Artikel

Sosbud

Eko Sutrisno Hp

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Blogger Jogja, Cikarang Bekasi, owner Mie Sehati (http://miesehati.com).|. Anggota komunitas TDA, Blogger Cikarang-Bekasi, Kompasiana dan Komunitas CiMart.|. Blog pribadi http://ekoshp.com berbagi ilmu, gadget, antivirus dll.|. http://eshape.wordpress.com/ | eko.eshape@gmail.com

Merapi, Code, dan Pengungsi Yogyakarta


OPINI | 05 November 2010 | 21:46 Dibaca: 796   Komentar: 2   Nihil

Melalui layar kaca kuikuti terus perkembangan Merapi, kali Code yang sudah mendekati kondisi banjir dan pengungsi yang berkecukupan logistiknya tetapi masalah air MCK, perlengkapan mandi dan tidur yang masih menjadi masalah.

Headline Kompas 5 Nopember 2010

Headline Kompas 5 Nopember 2010

Memasuki hari yang penuh dengan suasana mencekam, maka malam ini para pengungsi bisa mulai mempersiapkan diri untuk tidur. Makanan nasi bungkus yang disumbangkan oleh sebagian besar masyarakat Yogya rupanya memang datang berlimpah. Banyak sekali bantuan makanan yang masuk, sehingga para pengungsi boleh dikata tidak ada masalah di bagian makan.

Keluhan mereka yang terdengar saat diwawancarai oleh reporter TV adalah kurangnya air, terutama untuk MCK. Kurangnya selimut untuk tidur atau alas tidur. Bahkan ada yang bilang kekurangan tisue.

Di layar televisi terlihat beberapa angka yang masuk untuk disumbangkan ke korban bencana ini. Di salah satu TV kulihat angka 3 M di bank A, hampir 1 M di Bank B dan 3 M di Bank C. Total satu TV sekitar 7 M, per tanggal 5 Nopember 2010. Kalau ada 10 TV yang bergerak, maka akan terkumpul dana sekitar 70 M, kalau Sultan bilang dana untuk Merapi sekitar 21 M, maka dana itu sudah berlebih.

Benarkah dana sudah berlebih?

Pastinya yang di lapangan lebih tahu. Yang jelas saat ini Merapi masih belum ketahuan tabiat erupsinya dan para pengungsi masih perlu bantuan air untuk MCK dan pakaian.

Silahkan pantau terus merapi disini.  http://merapi.combine.or.id/Gambar diambil dari sini

Menjelang sore, sungai code sudah mulai terlihat penuh dan terlihat warga di seputaran sungai Code mulai resah. Kalau sampai terjadi banjir lahar dingin di sungai Code, maka keadaan tentu akan bertambah buruk lagi.

Gambar kiriman MBR

Gambar kiriman MBR

Bahaya awan panas sudah terbukti membuat warga pontang panting menyelamatkan diri. Patut diacungi jempol adalah para relawan profesional yang ikut proses evakuasi ini. Relawan amatir sebaiknya memang minggir saja daripada malah menjadi beban relawan asli atau petugas yang berwajib disini.

Bahaya banjir kali code memang akan sangat berbahya bagi mereka yang tinggal di sekitar bantaran kali code. Semoga para penghuni di sekitar bantaran kali code sudah menyiapkan diri bila mana terjadi banjir lahar dingin.

Semoga saja tidak ada banjir lahar dingin di code atau dimanapun. Semoga sedikit demi sedikit lahar dingin mengalir dan tidak perlu terjadi banjir. Amin.

34 (by MBR)

Kali Code jam 16:34 (by MBR)

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: