Artikel

Sosbud

Devi Purnama

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

A mom with 2 kids, living in a suburb in Jakarta.

Setelah Semua Berlalu


OPINI | 28 December 2010 | 12:08 Dibaca: 94   Komentar: 9   Nihil

Ketika kuputuskan tuk meninggalkan perusahaan besar temppatku bekerja, itu karena aku sudah sangat bosan dengan bekerja..Aku ingin  bekerja semauku, sesukaku..Dan, kupikir itu adalah dengan cara usaha sendiri…Aku begitu bersemangat.. Namun, begitu perusahaan menyetujui permmohonan pensiun diniku..aku begitu panik dan khawatir..

22 tahun, sejak sebelum menikah, aku telah melakukan rutinitas yang sama,,bangun pagi..setelah shalat subuh, siap2 berangkat ke kantor..memanaskan mobil tuaku dan berangkat kekantor..Tiba dikantor yang super modern dan sangat menyenangkan (kantorku sangat memanjakan pegawainya dengan fasilitas yang menyenangkan. Harum kopi akan mendorongkku angsung ke pantry dan mempersiapkan coffee with cream sendiri..lalu membuka lemari es yang selalu menyediakan muffin buat makan pagi..kuhangatkan didalam microwave..dan aku makan pagi sendiri dikantor sambil menunggu teman teman yang lain tiba..Kadang kyubawa muffin dan coffeeku kemejaku sambil melihat lihat berita daeri seluruh dunia…(bagian ini yang paling menyenangkan, karena aku tak pernah tertinggal berita apapun dari seluruh dunia). Dan lalu..kawan2 yang lain tiba..melakukan ritual yasng sama..buat kopi dan mempersiapkan makan pagi. Setelah semua selesai, kami langsung mengerjakan pekerjaan masing masing..Aku merasa sangat beruntung bekerja dengan orang orang yang sangat cerdas, memiliki kemampuan diatas rata2 dan sangat profesional. Aku belajar banyak dari teman2ku.. Kami akan langsung bekerja dimeja kami masing2…dan saling berinteraksi bila ada hal2 yang perlu dikerjakan bersama.. Makan siang kami dimulai jam 12.00 siang, dan biasanya kami bergerombol makan bersama…keluar kantor maupun dipantry kami..kami selalu bersama..

Weekend adalah saat saat kami bergaul dengan alam…trekking dikaki gn gede atau melakukan kegiatan mancing.. Ya, kami bertemu setiap hari selama seminggu, tapi kami tidak pernah merasa bosan…kami selalu rindu saat2 kami berkumpul..

Maka bohong bila kukatakan aku baik2 saja dengan rencana pensiunku…Tidak…aku tidak baik2 saja.. Aku akan kehilangan semua kesenangan itu…akan kehilangan semua kemewahan itu…gedung yang modern itu…Dan, tentu saja aku menghawatirkan incomeku..darimana aku akan mendapat income, sementara aku hanya seorang single parent, dengan seorang anak perempuan yang masih kuliah dan seorang anak lelaki yang akan segera kuliah…

Namun, semua kekhawatiranku menguap ketika aku melihat tayangan di TV, tentang seorang nenek yang berusia 70 an tahun, masih bekerja sebabgai menambang pasir ditepi sungai. Dialah sumber penghasilan keluarga, karena suaminya yang juga telah uzur tak bisa bekerja karena sakit, dan anak2 dan cucu2nya juga tak bisa membantu…

Astaghfirullah Rabb..nenek yang telah renta begitupun masih Kau beri rezek, maka tak patutlah aku khawatir menghadapi masa depanku…Insya Allah semua telah di siapkan oleh Allah Azza wajala…Insya Allah..Maka kepalaku tegak menghadapi masa depan..

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: