Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Sejarah Desa Air Palawan, Kabupaten Kaur

REP | 22 December 2010 | 18:31 Dibaca: 162   Komentar: 0   0

Sebelum tahun 1916 Air Palawan masih hutan primer, kemudian Masyarakat datang dari Marga Ulu Nasal, untuk membuka pertanian dan langsung membuat pemukiman yang terdiri dari 7 kepala Keluarga yaitu Dulhamid, Pinte(Kedebak), Jetarif, Djamid, Cik wahar, Dullah dan Semong.

Pada tahun 1971 Dusun Air Palawan dilanda Banjir. Peristiwa ini menekan bencana tiga nyawa dan 7 ekor kerbau matu terbawa arus sungai. Banjir kembali terjadi ditahun 1939, kejadian ini membuat cemas penduduk. Dan pada tahun ini juga mereka melakukan musyawarah besar untuk menyikapi bencana ini. Dari hasil kemufakatan warga untuk memindahkan pemukiman dengan kreterua pertma tidak jauh dari tempat pemukiman sekarang dan kreteria kedua tempat agak tinggi sehingga terhindar dari banjir. Ditahun(1940) ini dusun air palawan baru diberikan kekuasan pemerintahan yaitu diangkatlah seorang depati yang dijabat oleh Dullah. Sejak ada pemerintahan ini maka dibanagunlaah sebuah masjid Air Palawan yang Pertama. Tahun 1945 Kemerdekaan RI, dan pada tahun ini juga penduduk bertmabah pesat yang berasal dari ulu nasal. Peristiwa Gerombolan 1955 yang membuat maasyarakat ketakutan dan masyarakat pun berpencar-pencar, ada ke Tebat Tajau, ada ke Pematang Jehing dan Ada ke Talang Teluk sedangkansebagian lagi masih bertahan tinggal di Air palawan dusun dekat sungai nasal. Penduduk di Pematang Jehing sudah berjumlah 10 KK dan pada ini juga pengganatian kepemimpinan dari depati Munir digantikan oleh Muhammad Nur. Perisyiwa ini terjadi pada angun 1960. Tahun 1961Terjadi pemindahan pemukiman yang diakibatkan oleh ada masyarakat yang hanyut pada saat menyeberang. Sehingga perpindahan ini dilakukan atas datas kemufakatan bersama yang dilatar belaknagi oleh peneberangan. Kesepakatan ini diindahkan secara bersama dan pemukiman di pindahkan ke Pamatang Jehing induk desa Air palawan sekarang. Penduduk dusun Pamatang Jering berjumlah 14 buah rumah. Dan ditahunini pula masjid di pindahkan dari air palawan ke Pematang jering

Suatu kejadian yang luar biasa yang dialami oleh rakyat indonesia, dimana pemrintah saat itu memprogramkan penyemprotan tanaman cengkeh dengan nama “CDC”. Dengan program yang dikucurkan ini bukan membuat tanaman cengkeh menjadi sehat, justru tanaman cengkeh mati total. Hal ini sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat drastis menurun.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Menilai Pidato Kenegaraan Jokowi …

Ashwin Pulungan | | 21 October 2014 | 08:19

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | | 21 October 2014 | 07:08

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 4 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 6 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 8 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 11 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 7 jam lalu

Jika Kau Bukan Anak Raja, Juga Bukan Anak …

Mauliah Mulkin | 7 jam lalu

Me Time (Bukan) Waktunya Makan Mie! …

Hanisha Nugraha | 7 jam lalu

Kisah Setahun Jadi Kompasianer of the Year …

Yusran Darmawan | 7 jam lalu

Semoga Raffi-Gigi Tidak Lupa Hal Ini Setelah …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: