
Di samping senang menulis, saya senang berkebun, memasak (menu vegetarian), keluar masuk kampung atau hutan, dan bersepeda ontels.
Dibaca: 222
Komentar: 17
2 dari 2 Kompasianer menilai Aktual
Payah kalau orang-orang yang harusnya menjadi kunci perubahan justru adalah orang-orang yang maaf, bloon. Wajah ketua DPR seperti dalam foto yang saya ambil dari Kompas ini bagi saya nampak bloon. Apa-apa yang dia sampaikan kepada publik lewat media juga nampak bloon.
Sungguh berbahaya membiarkan sebuah negara besar berpenduduk sekitar 240 juta mempunyai seorang ketua DPR yang bloon.
Si Marzuki Ali ini tinggal di Jakarta kan? Dia tahu nggak kalau menurut para pakar, Jakarta akan tenggelam? Dia ini punya otak nggak ya? Dia dong yang harus pindah keluar dari Jakarta sehingga Jakarta itu tidak macet selama 24 jam.
Baru dua bulan lalu si Marzuki Ali ini bikin kegilaan tersendiri, eh, sekarang berulang lalu. Masih ingat waktu dia bilang bahwa Aulia Pohan itu bukan koruptor?
Sekarang, setelah tsunami terjadi di Sumatera, dia malah menyalahkan orang yang tinggal di pulau.
Indonesia ini kepulauan Marzuki. Kau itu benar tidak belajar geografi waktu sekolah? (Marzuki.Pindah.Saja.ke.Daratan)
Kau Marzuki sebagai ketua DPR seharusnya memikirkan bagaimana mengatasi masalah dalam jangka pendek dan panjang bukan menyalah-nyalahkan orang yang tinggal di pulau. Bangsa Indonesia sudah sejak ribuan tahun yang lalu tinggal di pulau-pulau, wong negaranya kepulauan. Si Marzuki saja yang sok tahu dan dia pikir karena dia ketua DPR dia bisa seenaknya ceplas-ceplos.
Orang Indonesia sebagian besar penyabar habis sih, ketua DPR-nya sakit jiwa dan bloon juga bisa terima saja. Nggak sadar kalau ketua DPR yang begini kualitasnya justru menjerumuskan bangsa ke dalam kesulitan yang lebih parah.
Lengserkan si Marzuki Ali ini jadi Ketua DPR. Untuk apa memelihara orang macam ini di posisi yang bagi bangsa ini penting? Kecuali kalau bagi warga Indonesia posisi ketua DPR tidak penting. Harusnya penting sebab banyak kebijakan menyangkut kepentingan warga negara berada dalam tanggung jawab seorang ketua DPR.
Ketua DPR harusnya aktif memikirkan bagaimana menata dan menyelesaikan persoalan. Mengetahui bahwa bangsa Indonesia perlu mempelajari dan menerapkan kembali kearifan-kearifan lokalnya dalam mengatasi bencana sebab teknologi tidak bisa menjadi sandaran utama dalam mengatasi tsunami. Sudah ribuan tahun penduduk tinggal di kepulauan nusantara dan nenek-moyang kita punya ilmu pengetahuan bagaimana tinggal harmonis dengan alam.
Si Marzuki yang bergelar doktor dari Malaysia saja yang mungkin berpikir bahwa ilmu pengetahuan penduduk di kepulauan itu tidak berguna karena mereka tidak punya gelar formal dari universitas macam kau?
Marzuki, kau memalukan! Kalau masih punya rasa malu, mundurlah kau!***