Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Kang Aboe

Mau santai boleh, mau serius juga boleh....

Enaknya Kerja di BUMN

REP | 15 December 2010 | 04:45 Dibaca: 1679   Komentar: 7   0

12923891482004553080

Hari pertama kerja di sebuah Bank BUMN di Jakarta kesannya sangat “berbeda”. Ya, setelah bertahun-tahun bekerja di luar negeri, akhirnya jadi juga bekerja di Indonesia. Kesan “berbeda”  Saya dapatkan karena ternyata suasananya terbilang agak santai dan cenderung “semau gue”. Coba di kantor saja ada TV dan Internet yang bisa  terbuka alias tidak di-blok. Hanya alamat website situs media sosial  saja yang diblok.  Nah contohnya saja sekarang sambil kerja, bisa cek email pribadi dan malah masih bisa kirim posting untuk kompasiana.

Hari pertama kerja bisa dikatakan hanya ngobrol ngalor ngidul saja. Apa lagi di tempat bekerja telah ada teman lama yang dulu sama-sama bekerja di luar negeri. Saya jadi ingat waktu pertama kali bekerja di luar negeri,  dari pihak perusahaan tempat Saya bekerja telah ada arahan dan tahapan yang mesti Saya kerjakan di hari pertama bekerja. Waktu itu suasananya sangat menegangkan dan penuh dengan tekanan, tetapi walaupun demikian kesan profesional terpancar dari semua staff yang bekerja. Jangankan bisa akses email pribadi atau nonton TV, alamat situs yang tidak berhubungan dengan bidang pekerjaan semuanya di blok. Termasuk tidak bisa baca kompas dan posting di kompasiana. Nah yang lebih repot lagi, akses email dan internet lewat HP pribadi saja sering kali ditegur sama atasan.

Perekonomian Indonesia memang lagi bergeliat,  kesempatan berkarir di tanah air pun mulai menjadi pilihan.  Bekerja sebagai PNS atau di perusahaan BUMN dan BUMD sekarang bisa menjadi kebanggaan. Kata orang-orang bukan hanya gaji dan tunjangan yang besar, tapi bisa juga dapat sampingan tambahan.

Tapi hati kecil ini mulai dihinggapi perasaan was-was di hari pertama bekerja, rencana pemerintah memprivatisasi bank-bank BUMN bisa jadi membawa dampak terhadap seluruh pegawainya.  jikalau semua perusahaan BUMN dijual alias diprivatisasi mungkin kesan suasana santai dan “semua gue” yang Saya dapatkan di hari pertama bekerja mungkin tinggal kenangan saja. Malah bisa jadi pekerjaan kita pun menjadi kenangan saja alias terkena PHK.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46


TRENDING ARTICLES

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 10 jam lalu

Timnas Menang Besar ( Penyesalan Alfred …

Suci Handayani | 11 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Rusmin Sopian | 12 jam lalu

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 17 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 11 jam lalu

Kartu Kredit: Perlu atau Tidak …

Wahyu Indra Sukma | 11 jam lalu

Gerakan Desa Membangun: Sebuah Paradigma …

Yulio Victory | 11 jam lalu

Berbagai Pandangan “Era Baru Polri Dibawah …

Imam Kodri | 11 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: