat terlihatnya kain kafan yang masih bersih serta utuhnya jasad Presiden RI ke IV tersebut. Salah satu orang dekat keluarga besar bani Hasyim, Sholahul Am Notobuwono (Gus Aam) membenarkan jika fenomena langka itu sedang dalam pembahasan internal keluarga. Tidak hanya itu, amblesnya makam Gus Dur yang bertepatan dengan peringatan maulid nab lalu, menurut ketua PC.GP.Ansor Jombang ini sebenarnya telah direspon langsung dua putri Gus Dur. Inayah dan Alissa telah melihat mendatangi pondok pesantren Tebuireng beberapa jam pasca -amblesnya makam Gus Dur tersebut. Kabar tentang kondisi jasad utuh serta kain kafan yang masih putih bersih ternyata telah tersebar ke seantero wilayah. Di kalangan Gusdurian (pengagum Gus Dur) meski masih sedikit terselubung, diakui jika fenomena yang menunjukkan sifat kewalian Gus Dur benar adanya.

12980234471721734826

jasad st Bernadette, sudah berusia 132 tahun

Namun, sesungguhnya tidak semua orang sefaham dengan keislaman Gus Dur , beberapa kalangan menyebut keislaman Gus Dur sebagai Islam liberal yang patut diwaspadai.  Terlepas dari kontroversi tersebut, fenomena jasad utuh diluar hukum alam banyak dijumpai dibelahan dunia ini. Salah satu dari mereka yang jasadnya tetap utuh adalah jasad St Bernadette  yang terlahir sebagai Bernadette Sourbrous di Lourdes, Perancis. Meninggal pada tahun 1879 yang artinya usia jasad tersebut sudah berusia 132 tahun. Selain itu, di Perancis masih ada St. Jean Baptiste Marie Vianney (May 8, 1786 - August 4, 1859)  yang jasadnya masih utuh  hingga saat ini walaupun usia jasadnya 162 tahun. Di Jeman ada Saint Teresa Margaret,usia  jasad 241 tahun.meninggal tahun 1770. Masih banyak ditemukan kasus2 serupa dan paling tua  adalah jasad raja mesir kuno atau jasad  wanita China yang berusia lebiah dari 2150 tahun. Di Indonesia fenomena serupa banyak terjadi, namun apakah hal itu merupakan bukti kewalian atau kesucian akan kembali pada keyakinan kita.

Tidak membusuknya jasad orang yang sudah meninggal masih menjadi misteri, sebagai contoh terhadap jasad St Benardette, jasad  St Bernadette  tidak mengalami oksidasi  sebaliknya,  Rosario St Bernadete teroksidasi ,  situasi semacam ini sudah seharusnya membusukkan jasad St. Bernadette tetapi ternyata Jasad bernadette tidak membusuk. Demikian juga dengan penelitian  jasad2 lain di daerah pemakaman yang sama, Jika benar Incorrupted bodies dikarenakan peristiwa alamiah, maka jasad lainpun di daerah yang sama seharusnya mengalami Incorrupted bodies.  Sebagimana penelitian yang dilakukan terhadap jasad  John Vianney,  yang dililin hanya wajahnya, bagian lain tidak. Toh yang tidak membusuk bukan cuma wajahnya, bagian lain juga “ikut awet”.

12980248871624948938

Penemuan Jasad utuh di China

Fenomena serupa juga ditemukan di China. Salah satu dari 6 jasad yang masih utuh ini ditemukan saat dilangsungkan penggalian pada proyek konstruksi di Turfan, Xinjiang, China timur jauh. Jasad-jasad tersebut diyakini sebagai pejabat pada masa Dinasti Qing, kekaisaran terakhir di China yang bermula dari 1644 hingga terbentuknya Republik China pada 1911. Jasad-jasad pria yang memiliki tinggi badan hinga 1,7 meter ini memiliki rambut panjang yang dijalin seperti ekor kuda. Gaya rambut ini dikenalkan di China pada awal abad ke-17 oleh Kaisar Nurhaci. Nurhaci mendirikan Dinasti Manchu, Manchuria, yang kemudian menjadi Dinasti Qing. Pada masa tersebut, kalangan pria diwajibkan menggunduli kepala bagian atas dan samping serta menyisakan rambut di bagian belakang kepala yang tergerai panjang atau dibentuk ekor kuda. Siapa pun yang memotong rambut bagian kepala belakangnya saat itu bisa dihadapkan pada ancaman hukuman mati atau ancaman hukuman sebagai pemberontak. Selain sebagai simbol kekuasaan dinasti, gaya rambut tersebut diberlakukan untuk membedakan warga Manchu dengan warga di luar dinasti.

Kaum Gusdurian barangkali menyakini bahwa fenomena jasad Gusdur adalah bukti kewalian Gusdur dan kebesaran Allah SWT karena keyakinan mereka adalah Islam. Terhadap jasad St Bernadette, penganut katholic mungkin ada yang meyakini fenomena terhadap jasad st bernadette tersebut sebagai bukti kebesaran Tuhan Yesus. Lalu bagaimana dengan penemuan jasad di China, apakah orang China yakin fenomena tersebut bukti kebesaran Allah atau Tuhan Yesus ?. Bahwa disini seharusnya kita memandang fenomena tersebut berdasarkan keyakinan kita dan setiap orang bebas berkeyakinan dan itu dibutuhkan sikap saling menghargai dan saling menghormati.

Tags: gusdur

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lebaran Sederhana ala TKI Qatar …

Sugeng Bralink | | 30 July 2014 | 22:22

Ternyata Kompasiana Juga Ada Dalam Bidikan …

Febrialdi | | 30 July 2014 | 04:30

Indonesia Termasuk Negara yang Tertinggal …

Syaiful W. Harahap | | 30 July 2014 | 14:23

Sultan Brunei Sambut Idul Fitri Adakan Open …

Tjiptadinata Effend... | | 30 July 2014 | 07:16

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Jokowi Menipu Rakyat? …

Farn Maydian | 3 jam lalu

Gandhi-Martin Luther-Mandela = Prabowo? …

Gan Pradana | 5 jam lalu

Jokowi Hanya Dipilih 37,5% Rakyat (Bag. 2) …

Otto Von Bismarck | 7 jam lalu

Jokowi yang Menang, Saya yang Mendapat Kado …

Pak De Sakimun | 9 jam lalu

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda …

Evha Uaga | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: