Artikel

Sosbud

Eyang Kakung

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Eyang Kakung,seorang pegawai negeri sipil pada sebuah instansi pemerintah. Belajar ngeblog untuk menuliskan apa yang dilihat, didengar dan dirasakan di sekitar lingkungan saya sebagai PNS. Apa yang tertulis bukan dimaksudkan memuji atau mencaci pihak manapun. Apa yang saya sampaikan hanya sekedar catatan pribadi, tidak mewakili instansi pemerintah manapun. Mohon maaf jika ada pihak yang tidak berkenan. Ini hanyalah catatan seorang PNS, Eyang Kakung.

Demi Komodo, Cepat dan Tepat Putuskan!


HL | 07 February 2011 | 15:59 Dibaca: 309   Komentar: 11   1 dari 1 Kompasianer menilai inspiratif

12970821672102586834

Komodo/Admin (AFP)

Seperti telah menjadi berita, bahwa jika Indonesia terancam dihapus dari finalis new7wonders jika mundur atau tidak sanggup menjadi tuan rumah pengumuman pemenang new7wonder tanggal 11 november 2011 nanti.

Indonesia keberatan hosting deklarasi tersebut disebabkan harus membayar uang sebesar US 10 juta sebagai uang hak tuan rumah (licence fee) sebagaimana yang dikehendaki panitia new7wonders. Ditambah sekitar us 35 juta untuk biaya produksi dan pelaksaaan kegiatan. Total sekitar rp 450 milyar. Selain menyangkut besarnya dana, Indonesia keberatan dengan proses penunjukan sebagai tuan rumah yang mendadak, tidak transparan dan akuntabel.

Memperhatikan berita yang berkembang, pemerintah Indonesia harus segera mengambil keputusan; apakah mundur atau tetap menjadi finalis new7wonders. Sebagai rakyat Indonesia, saya menyampaikan saran untuk pertimbangan keputusan:

Pertama; kesetaraan besarnya biaya yang harus dikeluarkan dengan benefit yang diterima. Dengan biaya sekitar Rp 450 milyar, apakah indonesia khususnya Taman Nasional Komodo akan mendapatkan benefit dari sisi promosi dan kunjungan wisata  yang setara? Daripada untuk membiayai event itu, mengapa uang sebesar itu tidak digunakan untutk “memberi makan” komodonya saja?

Kedua; pastikan bahwa Indonesia tidak melakukan wanprestasi (ingkar janji) seperti yang dituduhkan panitia new7wonder. Jika benar seperti yang disampaikan oleh kementerian budaya dan pariwisata, bahwa telah terjadi proses penunjukan host yang tidak jelas term of reference dan prosesnya; maka saya yakin rakyat indonesia akan mendukung keputusan indonesia mundur dari finalis new7wonders.

Ketiga; prioritas utama adalah Taman Nasional Komodo. Sehingga apapun keputusan pemerintah nanti, yang menjadi pertimbangan utama adalah kelestarian komodo. Disini perlu ditekankan, bahwa komodo masuk pada new7wonder ataut idak bukan lagi pokok permasalannya. Melainkan bagaimana taman nasional komodo terus dipromosikan. Perlu dicari jalan keluar apa yang harus terus dilakukan sehingga kampanye dan promosi taman nasional komodo dapat terus berlangsung. Demikian juga tempat wisata menarik lainnya di indonesia. Sehingga mampu menarik wisatawan domestik dan internasional.

Keempat; diperlukan kecerdasan dan kecepatan tindakan pemerintah dalam mengambil keputusan sekaligus menangkis black campaign dari panitia new7wonders. Hal ini penting dilakukan, karena bagaimana pun penggalangan opini terus berlangsung. Jika tidak cepat dan tepat Pemerintah Indonesia mengambil keputusan, justru saya khawatir menjadi bumerang dan berdampak negatif bagi komodo dan Indonesia.

Kesimpulannya, jika tetap maju jadi finalis new7wonder jangan sampai Indonesia dirugikan. Dan jika harus mundur, kampanye dan peduli kita terhadap Komodo tidak boleh luntur. Dukung terus Komodo dan kemajuan pariwisata Indonesia.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: