Kompasiana
Rabu, 08 Pebruari 2012

Sosbud

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Ragile (agil)

*Tidak penting SIAPA yg menulis, yg penting APA yg ditulis*... Lahir 1960. Senang baca, nulis, humor, diskusi, catur, bola, badminton, film, musik, makan enak, bicara blak2an, cinta orang jujur&berilmu. Pernah di Fak Sastra & Bahasa Inggris. Punya alias Engkong Ragile dan Kopral Kenthir. Nama asli: Agil Abdullah Al Batati, Facebook: Agil Abd Batati, Alamat: Jakarta.* Silakan kirim link saya sambut baik lho*

Rame-rame Selingkuh Menjelang Bulan Puasa: Fenomena Public Figure Temukan Nikmatnya Dusta, Sandiwara, dan Khianat

OPINI | 22 July 2010 | 14:34 961 27 6 dari 15 Kompasianer menilai Inspiratif

Krisdayanti & Raul Lemmos (wartakota.co.id)

Krisdayanti & Raul Lemos…. Habis Gelap-Gelapan Terbitlah Terang-Terangan (wartakota.co.id)

Begitu membaca postingan Andy Syoekry Amal hari ini bertajuk Gara-Gara KD Pamer Cipokan. menyusul postingan sebelumnya berjudul Krisdayanti Bermesraan, Calon Anak Tiri Nyaris Bunuh Diri. Kisahnya serupa dengan kasus Ariel Peterpan-Cut Tari. Dua pasangan tersebut telah menjalin hubungan cinta gelap  ketika mereka berstatus menikah. Maka jelaslah bahwa perselingkuhan antar suami orang dengan istri orang kian transparan. Transparan dalam niat dan dalam geloranya antara dua insan yang dimabok cinta, rupanya dilanjutkan dengan persetubuhan. Persetubuhan yang saking transparannya bahkan ada perlu diabadikan dengan rekaman camera… Wah, hebat bukan???

*
Menjelang bulan puasa Ramadan ini paling tidak ada empat  news-maker, buah bibir  di media massa. Mereka adalah Ariel Peterpan, Cut Tari, Kris Dayanti (KD), dan Raul. Kita, rakyat banyak dipaksa untuk memelototi skandal seks dan  selingkuh Ariel-Cut Tari dan KD-Raul. Mereka  menikmati publikasi dan popularitas. Mereka  meminta kita untuk memaklumi perbuatannya. Mereka memohon agar kita beri doa restu. Mereka mendesak kita agar bersedih, mencucurkan air mata,  marah, dan rela berkorban apa saja agar mereka dibebaskan dari hukuman sosial dan hukum pidana…. Wah, hebat bukan???

*

Hebat? Yaiyalah… Mereka adalah artis, seniman. Sudah terlatih untuk bersandiwara dan berakting. Nikmatnya berakting berlanjut dengan nikmatnya berdusta, nikmatnya bersandiwara, dan nikmatnya berkhianat. Mari ingat-ingat…. Sebenarnya kita adalah korban kelakuan mereka, walaupun  kita pula yang membesarkan mereka  dengan menjadikannya idola. Mari kita ingat-ingat…. Ketika kelakuan buruk mereka terendus, apa yang kita saksikan? Mereka menyangkal, mereka berdusta. Berdusta dan terus berdusta. Malah cengar-cengir dan cengengesan sambil berdusta, iya kan?  Kalaupun ada pengakuan di kemudian hari itu adalah akibat sudah kejepit, jadi semata-mata untuk meringankan hukuman… Ujung-ujungnya mah menjilat ludah sendiri. Boong melulu sih, hiks…

*

Yang kita saksikan adalah sandiwara di muka umum. Dengan jurus sedih pura-pura teraniaya. Dengan lagu lama berjualan air mata, akh norak!!!. Kenapa kita mau ditipu? Lha siapa yang menganiya? Bukankah mereka menganiaya diri sendiri dengan menipu pasangannya untuk berzina dengan suami/istri orang?  Bukankah mereka telah merampok istri/suami orang lewat pintu belakang? Bukankah mereka telah merusak RT orang lain? Ya, merusak RT orang lain. Maka logis dong bila berakibat  RT sendiri ikut rusak dan binasa.

*

Dengan demikian kawan, sungguh salah alamat bila menuntut mereka untuk berlaku jujur dan tanggung jawab. Akhlak dan moralitasnya sudah bobrok, perilakunya sangat menjijikan, tak ada  yang pantas kita banggakan dari mereka. Tak perlu juga repot-repot sedekah belas kasihan kepada mereka. Masih banyak saudara dan kawan kita yang hidup susah dan megap-megap yang sangat memerlukan belas kasihan kita semua. Orang tua kita, keluarga kita, saudara kita, kawan kita, tetangga kita. Mereka lebih layak dikasihani dan diperhatikan bukan?

*

Kita semua tahu bahwa skandal seks dan perselingkuhan dua pasangan di atas hanya contoh kecil dari tumpukan skandal yang menggunung di lingkungan kehidupan kita. Baru sedikit yang terungkap, masih sangat banyak yang belum terbongkar. Tidak mustahil perkara  serupa sedang berkembang dan menjalar ke mana-mana. Tak peduli menjelang bulan puasa Ramadan. Tak peduli di tengah-tengah bulan puasa Ramadan. Pantaskah kita diam saja bahkan memaklumi? Merilah bertanya ke dalam hati sanubari kita.

*

Anang suami KD (detikhot.com)

Anang suami KD (detikhot.com)

yusuf subrata suami cut tari (us.detikhot.com)

yusuf subrata suami cut tari (us.detikhot.com)

Lihatlah akibat semua itu…. Korban-korban berjatuhan… Rusaklah RT Ariel Peterpan… Rusaklah RT Cut Tari… Rusaklah RT Krisdayanti. Keluarga mereka berantakan…. Korban utama dalah anak-anak dan keluarga mereka yang menanggung malu dan aib yang sangat mengerikan.

*

*

*

atha istri raul lemmos (hotnewsblog.co.cc)

atha istri raul lemmos (hotnewsblog.co.cc)

Lalu, benarkah kita ingin juga dikhianati? Siapkah RT dan kelurga kita berantakan? Marilah kita bertanya kepada diri sendiri: manusia macam apakah yang selingkuh  sebagai istri atau sebagai

suami? Itukah orang yang jujur dan tanggung jawab? Dan bila kita tidak tega untuk menolak perilaku mereka itu, apakah kita siap untuk dikhianati pasangan kita? Ingat kawan, sebuah peristiwa bisa menimpa kita jika kita membiarkan peristiwa yang sama menimpa orang lain. Tuhan menyaksikan dan mencatat yang terbesit di hati dan pikiran kita. Bisa jadi Tuhan akan menurunkan peristiwa yang sama  kepada kita. Siapkah kita dikhianati? Maukah? Inginkah?

*

*

Sarah istri Ariel (lokasifitness.com)

Sarah istri Ariel (lokasifitness.com)

Siapapun yang menyangka bahwa kelakuan  yang menjijikan hanya ditemukan pada kaum politisi maka akan kecele. Kelakuan para artis malah lebih menjijikan. Karena kelakuan buruk politisi senantiasa dihukum, misalnya dicopot jabatan, tapi siapa menghukum kelakuan buruk para artis?

*

*

Salam tuljaenak,

Ragile, 22-jul-2010


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User



SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012