Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Ade Supriadi

hanya tulisan biasa.....

Buka Tutup Jalur Puncak

OPINI | 10 November 2010 | 14:45 Dibaca: 545   Komentar: 0   0

ke Puncak wah kenapa tidak ? begitu banyak pilihan yang ditawarkan tidak hanya sekedar menawarkan keindahan dan kesejukan pegunungan dengan hamparan kebun teh , obyek wisata yang tersebar taman Safari, Taman Matahari, Kebun Raya Cibodas , dan objek wisata lainnya belum temasuk restoran-restoran yang berada hampir disepanjang jalan dengan menawarkan aneka kuliner.

Wajar saja bila akhir pekan dan hari libur jalur menuju Puncak dipadati kendaraan roda empat bahkan motor sekalipun sehingga tekadang menimbulkan kemacetan. Solusi yang dipakai selama ini oleh Pihak polantas adalah dengan jalan Buka Tutup atau dengan memberlakukan jalur searah.

Sistem buka tutup ini yang dilakukan selama ini dalam pelaksanaannya bisa dilakukan kapan saja dan setiap saat bila kondisi padat sewaktu-waktu jalur Puncak pun diberlakukan satu arah dengan waktu yang bervariasi sesuai dengan kondisi . hal ini sering kali merepotkan terutama untuk penduduk sekitar yang memang keberadaannya di kawasan tersebut.

Dengan dikeluarkannya Perda oleh Bupati Kabupaten Bogor yang tentu saja terlebih dahulu berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk Pengusaha ,serta masyarakat pemberlakukan sistem buka tutup sekarang sudah jelas dengan ditetapkan ketentuan waktu perberlakukan sistem buka tutup yakni pagi hari jam 09.00 sd 12.00 dari arah Puncak ditutup dan sore hari berlaku untuk penutupan dari arah Ciawi menuju Puncak mulai jam 15.00 sampai 16.00 dan ketetapan ini mulai efektif tanggal 13 November 2010 nanti.

Konseksuensinya mungkin saja pada saat jam buka tutup itu berakhir kendaraan masih padat mau tidak mau jalur puncakpun disinyalir akan mengalami kepadatan dan bahkan macet (macet bisa saja disebabkan oleh berbagai faktor bisa dari banyaknya pertigaan, dll)

Dengan adanya ketetapan ini sedikitnya membuat masyarakat sekitarnya lega .

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Tifatul Sembiring di Balik Hilangnya …

Daniel H.t. | 6 jam lalu

Skenario Menjatuhkan Jokowi, Rekayasa Merah …

Imam Kodri | 8 jam lalu

SBY Hentikan Koalisi Merah Putih …

Zen Muttaqin | 8 jam lalu

Dari Semua Calon Menteri, Cuma Rizal Ramli …

Abdul Muis Syam | 8 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Rayhaneh Jabbari Membunuh Intelejen Coba …

Febrialdi | 7 jam lalu

Penumpang KA Minim Empati …

Agung Han | 7 jam lalu

Enam Belas Tahun yang Lalu …

Muhakam -laugi | 8 jam lalu

Ada Cinta di Minggu Ke-13 …

Rian Johanes | 8 jam lalu

Ayo Muliakan Petani Indonesia …

Robert Parlaungan S... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: