
Perempuan biasa yang ingin berbagi gagasan dengan dunia. Tulisan saya yang lain bisa dilihat di www.zairahaes.wordpress.com dan www.rumahbangsa.wordpress.com. Salam ! Asrillanoor
Dibaca: 100
Komentar: 0
Nihil
Di suatu subuh Ramadhan,
Coba, saya ingin bertanya pada Fatima Mernisi yang mengatakan bahwa menulis lebih baik daripada operasi pengencangan kulit wajah. Karena hari ini setelah sahur saya menunggu subuh dengan menulis. Apakah usaha ini dapat menghilangkan jerawat atau bisul yang sekarang bertengger di muka saya ?
Saya rasa tidak, tetapi paling tidak menulis atau mencurahkan ide pada sehelai kertas dengan tulisan tangan (apapun caranya, karena saat itu saya menulis dengan tulisan tangan) dapat membuat pikiran menjadi lebih fokus dan mengaktifkan sel-sel otak. Fokus pada sesuatu hal, berarti mensyaratkan adanya konsentrasi, dan konsentrasi membantu kita untuk melakukan hal-hal dengan efektif. Stress atau gangguan pikiran lain dijamin tidak akan berani mampir ke dalam ruas-ruas otak. Aktifasi sel-sel otak bahkan dapat mengusir debu-debu yang menempel pada syaraf-syaraf otak sehingga kita tidak perlu repot-repot mengeluarkan begitu banyak biaya untuk refreshing mengistirahatkan otak.
Menulis secara otomatis membersihkan otak kita dari debu-debu gagasan yang belum terejawantahkan. Bahkan sekiranya debu-debu di otak dapat kita ”daur ulang” bahkan debu-debu tadi dapat menjadi sesuatu yang berharga karena dapat kita olah menjadi bahan ide dan gagasan yang dapat direalisasikan dalam suatu bentuk tulisan.
Sayangnya, tidak setiap saat ide atau gagasan itu dapat mampir dalam sel-sel otak kita. Diperlukan adanya satu proses berpikir terus menerus, baik secara formal maupun informal. Proses berpikir formal dapat kita raih melalui membaca ataupun mempelajari sesuatu dengan kerangka metode baku tertentu. Sedangkan proses informal dapat kita alami sepanjang waktu dalam rentang kehidupan kita melalui pengamatan alamiah dan pengalaman terhadap lingkungan. Sensasi stimulus di sekitar kita, dapat ditangkap melalui indera penglihatan, pendengaran, kulit termasuk juga insting (yang terakhir ini tidak bisa dianggap remeh, karena insting bisa menjadi alarm diri yang paling ampuh melindungi dari marabahaya).
Kembali pada ide bahwa menulis lebih baik daripada operasi pengencangan kulit wajah, terbukti bahwa aktifitas motorik yang terlibat dalam kegiatan menulis membantu meregangkan saraf-saraf kepala yang tegang akibat penumpukan gagasan. Jadi, menulis adalah salah satu metode olah raga otak. Menulis bisa juga menjadi jalan keluar bagi para penderita insomnia (seperti saya). Paling tidak, tak perlu bengong menatapi atap rumah atau menghitung kambing supaya bisa tidur. Cukup menulis saja (syukur-syukur lelah dan akhirnya bisa tidur pulas).
Jadi, kalau shopping untuk sebagian orang adalah terapi stress (dari pada bayar psikolog atau psikiater mahal-mahal, lebih baik biayanya untuk shopping, bukan begitu ?), maka bagi sebagian yang lain menulis bisa menjadi terapi peregangan otak (lebih murah, bahkan tidak keluar biaya). Pilih yang mana ?