
I listen, I learn and I change. Mendengar itu buat saya adalah langkah awal dalam proses belajar yang saya tindaklanjuti dengan upaya melakukan perubahan untuk menggapai cita. Bukan hanya indra pendengaran yang diperlukan untuk menjadi pendengar. Diperlukan indra penglihatan, gerak tubuh bersahabat dan raut muka serta senyum hangat. Gaul !
Dibaca: 769
Komentar: 18
3 dari 6 Kompasianer menilai Bermanfaat
Ilustrasi/Admin (shutterstock)
“Every time they make a joke, it’s a law and every time they make a law, it’s a joke.” Will Roger
Pepatah yang diungkap Will Roger (WG) diatas adalah ungkapan sinisnya atas perilaku orang-orang Kongres Amerika yang notabene politikus. WG adalah tokoh cowboy yang sangat terkenal jaman The Wild West, USA di perioda 1920an. Konon WG sering mempertunjukkan kebolehannya bermain laso, pistol dan senapan untuk menghibur publik. Bahkan menjadi semakin terkenal karena dengan kepiawaiannya sebagai cowboy memberi pertolongan pada kaum yang tertindas khususnya dari ulah bohong, arogan dan kesemenaan aparat pemerintah. Sikap penolong WG ini setara dengan tokoh legenda Inggris Robinhood.
Heboh bohong yang dilontar kaum pemimpin cum politikus bukanlah cerita baru. Kalangan awam sepertinya sudah melekatkan emblem bohong pada politikus. Terlepas dari pandangan sinis dan cemoohan ini, tetap saja politik menjadi salah satu profesi favorit. Tentu generalisasi politikus itu identik dengan bohong tidak selalu benar, ojo gebyah uyah kata orang Jawa karena sejatinya suatu negara tidak eksis tanpa politik.
Dalam buku laris manis yang dikarang Thomas Cathcart dan Daniel Klein dengan judul Aristotle and an Aardvark Go To Washington : Understanding Political Doublesspeak Through Philosophy And Jokes, 2008 kita bisa membaca contoh-contoh pernyataan politis baik yang dilontar formal maupun yang berupa ceplosan instan atau keseleo lidah (slip of the tounge) oleh kaum politikus di USA. Contoh pernyataan politis yang ditampilkan berimbang untuk semua kalangan politik tanpa membedakan sang politikus itu berasal dari partai Democrat, Republic, Independents, Liberals, Conservatives dan partai-partai gurem. Kalimat-kalimat politis yang dipandang bernuansa bohong atau lelucon itu kemudian dikategorikan duo pengarang itu kedalam 6 kelompok, yaitu: 1. Misleading With Doublespeak yaitu pernyataan yang sering kita sebut sebagai kalimat bermakna majemuk. 2. Misleading By Getting Personal yaitu lontaran yang menuju sasaran tembak pada individu, 3. Misleading With Informal Fallacies yaitu membuat tafsir dari persepktif lain atas data atau fakta, 4. Misleading By Creating An Alternate Universe yaitu membuat kalimat menggunakan seolah kejadian itu terjadi didunia lain, 5. Misleading With Way Twisty Formal Fallacies yaitu membuat pernyataan dengan melakukan plintiran atas fakta, 6. Misleading By Fabrication yaitu membuat pernyataan melalui sebuah rekayasa. JFK yang merupakan Presiden Amerika yang digandrungi rakyatpun tak lepas kena sentilan dalam buku ini.
Bohong Orang-tua Dan Dampaknya
Tentu kita sering menjumpai dimana orang tua kesulitan menjawab dengan jurjur pertanyaan-pertanyaan yang diajukan anak-anak apalagi jika menyangkut hal yang sensitif dan sang anak dipandang belum waktunya untuk tahu. Pertanyaan seputar kelamin dan masalah seksual adalah yang paling kerap membuat orang tua jengah dan serba salah. Dijawab jujur khawatir menyesatkan. Berbohong sering menjadi pilihan walau bohong ini dipercaya bukan atas niat buruk melainkan upaya mengulur waktu sampai tiba waktu yang tepat. Ada masa dimana anak-anak memiliki rasa ingin-tahu yang tak pernah henti, setiap benda dan kejadian tak luput dari pertanyaan pmenuh rasa ingin tahu. Ini sebetulnya masa belajar yang paling produktif namun banyak orang tua yang tak pandai menangkap peluang emas ini. Banyak juga kebohongan disebabkan tak cukupnya waktu untuk bertutur panjang-lebar kala interaksi dengan putra-putrinya. Dengan dalih efisiensi dalam menjawab rasa penasaran sang anak, kebohongan tanpa niat buruk (white lies) yang terjadi. Sekali lagi, dihati sang orang-tua senantiasa ada tumpukan jawaban yang janji akan dilontarkan bila telah tiba waktunya. Sayangnya waktu yang tepat itu tak pernah ada. Akibatnya bohong itu tetaplah menjadi kebohongan. Walau kebohongan ini sering menjadi ganjalan dalam hati namun banyak cara menyembuhkannya. Kebohongan dengan niat baik ini tidak memperburuk keintiman orang tua dengan putra-putri.
Banyak pula kebohongan sering dilakukan oleh orang tua yang berdampak buruk pada pertumbuhan anak. Misalnya kebohongan-kebohongan yang terjadi pada orang tua yang tidak mengalami kehidupan yang rukun dalam berkeluarga. Ayah dan Ibu dengan berbagai tameng akan menjawab pertanyaan dan membuat penjelasan yang menutupi ketidakrukunan antara keduanya. Akumulasi kebohongan ini sering berdampak buruk bagi putra-putri. Gangguan kejiwaan berupa tidak betah dirumah (broken home) itu adalah salah satu akibatnya. Begitu juga dengan terganggunya masa kreatif anak baik saat dibangku formal sekolah maupun di berbagai kegiatan ekskul (ekstra-kulikuler). Bahkan terjerembab kejurang yang gelap-gulita seperti adiksi napza atau narkoba ditengarai akibat tekanan kejiwaan yang dierita anak akibat bertumpuknya kebohongan dari orang tua pada anak-anaknya. Keberanian menerima fakta apa adanya dan merajut kembali kerukunan khususnya kuantitas dan kualitas interaksi orang tua dengan anak adalah obat mujarab dalam mengetaskan sang anak dari jerat adiksi. Seperti pepatah bilang, satu kebohongan hanya bisa ditutupi oleh minimal satu kebohongan lain tapi tidak akan pernah mampu mengobatinya.
Bagaimana dengan mereka yang misalnya tidak masuk dalam kategori politikus dan orang-tua, apakah juga terperangkap dalam perbuatan bohong? Jawabnya – Ya ! Waktu, lokasi dan situasi sering memojokkan kita untuk berbohong. Ada yang niatnya baik ada juga yang demi cari selamat bahkan banyak juga untuk tujuan-tujuan lain. Tutup mulut atau diam seribu bahasa walau tahu akan fakta dan jawabannya akibat khawatir akan berdampak buruk jika dikatakan adalah bentuk kebohongan yang paling ringan derajat kesalahan atau dosanya. Barangkali, hanya malaikat saja yang tak pernah berbohong. Itu sebabnya Tuhan YME senantiasa memberi peluang bagi umat-Nya untuk memohonkan ampunan dan dibukakan pintu taubat. Jika tidak sekarang kapan lagi — bertaubatlah !