Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Jabbar Abdullah

Pegiat Komunitas Lembah Pring Biro Mojokerto yang menggemari Ludruk Karya Budaya Mojokerto. MOTTO : “Jangan sampai selengkapnya

“Ronggolawe Gugur” Tandai Pelepasan Siswa-siswi SDN Gedongan II

REP | 02 July 2010 | 08:34 Dibaca: 324   Komentar: 0   0

“Ronggolawe Gugur” Tandai Pelepasan Siswa-siswi SDN Gedongan II

OLEH: JABBAR ABDULLAH

Tepat pukul 21.30 Wib, ketoprak bocah berlakon “Ronggolawe Gugur” disuguhkan di hadapan para tamu dan segenap undangan yang hadir dan mengalir di acara pelepasan siswa-siswi kelas VI SDN Gedongan II Kota Mojokerto. Sedianya, acara pelepasan ini akan dihadiri langsung oleh Walikota Mojokerto, Bapak Ir. H. Abd. Gani Soehartono. Namun karena ada tugas ke Bandung, maka diwakilkan kepada Bapak. Drs. Suharto, M. Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokero. Dalam sambutannya, Suharto mengatakan, acara semacam ini memiliki dua manfaat. Yang pertama, murid-murid turut melestarikan seni tradisi warisan nenek moyang. Dan yang kedua, ajang ini menjadi media untuk menyalurkan bakat dan kemampuan yang dimiliki para siswa.

Pagelaran ketoprak bocah yang diselenggarakan oleh SDN Gedongan II yang bertempat di Pendopo Griya Paramitra (Asrama Korem 082), di samping sebagai penanda pelepasan siswa-siswa kelas VI, juga turut merayakan Hari Jadi Pemerintah Kota Mojokerto ke-92 yang jatuh pada tanggal 20 Juni 2010 lalu.

Acara pelepasan yang bertajuk Pagelaran Ketoprak Bocah “Surya Majapahit” ini, diawali dengan sambutan dari ketua panitia/ Komite Sekolah, Nur Cholis. Sambutan selanjutnya ditujukan kepada Kepala Sekolah SDN Gedongan II, Ibu Suwarni, S. Pd,. Dalam sambutannya yang singkat, kepala sekolah menyampaikan rasa bangganya sekaligus haru terhadap seluruh siswa-siswi SDN Gedongan II yang sampai hari ini dengan keterbatasan alat (gamelan) masih bersemangat untuk turut uri-uri seni tradisi, terutama seni karawitan. “Kurang lebih 2 bulan kami mempersiapkan acara ini. Alhamdulillah, dengan segala keterbatasan ternyata anak-anak mampu menampilkan bakat dan kemampuan mereka dengan baik”, ucap kepala sekolah.

Usai memberikan sambutan, selanjutnya secara simbolis kepala sekolah memberikan piagam dan trophy sebagai bentuk penghargaan kepada para siswa yang berprestasi.. Untuk 11 siswa yang memperoleh NEM terbaik, piagam penghargaan diberikan kepada Febrina Eka, Dwi Ratih, Immaniar, Monica, Gusti Ksatria, Wahyu Darma Pertiwi, Bremmy, Oktavia Imeldian, Ericha, Asyfiaridha Utari dan Feby Merdika. Dari kesebelas siswa tersebut, 5 di antaranya mampu masuk Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), yakni Asyfiaridha Utari, Bima Prayoga, Farida Aprillia, Immaniar dan Uswatun Hasanah. Di samping itu, piagam penghargaan juga diberikan kepada enam siswa yang berprestasi dan turut mengharumkan nama sekolah dalam perlombaan yang diikuti SDN Gedongan II, baik tingkat lokal maupun regional. Tiga di antaranya diberikan kepada Ilmi Firdaus (Juara I lomba Story Telling se Kota Mojokerto), Zinedine (Juara Harapan II lomba Reading se Kota Mojokerto), Daniel Adika (Juara I Karate Kelas 25 Kg se Jawa Timur). Pemberian penghargaan berupa cinderamata juga dipersembahkan kepada guru yang telah berjasa menjadikan muridnya berprestasi. Masing-masing kepada guru kelas VI dan guru yang berprestasi.

Selain menyuguhkan ketoprak bocah, beberapa kesenian tradisi lainnya juga ditampilkan. Seperti Karawitan Bocah, Koor, Tari Clipir, Tari Garuda dan Tari Remo. Yang menarik dalam acara ini, seluruh penampilnya adalah siswa-siswi SDN Gedongan II sendiri. Sementara ketoprak bocah besutan Prasetyo yang mengusung lakon “Ronggolawe Gugur” menjadi penutup acara sekaligus penanda pelepasan siswa-siswi kelas VI SDN Gedongan II.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Kasus Florence Sihombing Mengingatkanku akan …

Bos Ringo | | 03 September 2014 | 06:01

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | | 03 September 2014 | 08:38


TRENDING ARTICLES

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | 3 jam lalu

Florence Sihombing Disorot Dunia …

Iswanto Junior | 4 jam lalu

Manuver Hatta Rajasa dan Soliditas Koalisi …

Jusman Dalle | 5 jam lalu

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Catatan Perjalanan: +Nya Stasiun Kereta Api …

Idris Harta | 8 jam lalu

Oposisi Recehan …

Yasril Faqot | 8 jam lalu

Orangtua yang Terobsesi Anaknya Menjadi …

Sam Edy | 8 jam lalu

Indo TrEC 2014 : Mengurai Kekusutan Lalu …

Wahyuni Susilowati | 8 jam lalu

Elpiji 12 kg, Antara Kelas Menengah dan …

Tubagus Encep | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: