Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Arnaldi Nasrum

jangan mudah menyerah dan teruslah mencoba karena tak ada hal yang sia-sia

Keunikan Tana Toraja

REP | 02 November 2010 | 09:25 Dibaca: 961   Komentar: 5   0

Pernahkah anda berkunjung ke Tana Toraja? Jangan pernah menganggap diri anda sebagai seorang penjelajah jika belum mengunjungi daerah ini. Tana Toraja merupakan salah satu daya tarik wisata Indonesia yang dihuni oleh suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan dan mempertahankan gaya hidup yang khas. Mayoritas masyarakat suku Toraja beragama kristen.

Tana Toraja merupakan objek wisata yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Kabupaten yang terletak 350 km sebelah utara Makassar ini sangat terkenal dengan bangunan rumah adatnya. Rumah adat tersebut bernama Tongkonan. Atapnya terbuat dari bambu yang dibelah dan disusun bertumpuk. Namun saat ini banyak juga yang menggunakan seng. Tongkonan ini juga memiliki strata sesuai derajat kebangsawanan masyarakat seperti emas, perunggu, besi, dan kuningan.

Tana Toraja memiliki kekhasan dan keunikan dalam tradisi upacara pemakaman yang disebut Rambu Solo. Selain Rambu Solo, terdapat pula tradisi Rambu Tuka yaitu pesta syukuran. Berbicara mengenai tradisi Rambu Solo, masyarakat suku Toraja memiliki perlakuan yang unik dalam hal pemakaman. Di daerah ini, mayat tidak dikubur melainkan diletakkan di Tongkonan untuk beberapa waktu. Jangka waktu ini bisa lebih dari sepuluh tahun sampai keluarganya memiliki cukup uang untuk melakukan upacara yang pantas bagi si mayat. Setelah upacara, mayat dibawa ke peristirahatan terakhir dalam gua atau dinding gunung. Banyaknya tengkorak yang dapat kita temui dalam gua menandakan bahwa mayat itu tidak dikubur.

Di samping itu, Tana Toraja juga memiliki tempat wisata yang banyak dikunjungi. Kebanyakan dari tempat tersebut berupa gua dan dinding batu yang menjadi tempat bagi mayat sebagai tempat peristirahatan terakhir. Di Tana Toraja terdapat tempat pemakaman yang sangat menarik yaitu Londa, Ke’te Kesu dan Lemo. Di tempat wisata ini, kita bisa melihat banyak pemandangan yang unik. Dimulai dari banyaknya peti mati yang berisi tulang belulang sampai beragamnya patung yang melambangkan mayat itu sendiri. Cara pemakaman dan perlakuan yang berbeda dari hal yang biasa kita temui ini tentunya menjadi hal yang menarik dan mengundang ketertarikan dari banyak orang untuk mengunjungi daerah tersebut.

Tidak hanya itu, Tana Toraja juga memiliki tempat wisata berupa wisata permandian alami yang sangat indah. Salah satu diantaranya adalah Makula. Banyaknya orang yang mengunjungi tempat wisata ini membuktikan bahwa Makula merupakan tempat yang menakjubkan. Keunikan lain yang dapat kita jumpai dari daerah ini adalah penghargaan mereka terhadap kerbau. Kerbau merupakan hewan suci bagi masyarakat suku Toraja karena hewan ini memiliki peran yang penting dalam tradisi Rambu Tuka. Dalam pesta syukuran, kerbau merupakan hewan yang menjadi pelengkap syukuran tersebut. Oleh karena itu tidak heran jika harga jual kerbau di daerah ini sangat tinggi, mencapai ratusan juta per ekor. Masih banyak lagi keunikan yang dapat kita temui di Tana Toraja.

Tana Toraja merupakan daerah yang memiliki sejuta obyek wisata yang menjadi daya tarik tersendiri. Banyaknya keunikan yang dapat kita jumpai membuktikan bahwa Tana Toraja merupakan daerah yang menakjubkan. Tradisi pemakaman dan pesta syukuran menjadi ciri khas yang mencerminkan kebudayaan masyarakat Tana Toraja itu sendiri. Tentunya bukanlah hal yang sia-sia untuk mengunjungi Tana Toraja yang begitu indah.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pasien BPJS yang Kartunya Tidak Aktif Mulai …

Posma Siahaan | | 21 December 2014 | 06:53

Tukeran Hadiah, Wichteln …

Gaganawati | | 21 December 2014 | 05:29

Penulis Kok Dekil, Sih? …

Benny Rhamdani | | 20 December 2014 | 13:51

Bikin Pasar Apung di Pesing, Kenapa Tidak? …

Rahab Ganendra 2 | | 20 December 2014 | 20:04

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Beda Fahri Hamzah, Fadli Zon, Setya Novanto …

Ninoy N Karundeng | 2 jam lalu

Natal, Skandal Sejarah Kelahiran Yesus …

Nararya | 3 jam lalu

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 22 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 20 December 2014 09:54

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 20 December 2014 09:14


Subscribe and Follow Kompasiana: