Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Risang

seorang yang biasa saja, bukan siapa2, tidak ingin menjadi siapa2 kecuali menjadi diri sendiri

Gus Dur, Wali ke 10?

OPINI | 23 December 2010 | 00:50 Dibaca: 520   Komentar: 14   1

(dari berita yang saya dapat dari seruu.com, Sabtu 18 Desember 2010)

12930652551695415363

sumber gambar: google

Mengenang satu tahun wafatnya Mantan Presiden RI sekaligus tokoh Nahdatul Ulama, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. disampaikan oleh Profesor Dr. H. Yudian W.Asmin sebagai guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, di pondok pesantren Tebuireng Jombang pada Minggu (19/12).

Yudian mengatakan di Indonesia, dikenal ada sembilan wali besar. “Dan dari catatan sejarah saya, Gus Dur adalah wali besar kesepuluh,” ujar dia. Yudian mengatakan Gus Dur adalah wali yang mempunyai tugas menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).¬† “Sunan-Sunan yang sebelumnya hanya menjaga suatu daerah tertentu sedangkan Gus Dur keluasan wilayahnya sangat besar,” kata Yudian selanjutnya.

Yudian mengatakan, Gus Dur hidup dalam konteks setelah Indonesia merdeka, dalam masa nasionalisme Indonesia yang tercabik dan Gus Dur sangat pantas disebut Wali, apalagi jika dibandingkan dengan jasa-jasa Wali sebelumnya.

Gus Dur sangat faham fiqih dan inilah yang sering dilupakan oleh para ulama. “Filsafat keislamaan beliau mampu menyelesaikan masalah pluralisme Indonesia saat itu. Gus Dur pernah berkata, ¬†hidupnya hanya untuk Indonesia, Islam dan Nahdatul Ulama.” kata Yudian.

Lepas dari keinginan untuk berpendapat atau berpolemik (karena saya merasa tidak punya kapasitas yang cukup untuk itu), saya hanya ingin mengaitkan dengan pernyataan “nyleneh” Gus Dur ketika ditanya apa beda beliau dengan Presiden sebelumnya :

Pernyataan Pertama:

“Kalau Bung Karno itu gila wanita, Pak Harto gila harta, Pak Habibie gila teknologi sedang Gus Dur?………..yang milih yang gila!”

Pernyataan Kedua :

“Kalau Bung Karno itu negarawan, Pak Harto hartawan, Pak Habibie ilmuwan sedang Gus Dur?………..wisatawan!”

Kalau betul beliau dianggap sebagai Wali ke 10, sayang kita tidak bisa menanyakan lagi apa komentar beliau tentang perbedaan beliau dengan wali sembilan yang lain.

Bagaimana komentar anda?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Cegah Lintah Darat Merajalela dengan GNNT …

Agung Soni | | 21 December 2014 | 11:16

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

Waspada Komplotan Penipu Mengaku Dari …

Fey Down | | 21 December 2014 | 23:23


TRENDING ARTICLES

Fenomena Prostitusi Online sebagai Efek …

Gholal Pustika Widi... | 6 jam lalu

Sensasi Singkong Rebus Menteri Yuddy …

Andi Harianto | 7 jam lalu

Ketika Tulisanmu Dihargai Jutaan Rupiah …

Wijaya Kusumah | 7 jam lalu

Sekilas Wajah Pak Menteri Anies Mirip …

Agus Oloan | 7 jam lalu

Campur Tangan Joko Widodo dalam Konflik di …

Imam Kodri | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: