Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Ridwan Adi

SATU spiritualitas..SATU Identitas…SATU kebenaran..SATU pengertian..SATU hati…SATU kesadaran…SATU kemanusiaan…SATU keyakinan…SATU AGAMA..,[ IALAH DIRIMU SENDIRI ]. It's selengkapnya

Monarki Dan Demokrasi ?

REP | 06 December 2010 | 11:15 Dibaca: 256   Komentar: 9   0

Aristoteles adalah satu- satu orang yang mempunyai pandangan politik yang dianggap ketinggalan zaman bila dibanding dengan pandangan umum para filosof  Yunani. Walaupun Ia adalah filosof besar yang tampil paling terakhir setelah Socrates dan Plato namun ada satu gagasanya yang sangat kontroversial yang membuatnya dianggap ketinggalan zaman. Ia mengatakan bahwa ada tiga bentuk terbaik dari model pemerintahan , yaitu Monarki, Aristokrasi dan dan Republik Konstitusional. Ia bahkan menjelaskan bahwa jika ketiganya disalah gunakan maka akan rusak menjadi Tirane, Oligarki dan Demokrasi ( The Everything Great Thinkers Book , James Manion ).

Yang paling aneh dan kontroversial adalah ia menyebut Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang dihasilkan oleh penyalahgunaan  bentuk pemerintahan Republik Konstitusional. Sungguh amat bertolak belakang dengan keyakinan manusia modern saat ini yang begitu mengagungkan Demokrasi. Demokrasi dalam pandangan Aristoteles tidak hanya buruk namun merupakan bentuk pemerintahan dari hasil penyalahgunaan. Sebaliknya Aristoteles menyebutkan bahwa bentuk Monarki adalah bentuk pemerintahan terbaik  jika ia tidak disalahgunakan. Monarki akan menjadi Tirani jika disalahgunakan.

Sepertinya jika kita menengok isu terakhir mengenai perseteruan demokrasi dan Monarki di DIY ( Daerah Istimewa Yogyakarta ) , referensi ini bisa menjadi penerang bahwa memang  kecenderungan - pro terhadap Demokrasi perlu dipertimbangkan lagi. Karena dari sumbernya sendiri Demokrasi tidak mendapatkan pengakuan positif , bahkan dikatakan sebagai sistem hasil penyalahgunaan Republik Konstitusional.

Dan secara fakta terlihat bahwa aplikasi dari demokrasi di Indonesia memang sangat buruk. Demokrasi hanyalah basa- basi politik untuk meraih kekuasaan. Banyak manipulasi Pemilu, kebohongan yang semakin menelantarkan rakyat. Selain itu dana yang dikeluarkan juga menjadi pemborosan negara. Uang rakyat kecil yang seharusnya diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat lemah terbuang sia- sia hanya untuk ceremonial demokrasi .

Keburukan Demokrasi terlihat lebih banyak dari pada kesuksesanya. Demokrasi sangat rentan terhadap manipulasi dan memutar- mutar arah kepemimpinan bangsa ini. Bangsa ini menjadi mengalami kehampaan dan kehilangan driver  pemerintahan.Padahal yang dibutuhkan bangsa ini adalah arah dan gerakan untuk maju.

Dan kepemimpinan Demokrasi memang sangat aneh, dalam Islam pun tidak mengenal kepemimpinan seperti ini. Islam hanya mengenal Musyawarah dan dalam sejarah awal Islam  pemimpin di pilih melalui penetapan seperti yang terjadi di Yogyakarta.

Bagi sebagian kita yang begitu mengagungkan Demokrasi seharusnya mempertanyakan kembali tentang sistem ini. Apakah relevan untuk  berpihak pada sistem ini atau justru Demokrasilah penyebab malapetaka ini. Perlu menjadi pertanyaan , dan tak ada perubahan tanpa keberanian untuk merubah. !!!!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Meriahnya Festival Seni Budaya Klasik di …

Riana Dewie | | 19 December 2014 | 08:54

Keresahan Nelayan dan Pelaku Usaha Perikanan …

Ibay Benz Eduard | | 19 December 2014 | 08:11

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46

Keping Inspirasi di Balik Tragedi Pakistan …

Pical Gadi | | 19 December 2014 | 07:11

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 2 jam lalu

Inilah Drone Pesawat Nirawak yang Bikin …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

Seorang Manager Menjadi Korban Penipu …

Fey Down | 9 jam lalu

Meramu Isu “Menteri Rini Melarang …

Irawan | 9 jam lalu

Luar Biasa, Kasus Lapindo Selesai di Tangan …

Hanny Setiawan | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: