Kompasiana
Sabtu, 04 Pebruari 2012

Sosbud

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Bhtrg

Aku adalah satu diantara mereka dan kamu. Aku hanya bagian dari yang tidak terpisahkan diantara mereka dan kamu. Hidupku adalah bagian dari mereka dan kamu. Apa yang ada padaku adalah sebuah anugerah bagi mereka dan kamu. Aku Mereka dan Kamu adalah Indonesia.

Karo-Gunung Sinabung-Megawati-Soekarno-PDIP

OPINI | 31 August 2010 | 04:32 273 8 1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik

From FB Gabriel Ginting

Karo adalah dataran tinggi yang kaya dan subur, memiliki wilayah yang di berkati Tuhan. Ledakan Gunung Sinabung, menunjukkan kekayaan dan kekuatan alam Karo. Senadainya saja informasi dan pendeteksian thd gunung-gunung dikaro dilalukan oleh pemerintah dengan benar, kemungkinan besar tidak akan ada orang yang harus menderita lapar karena sdh dapat mempersiapkan segala sesuatu dengan baik. Pemerintah mungkin tidak akan serepot ini, dengan menyatakan jumlah pengungsi diluar dugaan, kekurangan perlengkapan kesehatan dsbginya.

Orang karo tentunya berterima kasih sekali kepada ibu Megawati Soekarno Putri. Disaaat Rakyat Karo membutuhkan, yang pertama parpol berinisiatif untuk membantu adalah PDIP (referensi koran). Tentunya itu sebuah contoh yang sangat baik dan perlu dicontoh oleh parpol lainnya.

Mengapa Ibu Mega membantu Karo adalah sangat wajar, karena di Kabupaten Karo,  orang-orang banyak yang bersimpati kepada  Soekarno, karena di KARO inilah salah satu tempat pembuangan Presiden RI-1 ini. Karo dan Soekarno terikat secara sejarah dalam perjuangan bangsa.

Sudah dapat dibayangkan bagaimana Soekarno berada di Karo di dua kaki gunung Sinabung dan Sibayak. Setiap hari melihat pemandangan Gunung-gunung dan bukit nan indah didampingi orang-orang karo yang sederhana dan bersahabat. Dan saat ini salah satu gunung itu telah meledak, seperti yang telah diprediksi seorang Belanda di tahun 50-an, bahwa di tahun 2000 gunung Sinabung akan meledak. Dan akhirnya tgl 28 hb agustus 2010, gunung itu meledak.

Di Karo sendiri terdapar makam Pahlawan yang pada masanya berjuang mempertahankan wilayahnya dari penjajahan Belanda. Tugu pahlawan di kota berastagi salah satu saksi sejarah peringatan akan perjuangan dan patriotisme orang Karo untuk mempertahankan republik ini.

Dikaro hingga pemilihan terakhir 2009, dimana banyak kabupaten berpindah ke partai lain namun di karo  PDIP masih tetap menjadi pemenang. Itulah bentuk kesetiaan sejumlah orang karo kepada Soekarno dan juga kepada Megawati-Soekarno Putri. Walau banyak yang menyatakan karo tidak realistis  dengan pemilihan kemaren, namun ikatan emosional dan rasa setia orang karo jauh lebih menonjol dibandingkan dengan sekedar janji-janji palsu dari berbagai parpol.

Kesetiaan itu karena kuatnya budaya Nuri-Nuri (bercerita) akan leluhurnya dan perjuangan leluhurnya (seperti kebiasaan orang yahudi), membuat karo itu sangat peka dan setia walaupun sangat individualis.  Kebiasaan orang karo yang single fighter membuat mereka secara individu dapat menonjol disuatu posisi. Namun tentunya juga memilki kelemahan secara regenerasi kepemimpinan.

Untuk PDIP sendiri dan untuk karo dengan kesetiaannya ternyata tidak berlanjut kepada kekuatan di pusat. Karena setelah Dr Sutradara Ginting wafat, tidak adalagi Karo di DPP PDIP. Padahal mereka sangat setia. Perlu kami ingatkan disini buat ibu Megawati bahwa KARO adalah KARO, sehingga ketika saudara dari Tapanuli Toba begitu banyak yang menjadi DPP, masyarakat Karo sedikit sedih dan kecewa atas hasil itu dan itu dibahas milis-milis orang KARO, mengapa Mega mengabaikan kita?. Padahal KARO adalah KARO dan Karo sangat berbeda dengan Tapanuli/Toba, secara Kultur budaya dan bahasa.

Untuk itu dalam rangka bantuan ini, kami mengucapkan terima kasih, namun kami tetap mengingatkan kesetian Karo terhadap bangsa dan negara atas ikatan sejarah dengan Presiden RI -1 Soekarno, janganlah melupakan Karo.


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User



SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012