Kompasiana
Jumat, 10 Pebruari 2012

Sosbud

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Djamaluddin Husita

Seseorang yang ingin berbagi sambil belajar. Mengelola www.husita.net

Gotong Royong di Mata Pejabat, Politisi dan Akademisi

OPINI | 01 August 2010 | 13:33 632 1 1 dari 1 Kompasianer menilai Bermanfaat

http://pusat.jakarta.go.id/jakpus09/images/berita/Gotong_royong,_32x42,_cetakan_lio,_1982.JPG

Sbr. Gbr.: http://pusat.jakarta.go.id/jakpus09/images/berita/Gotong_royong,_32×42,_cetakan_lio,_1982.JPG

TADI malam sehabis magrib di Mushalla Kompleks saya tinggal ada pengumuman: “Besok Pagi Jam 8.00 Pagi seluruh warga kompleks harap hadir di mushalla untuk gotong royong dalam rangka menyambut bulan Ramadhan”. Pengumuman itu diulang-ulang beberapa kali. Saya yakin, para pimpinan kompleks mengharapkan agar seluruh warga berbondong-bondong ke mushalla dengan tujuan bergotong royong terutama membersihkan mushalla sehingga pada saat bulan ramadhan akan kelihatan rapi dan bersih.

Pagi tadi, sesuai dengan isi penggumuman saya langung menuju kompleks mushalla. Dan, kenyataannya memang tidak sesuai dengan harapan. Hanya sebagian kecil yang hadir. Lalu saya berpikir, apakah ini yang dimaksud dengan gotong royong? Padahal, bila dihitung-hitung warga kompleks hampir mencapai lebih dari 200 KK. Tapi, saya pikir tidak apa-apa. Sebab bergotong royong itu tentu diperlukan keikhlasan, apalagi membersihkan lingkungan adalah ibadah.

Hanya saja, selama ini kata-kata gotong royong begitu populer diucapkan terutama oleh para orang-orang penting, termasuk di dalamnya mereka yang disebut pejabat, politisi dan tentu saja mereka para akademisi.

Tetapi, terkadang mereka-mereka itu, adalah orang-orang yang bila ada gotong royong membersihkan lingkungan dalam skala kampung atau kompleks termasuk yang jarang sekali hadir. Banyak fakta menunjukkkan, bila dalam komunitas anda banyak yang kategori seperti itu, bila ada gotong royong seperti yang kita maksudkan pasti banyak yang tidak hadir.

Memang pengertian gotong royong tidak hanya terbatas pada membersihkan lingkungan semata. Pengertian gotong royong itu bisa menjadi sangat luas sekali. Gotong royong bisa diartikan berkerjasama (cooperative) dalam segala bidang. Termasuk mencari solusi berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. Atau hal-hal lain yang di sana semua komponen masyarakat paling kurang dalam satu komunitas bekerja sama. Tentu tujuannya untuk kemaslahatan bersama bukan untuk kepentingan pribadi atau perorangan.

Tetapi dalam konteks yang sangat kecil seperti membersihkan lingkungan juga harus mendapat perhatian yang sama. Paling kurang yang dilakukan itu sebagai tempat silaturahim diantara sesame warga. Sehingga dalam komunitas itu tidak ada dikotomi-dikotomi.

Saya pikir, mulai dari lingkungan yang kecillah maka akan terjalin sebuah kehormanisan yang besar sebagaimana yang diharapkan. Maka ketika dalam lingkungan tempat tinggal tidak mau memupuk rasa kegotongroyongan, bagaimana dapat menciptakan kebersamaan itu pada komunitas yang lebih besar.

Bagi politisi termasuk di dalamnya para pejabat, terkadang memanfaat moment gotong royong itu pada saat tertentu. Mereka mau dan terlihat bersemangat ikut bersama-sama dengan warga lingkungannya bergotongroyong pada waktu-waktu tertentu. Bahkan pada saat-saat seperti itu, merekalah yang selalu berusaha membuat kegiatan-kegiatan seperti gotong royong itu. Tetapi setelah itu banyak sekali alasan-alasan yang terkadang tidak masuk akal. Memang itu tidak semua, masih ada juga yang tidak seperti itu.

Lain lagi dengan mereka yang dikategorikan akademisi, apalagi yang memiliki title tinggi. Banyak golongan ini terkadang pengertian-pengertian itu hanya sebagai bahan diskusi saja. Ketika sampai pada realita sering menitip pesan: Maaf, saya saat ini saya harus mengikuti seminar, meskipun itu pada hari libur.

Kemudian pada akhirnya yang tinggal memupuk semangat gotong royong yang sebenarnya adalah mereka yang berprofesi biasa-biasa saja. Meskipun terkadang mereka belum tahu harus makan apa hari ini. Paling kurang itu yang saya temukan di komplek tempat tinggal saya. Bagaimana di tempat anda…..Salam Gotong Royong (DJ).


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User



SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012