Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Fitri.y Yeye

Wanita biasa yang sangat sederhana. Penulis Novel Satu Cinta Dua Agama

Arti Sahabat

OPINI | 06 January 2011 | 01:22 Dibaca: 573   Komentar: 5   1

Sahabat adalah orang yang paling mengenal kita selain keluarga. Sahabat yang akan mengingatkan kita pada saat kita lupa. Sahabat yang menguatkan pada saat kita terpuruk. Sahabat yang mendengar dengan sabar setiap keluhan kita. Sahabat juga yang paling pantas menikmati bahagia yang kita rasakan. Itulah arti sahabat yang sebenarnya, mau menerima kita apa adanya. Tapi masihkah ada sahabat yang seperti itu di zaman sekarang? Ternyata jawabannya ada, tetapi jarang sekali kita temukan. Begitu berharganya seorang sahabat, maka pantas kita harus menjaga dan mengikat tali persahabatan itu dengan erat. Persahabatan diawali dari saling kenal di suatu komunitas atau suatu kelompok yang memiliki tujuan tertentu. Namun sangat tidak mudah untuk menjalin persahabatan yang abadi selamanya. Berbeda kepentingan adalah awal dari retaknya sebuah persahabatan. Tidak adanya saling pengertian menghancurkan nilai-nilai persahabatan itu sendiri.

Sebagai umat Muslim tentu teladan yang pantas di tiru adalah Nabi Muhammad saw. Bagaimana beliau membagun hubungan dengan para sahabat, saling mencintai, dan mengasihi satu sama lain. Persahabatan mereka diikat oleh satu alasan Agama yang benar dan itu membuat cinta mereka tejalin dengan sangat kuat. Di setiap kesempatan Rasulullah selalu menunjukkna pada sahabat lainnya tentang kelebihan satu sahabat. Sikap ini ternyata mampu menumbuhkan toleransi atau penghargaan yang kuat sesama sahabat. Misalnya Rasulullah pernah berkata melalui Aysah ra. Tentang Umar bin Khatab yang dijuluki Al-Faruq, karena keikhlasan dan kesucian hati beliau dari hawa nafsu serta kecintaan beliau pada keadilan. Nabi berkata :” Allah menempatkan kebenaran di lidah dan di hati Umar. Dialah Al-Faruq (pemisah) yang memisahkan antara yang hak dengan yang batil.” Dan inilah yang mengabadikan nama al_Faruq sepanjang sejarah, yang melekat pada Umar sampai sekarang, dan akan tetap demikian selamanya.

Dilain waktu Nabi jug pernah berkata tentang Usman bin Affan ” Umatku yang benar-benar pemalu adalah Usman” Karena begitu pemalunya Usman Nabipun sangat menghormatinya sehingga semua orang juga malu terhadap beliau. Bahkan Nabi pernah menyatakan “Bahkan malaikatpun malu terhadap Usman “Atau ketika Rasulullah memuji sahabat beliau Abdur-Rahman bin Auf tentang kejujuran dan ketulusan hati beliau. Sebagai salah seorang yang mula-mula dalam Islam, begitu besar cinta beliau kepada Allah dan Rasulnya. Sehingga Nabi mengatakan “Dia (Abdur-Rahman nin Auf) jujur di bumi dan di langit. Begitulah Rasulullah menunjukkan kecintaan beliau kepada sahabat-sahabatnya. Begitu banyak kisah para sahabat yang dapat kita teladani dalam Islam. Bagaimana Rasulullah menempatkan para sahabat di hati beliau, Buat Rasullullah semua sahabat-sahabat itu sangat berharga.

Begitu tulus persahabatan yang dicontohkan Rasul kepada kita. Semua menjadi sebuah pelajaran berharga buat kita. Di masa sekarang persahabatan terjadi bukan lagi atas dasar saling jujur dan keikhlasan. Tetapi lebih karena kepentingan pribadi dan golongan, yang bahkan sering terjadi sahabat menikam sahabatnya dari belakang. Ibarat kata pepatah sahabat sekarang menjadi “Musuh dalam selimut” Atau seseorang akan mau berteman dengan kita jika ia butuh sesuatu, dan pada saat ia sudah tidak perlu lagi maka ia akn dengan mudah menjelek-jelekkan sahabatnya. Ternyata tidak mudah membina hubungan persahatan itu, jika hati nurani dan kemanusiaan sudah tak bisa lagi bicara. Dan nafsu telah menjadi raja dalam diri.

Tulisan ini ditujukan untuk semua orang yang cinta perdamaian. Jaga selalu Silaturrahmi dengan sesama.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 6 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 6 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 7 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 13 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Makan Korban, Tiga Strategi ala Ken Arok …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

‘Man Jadda Wa Jadda’ ala …

Christian Kelvianto | 7 jam lalu

Cita-Cita Siswaku, Menggerakkan Hati …

Peno Suryanto | 7 jam lalu

Air …

Hotman J Lumban Gao... | 7 jam lalu

Penguasaan Sumber Daya Strategis …

Kang Warsa | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: