Artikel

Sosbud

Indonesia Ternyata Lebih Efisien Waktu daripada Japan


HL | 19 January 2011 | 12:07 Dibaca: 1309   Komentar: 55   5 dari 6 Kompasianer menilai Menarik

Alhamdulillah 4 bulan sudah menetap di jepang, dan mulai bisa merasakan suasana-suasana di mari (gaya orang betawi.red). Nah pembaca yang budiman, selama ini kita tahu bahwa jepang adalah negara dengan efisiensi waktu terbaik di dunia. Saya yang coba membuktikan pepatah tersebuti ternyata mendapatkan bahwa hal tersebut adalah SALAH BESAR… Terutama sekali dalam hal sistem transportasi. Bahkan saya berani bilang bahwa negeri kita Indonesia jauh lebih efisien waktu dalam urusan transportasi dibandingkan si matahari terbit ini.

Nggak percaya? Yuk mari kita ulas buktinya satu per satu melalui modus transportasinya masing-masing.

1. Bis

Di jepang ada aturan “Jangan berdiri untuk turun sampai bisnya berhenti dengan sempurna.” Tentunya hal ini akan menyebabkan inefisiensi waktu dong. Bayangkan jika waktu berhenti bis adalah sekitar 30 detik di 1 halte per orang, maka jika ada 20 halte saja bis ini sudah menyia-nyiakan waktu sekitar 10 menit. Bandingkan dengan miniarta di Indonesia yang bahkan dia hanya berhenti sepersekian detik dan mempersilakan penumpangnya untuk loncat demi efisiensi waktu. Luar biasa!

2. Pejalan kaki

Banyaknya lampu merah, zebra cross dan segala tetek bengek penghambat laju berjalan kaki dalam ukuran yang sangat signifikan. Bandingkan dengan Indonesia di mana waktu begitu dihargai dengan mempersilakan para pejalan kaki menerabas jalur mana saja, kapan saja, bahkan bisa menghentikan mobil hanya dengan lambaian tangan! Indonesia adalah surga buat pejalan kaki. 2 thumbs up..

3. Mobil

Di jepang ada 1 sign istimewa namanya “Tomare” alias berhenti. Jadi ketika naik mobil, ada atau tidak ada apapun di kanan kirinya, kalau ada sign “Tomare” tersebut, suka nggak suka harus berhenti. Nggak cuma berhenti, si supir harus celingak celinguk kanan kiri, kaya orang autis, memastikan kondisi jalan aman, walaupun sebenernya itu jalanan jam 2 pagi sekalipun yang kosong melompong. Buang-buang waktu nggak sih! Di Indonesia nggak ada aturan semacam itu. Rindu sekali menyetir dengan bebas di sana..

4. Motor

Motor (50cc) itu di jepang udah kayak sepeda, laris manis, tersebar di jalan-jalan. Namun ada beberapa aturan ribet (baca: tidak efisien) yang bikin sebal..

1). Motor harus selalu ada di kiri jalan, kecepatan nggak boleh lebih dari 40 kmph. Kapan nyampenyaaaa…..

2). Nggak ggak boleh bonceng orang…

3). Misalnya ada perempatan, dan kita pingin belok kanan. Pengendara motor harus turun dari motor, kemudian berjalan ke trotoar dan menuntun motor itu, menyeberang bersama pejalan kaki lain lewat zebra cross… Berapa menit waktu terbuang percuma, bayangkan…?!

Lagi-lagi, bandingkan dengan gaya motorist ala Indonesia. Demi menghemat waktu, kita biasa berhenti melewati lampu, supaya pas lampunya kuning, langsung tancap gaaasss……

5. Kereta

Nah ini yang terakhir, tokyo adalah salah satu kota terpadat di dunia. Bayangkan di pagi hari ribuan orang naik kereta dan berdesak-desakan, bahkan jika penuh, harus menanti kereta selanjutnya. Rasanya hanya Indonesia yang berani memiliki kebijakan revolusioner untuk memanfaatkan atap kereta sebagai kursi tambahan untuk meng-efisiensi-kan waktu!

Demikian sedikit ilustrasi tentang efisiensi waktu yang begitu diutamakan di atas segalanya di negeri kita tercinta, Indonesia. Sebetulnya, dari 4 contoh di atas, penulis hanya ingin memaparkan bahwa penulis kangen sekali dengan Indonesia ;).

sumber tulisan : http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150351105660088, atas ijin penulisnya,.. :)

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: