Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Kang Aboe

Mau santai boleh, mau serius juga boleh....

Enaknya Kerja di BUMN

REP | 15 December 2010 | 04:45 Dibaca: 1657   Komentar: 7   0

12923891482004553080

Hari pertama kerja di sebuah Bank BUMN di Jakarta kesannya sangat “berbeda”. Ya, setelah bertahun-tahun bekerja di luar negeri, akhirnya jadi juga bekerja di Indonesia. Kesan “berbeda”  Saya dapatkan karena ternyata suasananya terbilang agak santai dan cenderung “semau gue”. Coba di kantor saja ada TV dan Internet yang bisa  terbuka alias tidak di-blok. Hanya alamat website situs media sosial  saja yang diblok.  Nah contohnya saja sekarang sambil kerja, bisa cek email pribadi dan malah masih bisa kirim posting untuk kompasiana.

Hari pertama kerja bisa dikatakan hanya ngobrol ngalor ngidul saja. Apa lagi di tempat bekerja telah ada teman lama yang dulu sama-sama bekerja di luar negeri. Saya jadi ingat waktu pertama kali bekerja di luar negeri,  dari pihak perusahaan tempat Saya bekerja telah ada arahan dan tahapan yang mesti Saya kerjakan di hari pertama bekerja. Waktu itu suasananya sangat menegangkan dan penuh dengan tekanan, tetapi walaupun demikian kesan profesional terpancar dari semua staff yang bekerja. Jangankan bisa akses email pribadi atau nonton TV, alamat situs yang tidak berhubungan dengan bidang pekerjaan semuanya di blok. Termasuk tidak bisa baca kompas dan posting di kompasiana. Nah yang lebih repot lagi, akses email dan internet lewat HP pribadi saja sering kali ditegur sama atasan.

Perekonomian Indonesia memang lagi bergeliat,  kesempatan berkarir di tanah air pun mulai menjadi pilihan.  Bekerja sebagai PNS atau di perusahaan BUMN dan BUMD sekarang bisa menjadi kebanggaan. Kata orang-orang bukan hanya gaji dan tunjangan yang besar, tapi bisa juga dapat sampingan tambahan.

Tapi hati kecil ini mulai dihinggapi perasaan was-was di hari pertama bekerja, rencana pemerintah memprivatisasi bank-bank BUMN bisa jadi membawa dampak terhadap seluruh pegawainya.  jikalau semua perusahaan BUMN dijual alias diprivatisasi mungkin kesan suasana santai dan “semua gue” yang Saya dapatkan di hari pertama bekerja mungkin tinggal kenangan saja. Malah bisa jadi pekerjaan kita pun menjadi kenangan saja alias terkena PHK.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Revolusi dari Desa di Perbatasan …

Pepih Nugraha | | 23 October 2014 | 12:52

Sakitnya Tuh di Sini, Pak Jokowi… …

Firda Puri Agustine | | 23 October 2014 | 09:45

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Pertolongan Kecelakaan yang Tepat …

M. Fachreza Ardiant... | | 23 October 2014 | 10:23

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 6 jam lalu

Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

Syaiful W. Harahap | 6 jam lalu

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 8 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 8 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Terapi Cahaya PINK di Rosereve Plaza …

Mila Vanila | 8 jam lalu

Menanti …

Rizki Fujiyanti | 8 jam lalu

Let’s Do Together …

Ayumulya | 8 jam lalu

Jokowi: Buah Demokrasi atau Kegagalan Total …

Jaka Pujiyono | 8 jam lalu

Banjir Melanda SMP Rehoboth Formasi …

Jurnalis Warga Samb... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: