
Perempuan biasa yang ingin berbagi gagasan dengan dunia. Tulisan saya yang lain bisa dilihat di www.zairahaes.wordpress.com dan www.rumahbangsa.wordpress.com. Salam ! Asrillanoor
Dibaca: 98
Komentar: 0
Nihil
A. Keluarga
Keluarga adalah lembaga terkecil dimana sebuah kehidupan dimulai. Keluarga adalah satu kelompok individu yang terkait oleh ikatan perkawinan, ikatan darah atau adopsi. Keluarga merupakan satu kelompok pribadi yang hidup bersama-sama dalam satu rumah tangga. Keluarga adalah tempat dua orang yang menikah berbagi tempat tinggal, sumber ekonomi dan menghasilkan keturunan. Keluarga merupakan hubungan yang hidup dengan kapasitas mengekang atau memperluas pengalaman manusia. Perilaku masing-masing anggota keluarga dipengaruhi dan mempengaruhi tingkah laku anggota keluarga yang lain.
B. Peran Ibu Dan Ayah
Manusia memiliki potensi untuk meraih ilmu dan mengembangkannya. Jadi, siapapun bisa belajar meraih pengetahuan agar menjadi cerdas dan pandai, termasuk orang tua. Tuhan mengeluarkan manusia dari perut ibu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun namun memberinya perangkat untuk belajar yaitu pendengaran, penglihatan, akal dan hati. Manusia diberi kemampuan untuk memilih, maka pertanggungjawabannya terikat dengan niat dan kehendaknya. Niat dan kehendak seseorang mempunyai peran sangat besar dalam nilai amal sekaligus dalam pertanggungjawabannya.
Orang tua mungkin membayangkan tentang bagaimana mengajarkan anak berjalan, bicara, membaca dan bermain. Tetapi orang tua banyak yang terkejut menghadapi anak yang melawan, temper tantrum (mengamuk), berkelahi, perilaku menyimpang, keras kepala dan tuntutan-tuntutan yang tidak masuk akal. Oleh sebab itu, belajar,belajar dan belajar adalah proses yang tidak putus-putus dijalani oleh orang tua. Seringkali, justru anaklah yang menjadi guru dan teladan bagi para orang tua.
Peran Ibu
Ibu merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya, khususnya pada masa balita. Keibuan adalah rasa yang dimiliki setiap perempuan. Anak yang merasa kehilangan perhatian atau merasa diperlakukan tidak wajar dapat mengalami ketimpangan kepribadian. Mengapa ibu mengemban tugas yang sangat khusus dan mulia ini ? Secara kodrati hanya perempuan yang mengalami haid, mengandung dan melahirkan yang sangat mempengaruhi perubahan hormon dan perasaanya. Ditambah dengan tugasnya merawat bayi, maka perasaan keibuan tumbuh secara alami.
Sebagian besar masalah kejiwaan yang dialami oleh orang dewasa adalah akibat dampak negatif dari perlakuan yang dialami oleh anak diwaktu kecil. Oleh karena itu dalam rumah tangga dibutuhkan penanggung jawab terhadap perkembangan jiwa dan mental anak khususnya saat usia balita.
Perasaan percaya terhadap orang lain erat kaitannya dengan sejumlah besar cara bagaimana kebutuhan awal ditangani oleh ibu. Sepanjang orang tua mendorong kegiatan anak untuk bereksplorasi, menyelidiki dan mengerjakan segala hal sendiri anak-anak akan mengembangkan kesadaran kemandirian. Perlindungan yang berlebihan atau mengolok-olok usaha yang gagal dapat mengakibatkan anak meragukan kemampuanya.
Peran Ayah
Cinta kebapakan lebih banyak terjadi karena dorongan psikis/psikologis tanpa dipengaruhi faktor fisiologis karena laki-laki tidak mengalami proses haid, mengandung dan melahirkan seperti perempuan. Secara umum cinta bapak kepada anaknya dikarenakan :
1. anak sumber kesenangan dan kegembiraan
2. anak sumber kekuatan dan kebanggaan
3. anak adalah faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan dunia
4. anak akan mengenang bapaknya bila sudah tiada.
Jadi, baik peran ibu maupun ayah sama-sama penting bagi perkembangan dan pendidikan anak. Khusus ayah, memiliki tugas khusus yaitu sebagai pemimpin keluarga sehingga ayah bertanggung jawab atau baik dan buruknya keluarga. Otomatis, ayah memainkan peran sangat penting untuk menyelenggarakan pendidikan keluarga.
Peran Kedua Orang Tua
Konstruksi Instrumen Pada Peran Tanggung Jawab Orang Tua oleh Lucia Gilbert dan Gary Handson
1. Mengajari perkembangan kognitif
2. Mengajari menangani emosi
3. Mengajari keterampilan sosial
4. Mengajari norma dan nilai sosial
5. Mengajari kesehatan fisik
6. Mengajari kebersihan pribadi
7. Mengajari bertahan hidup
8. Memberikan kebutuhan dasar kesehatan
9. Memberikan kebutuhan dasar makan, pakaian dan tempat tinggal
10. Memberikan kebutuhan dasar emosional (kasih sayang, mengenal emosi-emosi lainnya)
11. Memberikan kebutuhan dasar perawatan anak
12. Mendampingi anak terlibat dalam institusi-institusi sosial
13. Mendampingi anak terlibat dengan anggota keluarga yang lain.
Jadi, tanggung jawab utama orang tua adalah mengajarkan anak bersosialisasi dan memenuhi kebutuhan fisik, emosional dan keamanan.
C. Pentingnya Hubungan Orang Tua – Balita (0-5 tahun) Dalam Pendidikan Keluarga
Sejak tahun pertama kehidupan manusia hingga tahun kelima kehidupan manusia hubungan sosial paling penting adalah hubungan anak dengan ibu dan keluarga terdekatnya. Pada periode 0-5 tahun anak membangun kepercayaan dan optimisme, kesadaran akan pengendalian diri dan kepuasan akan hal yang berkecukupan dan menetapkan tujuan dan arah serta kemampuan berinisiatif atas keaktifan seseorang.
Pembahasan pendidikan keluarga selanjutnya akan berfokus pada hubungan orang tua dengan anak usia balita atau pra sekolah.
Dr. Benjamin Spoch, menyarankan agar orang tua mengikuti kecenderungan sendiri dan menganut jadwal fleksibel yang cocok bagi kebutuhan anak atau kebutuhan mereka sendiri. Segenap proses di dalam proses pembelajaran sebaiknya tunduk pada proses dan tugas perkembangan manusia, sehingga kualitas kemanusiaan dapat tumbuh alami tanpa paksaan.