Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Puspita Wasita

Alumni psy UI, organisasi : GLG,alumni pln Jateng,alumni smam Crb,Mina Pertiwi. Hobby: :menyanyi,jalan2,poco2,nulis2,nyawang org2 cakep.Motto selengkapnya

Sungkeman

OPINI | 21 January 2011 | 11:42 Dibaca: 581   Komentar: 4   1

1295595895519669160Sungkeman adalah prosesi didalam upacara akad nikah.

Tidak diwajibkan tapi dipantaskan bagi para pengantin untuk sungkem kepada para sesepuh, baik dari pihak pengantin wanita atau pihak pengantin pria.

Pada saat sungkeman biasanya faktor emosional muncul, saling bertangisan, saling mencucurkan air mata, padahal sungguh sangat kontradiksi dengan kegembiraan yang sedang dialami oleh para pengantin serta keluarga masing2. Pertanyaannya adalah kenapa kok selalu harus menangis bila sedang melaksanakan akad nikah ? Waallahhualam

Sebuah tradisi yang tidak ada di adat barat. Sebuah prosesi yang sangat menyentuh ,ada rasa gembira ada rasa pilu karena akan kehilangan buah hati tersayang. Ini semua hukum alam. Tidak perlu didramatisir, tidak perlu bersedih ria, bukan ?

Bagi yang berasal dari jawa atau sunda atau dari mana yg ada prosesi sungkeman, tentu dengan melihat gambar ini akan  teringat  ketika diri sungkeman, begitu masih teriris hati ini, begitu cepat waktu berlalu.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gandari: Menyibak Karakter dan Sikap …

Olive Bendon | | 18 December 2014 | 17:44

Hidayat Nur Wahid Tidak Paham Hukum …

Hendra Budiman | | 18 December 2014 | 12:50

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24

Rangkuman Foto: Menyusuri Monumen Penting di …

Bisurjadi | | 18 December 2014 | 14:42

KOMiK Nobar Film Silat Pendekar Tongkat Emas …

Komik Community | | 17 December 2014 | 11:56



Subscribe and Follow Kompasiana: