Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Priskhila Laras Santi

Saya adalah saya. . .selalu jadi diri sendiri, . .

Westernisasi

OPINI | 31 October 2010 | 12:50 Dibaca: 25027   Komentar: 10   1

Definisi dari westernisasi adalah suatu perbuatan seseorang yang mulai kehilangan jiwa nasionalismenya, yang meniru atau melakukan aktivitas bersifat kebarat-baratan (budaya bangsa lain). Westernisasi sudah berkembang di masyarakat luas. Dan hal ini menuntut kita untuk mawaspadai manakah yang bisa diterima dan mana yang tidak perlu diikuti. Sebagai mahasiswa dan kaum terpelajar, kita wajib menyaring gaya hidup bangsa lain yang masuk mempengaruhi bangsa kita, terlebih lagi yang tidak sesuai dengan budaya bangsa timur.

Westernisasi memberi dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif contohnya tentang pengaruh budaya lain dalam segi pakaian. Dulu bangsa kita, setiap hari memakai pakaian adat dalam melakukan aktivitas apapun. Kaum wanita di Jawa misalnya, memakai kebaya lengkap, tentu saja mebuatnya sangat sulit dalam melakukan aktivitas tertentu. Sehingga dari pengaruh westernisasi inilah di era baru ini kita dapat enggunakan pakaian biasa seperti kemeja, celana, rok, dan sebagainya. Disisi lain pengaruh westernisasi dari segi pakaian juga membawa dampak negatif. Awalnya bangsa kita yang sopan, selalu berpakaian tertutup kini tidak lagi, karena pengaruh pakaian-pakaian yang tidak sesuai. Generasi muda yang tidak mau menyaring terlebih dahulu seringkali terkena pengaruh buruk fashion bangsa lain. Mereka memakai pakaian yang minimalis, membuka aurat dan sangat tidak sesuai dengan budaya bangsa kita. Inilah yang sering kali menjadi kontroversi.

Kemudian dalam segi lain, yaitu bahasa. Benar bahwa bahasa Inggris adalah bahasa pengantar internasional, sangat perlu bagi kita untuk mempelajari dan menguasai bahasa tersebut. Kita bisa berkomunikasi dengan orang-orang dari negara lain dengan bahasa Inggris. Inilah sisi positif dampak westernisasi dari segi bahasa. Tetapi apakah anda setuju jika seseorang yang tinggal di negara Indonesia bisa sangat pandai menggunakan bahasa Inggris namun tidak bisa menggunakan bahasa bangasanya sendiri dengan baik dan benar? Satu contoh, ada satu sekolah yang menggunakan sistem sekolah berbasis internasional, memakai bahasa Inggris untuk mengantarkan pelajran di kelas, tetapi ternyata di sekolah tersebut tidak terdapat pelajaran bahasa daerah. Jelas ini sangat merusak generasi muda bangsa kita. Saya sangat tidak setuju dengan model seperti ini. Generasi muda adalah penerus bangsa, bangsa kita adalah bhneka tunggal ika, oleh sebab itu harusnya diajarkan bagaimana memupuk rasa nasionalisme, supaya tidak terjadi perpecahan. Kalau sudah seperti ini jelas westernisasi memberi dampak negatif.

Dari segi cara hidup. Kita tahu bahwa di negara-negara barat, iklimnya berbeda dari iklim di Indonesia. Negara barat lebih sering berhawa dingin daripada panas. Walaupun di Negara Indonesia juga ada dataran tinggi yang dingin,tetapi secara keseluruhan Indonesia beriklim panas. Kebiasaan orang barat adalah menghangatkan tubuh mereka dengan mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol. Orang Indonesia juga berlagak mengikuti kebiasaan orang barat ini, tetapi jika minuman ini dikonsumsi di tempat yang iklimnya panas tidak akan bermanfaat. Hanya untuk mabuk-mabukan dan kesenangan sesaat dan justru merusak tubuh orang yang mengkonsumsi minuman tersebut. Jelas, ini adalah dampak negatif masuknya budaya barat ke Indonesia. Kebiasaan orang barat yang bisa kita tiru adalah kepedulian terhadap sesama. Orang barat diwajibkan membayar uang pajak yang besar dalam satu kurun waktu tertentu. Mereka boleh tidak membayar pajak, dengan alternatif menyumbangkan sebagian pendapatnya untuk orang lain yang kekurangan. Mereka juga malu bila hanya menganggur, jadi semangat kerja merekapun tinggi. Jika orang Indonesia bisa menirukan kebiasaan ini, pasti akan jadi sisi positif dari westernisasi.

Banyak dari kita yang terkadang hanya ingin mengikuti perkembangan jaman, tanpa memperhatikan dampak westernisasi itu berbahaya bagi pertahanan negara kita. Westernisasi beresiko melunturkan semangat nasionalisme para pemuda bangsa kita. Cara hidup, cara berpakaian, cara berbicara yang kebarat-baratan, melunturkan semangat cinta akan bangsa dan budaya sendiri. Haruslah kita ingat selalu sebuah peribahasa yang berkata : “lain ladang, lain belalang, lain lubuk, lain ikannya”, artinya dimana kita berada, disitu budaya dan kebiasaannyapun juga berbeda. Kita hidup di Negara Indonesia, alangkah baiknya kalau kita hidup sesuai dengan budya bangsa kita sendiri, tidak perlu meniru kebiasaan bangsa lain. Jadi diri sendiri, menunjukan identitas diri sebagai bangsa yang berbudaya. Bukannya kita dilarang untuk menerima budaya dari luar negeri, tetapi kita diminta lebih selektif dalam menerima budaya dari bangsa lain, tanpa harus meninggalkan budaya bangsa kita sendiri. Ingat bangsa yang baik adalah bangsa yang mengenal budayanya.

Marilah, sebagai pemuda-pemudi penerus bangsa, kita wajib mempertahankan sikap nasionalisme agar tidak selalu terkena dampak negatif dari westernisasi. Terlebih lagi kita sebagai mahasiswa Undip selalu ditanamkan untuk mencintai budaya, bahasa, dan produk dalam negeri.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Tinggal Banjir, Proyek Revitalisasi …

Agung Han | | 30 October 2014 | 21:02

Elia Massa Manik Si Manager 1 Triliun …

Analgin Ginting | | 30 October 2014 | 13:56

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Bau Busuk Dibelakang Borneo FC …

Hery | | 30 October 2014 | 19:59

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 3 jam lalu

70 Juta Rakyat Siap Masuk Bui …

Pecel Tempe | 5 jam lalu

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 9 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 12 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Toleransi terhadap “Orang Kecil” …

Fantasi | 8 jam lalu

Batu Bacan dari SBY ke Obama Membantu …

Sitti Fatimah | 8 jam lalu

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | 9 jam lalu

Surga Kecil di Sukabumi Utara …

Hari Akbar Muharam ... | 9 jam lalu

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Julianto Simanjunta... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: