Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Budi Usman

saya putera betawi lahir dari blasteran ciledug/udik dan kalideres serta lahir di tangerang 6 mei selengkapnya

Foto Eksklusif Razia Panti Pijat di BSD Tangsel (2)

REP | 14 December 2010 | 17:00 Dibaca: 33213   Komentar: 7   2

1292345745811180725

BBeginilah suasana razia di sebuah panti pijat plus-plus yang terjadi belum lama ini. Beberapa pemijat yang cantik-cantik kedapatan sedang melakukan perbuatan mesum dengan tamunya dalam keadaan setengah telanjang bulat.(foto: budi tr)

Maraknya pengaduan masyarakat tentang dugaan prostitusi yang dilakukan di panti pijat di Perumahan BSD City, Serpong, Kota Tangsel, membuat Satpol PP dan Polsek Serpong menggelar razia kemarin. Dalam razia itu, didata 75 pekerja dari beberapa panti pijat di kawasan perumahan elite tersebut. Selain mendata 75 pekerja, Satpol PP dan polisi juga mendata 10 pengunjung dari panti pijat tersebut. Meski tidak mendapati wanita pekerja panti pijat di bawah umur, namun diketahui bahwa para pekerja itu mayoritas berusia antara 20-25 tahun. Walau tidak ditangkap, tapi identitas para pekerja itu dicatat.

1292345361105122559812923450937943078841292345428334826671

Penertiban (razia) tempat-tempat yang diduga disalahgunakan sebagai tempat maksiat yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel dinilai masih pilih kasih. Karena meskipun secara kasat mata lokasi-lokasi tertentu sudah mirip sebuah lokalisasi, nyatanya sampai kini belum ada upaya penertiban yang memadai.

Terkesan di lapangan jajaran Satpol PP Tangsel pilih kasih, masak cuma di kawasan BSD City saja yang dirazia padahal di daerah lain juga banyak. Seperti Pondok Kacang juga banyak sarang prostitusi. Tapi tidak dirazia, padahal di situ banyak sekali tempat-tempat pijat dan banyak PSK (pekerja sek komersial) yang berkeliaran. Hal senada juga dilontarkan Wien, warga Serpong. Menurutnya ada banyak tempat yang diduga jadi sarang maksiat di Tangsel yang seperti tak pernah tersentuh. Repotnya, sarang maksiat ini berada dekat kawasan pemukiman. “Kalau mau dibilang kota relijius, jangan setengah-setengah.

Wakil DPRD Kota Tangsel asal PKS, Ruhamaben menyatakan masyarakat harus memaklumi kalau Satpol PP belum bisa menertibkan tempat-tempat yang disinyalir digunakan sebagai tempat prostitusi. Menurutnya karena banyak perda yang diawasi oleh Satpol PP tapi mereka terbentur sumber daya manusia (SDM) dan terbentur dengan anggaran yang sangat minim.

Sepanjang pengamatan ,Selasa (14/12) malam masih banyak tempat-tempat atau jalan yang masih banyak PSK berkeliaran. Seperti di Jalan P, Jalan S, Jalan A, Jalan R (Serpong), Jalan O (Ciputat),  Jalan PK, Jalan J (Pondok Aren). Ini sangatlah bertentangan dengan motto Tangsel, yakni cerdas, modern dan religius.

Sebelumnya Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Satpol PP dan bekerja sama dengan Polsek Serpong merazia dan menertibkan tempat-tempat panti pijat yang disalahgunakan menjadi tempat prostitusi. Dalam razia yang dilakukan Satpol PP dan bekerjasama dengan Polsek Serpong di Ruko Golden Boulevar, Jalan Pahlawan Seribu, BSD City, Tangerang Selatan, petugas mendatangi enam tempat panti pijat 12923452171414738729 ***

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kapan Kota di Indonesia Jadi World Book …

Benny Rhamdani | | 23 April 2014 | 09:29

Para Wanita Penggiat Bank Sampah Memiliki …

Ngesti Setyo Moerni | | 23 April 2014 | 05:10

Ina Craft Apakah Mampu Membantu dan …

Een Irawan Putra | | 23 April 2014 | 06:01

Pelajaran Politik Busuk Ternyata Dimulai …

Muhammad Irsani | | 23 April 2014 | 09:41

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 2 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 4 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 4 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 5 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 7 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: