Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Joe Wicaksono

suka talk shownya Andy F Noya, suka novelnya andrea, suka filmnya Hanung, suka lagunya bang selengkapnya

Macan Kerah, Kandang Bubrah !

OPINI | 21 May 2010 | 22:02 Dibaca: 10851   Komentar: 15   5

Pernah dengar laku pesugihan Gunung Kemukus ? Atau ngalap berkah di Gunung Kawi? Dua laku pesugihan itu ritualnya masih tergolong ‘biasa’ saja. Laku pesugihan Gunung Kemukus malah ritualnya tergolong maknyus ! Mudah dan enak, tidak usah ribet dengan segala macam uba-rampe, cukup datang ke sana dan melakukan hubungan sex dengan wanita yang memang sudah banyak tersedia, selanjutnya..tinggal kesepakatan anda dengan para jin penunggu.

Di indonesia terdapat berbagai macam laku pesugihan. Dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang paling banyak adalah dengan memelihara tuyul. Syaratnya tidak begitu sulit. Anda bisa mencarinya di bukit Surowitri- Gresik atau di daerah Krucuk di Klaten. Tuyul-tuyul di daerah tersebut terkenal sangat profesional. Salah satunya, yang paling diakui kehebatannya adalah tuyul jenis memet, dengan kedua taring panjang di mulutnya. Tuyul jenis ini mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap majikan, tetapi anda juga harus mampu menyediakan semua kebutuhan dia. Seperti kamar khusus dengan ranjang dan kelambu berwrna hijau, cermin, boneka kayu, permainan dakon, dan lima tetes darah manusia tiap minggunya. O ya.., anda juga harus sering-sering membawa tuyul ini jalan-jalan keliling kampung sebelum maghrib, supaya tuyul merasa krasan dalam peliharaan anda. Dan satu lagi, jangan pernah lalai dengan semua persyaratan itu, karena jika tuyul marah maka nyawa salah satu keluarga anda akan melayang. Tidak begitu sulit bukan, bahkan sepertinya sangat mudah. Tapi…!! Menjelang akhir hidup anda, anda akan merasakan sakit yang amat sangat. Sakaratul maut akan berjalan lama sekali,  dan tentu saja sangat menyiksa.

Selain tuyul ada juga laku pesugihan Buto Ijo. Tetapi laku ini agak berat uba rampenya. Anda harus menyediakan kamar khusus dan memberinya makan berupa manusia setiap tahun. Satu tumbal akan dihargai 1,5 milyar. Tetapi kalau anda gagal menyediakan ‘hidangan’ itu maka nyawa anda sendiri akan melayang. Jadi siap-siap saja sedia manusia yang masih segar dalam jumlah yang banyak.

Ada yang lebih gampang lagi dari jenis pesugihan di atas. Yaitu laku pesugihan Jaran Penoreh. Untuk laku jenis ini anda harus membuka usaha angkutan umum dan pada tiap badan kendaraan harus diberi gambar kuda putih. Tumbalnya akan dipilih sendiri oleh kendaraan tersebut, dengan menabrak orang di jalan. Gampang bukan ?

Masih ada beberapa lagi jenis pesugihan yang mungkin anda sudah sering sekali mendengarnya atau bahkan menyaksikan sendiri pelakunya. Seperti babi ngepet, anjing ngepet, ratu ular dan pesugihan bulus putih. Ketiganya sudah tidak asing lagi bukan. Berbagai macam cerita dan film tentang laku pesugihan itu sudah sering sekali kita baca atau saksikan.

Namun ada beberapa laku pesugihan yang bagi saya amat sangat aneh dan tidak lazim. laku pesugihan ini bahkan pernah saya saksikan sendiri pelakunya. Laku pesugihan itu bernama Macan kerah dan Kandang bubrah. Bagi para penganut laku pesugihan Macan Kerah, mereka harus selalu berantem dengan tetangga kanan kirinya. Pokoknya setiap hari harus cari perkara biar bisa berantem mulut dan kalau bisa sampai jotos-jotosan. Seru bukan. Semakin sering dia berantem, semakin sering pula dia mendapat harta kekayaan.

Sedangkan laku pesugihan kandang bubrah, anda cuma diharuskan merenovasi rumah tiap tahun. Pokoknya hanya merenovasi meskipun tidak ada bagian tertentu dari rumah yang rusak. Hmm..laku pesugihan ini rasanya cocok untuk orang yang menekuni bidang arsitektur ( hahahaa..joke ).

Nah, saya sendiri pernah mempunyai tetangga yang menjalani ke dua laku tersebut secara bersamaan. Macan Kerah dan Kandang Bubrah. Karena kedua laku pesugihan tersebut memang sangat saling mendukung. bagaimana tidak? Karena saking seringnya cari perkara dengan para tetangga maka orang di desa kami jadi kesal dan sering sekali melempari rumah trsebut dengan batu. Walhasil, setelah pagi berantem, sorenya mereka benahi genteng atau kaca jendela. Klop bukan ?

Ada yang berminat ? Untuk keterangan lebih lanjut silahkan ketik REG spasi Joe dan kirimkan ke mana saja. Dijamin dalam waktu tiga hari anda tidak akan mendapatkan jawaban apa-apa.

Tulisan ini hanya tulisan iseng, karena kehabisan ide untuk meneruskan cerbung karma sutra. Sumber di ambil dari Google dan Kaskus.

salam iseng !

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Transjakarta vs Kopaja AC, Pengguna Jasa …

Firda Puri Agustine | | 31 October 2014 | 12:36

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Juru Masak Rimba Papua Ini Pernah Melayani …

Eko Sulistyanto | | 31 October 2014 | 11:39

Green Bay dan Red Island Beach, Dua Pesona …

Endah Lestariati | | 31 October 2014 | 11:47

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 5 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 5 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 5 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 6 jam lalu

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | 7 jam lalu

Mendaki Gunung Merapi Tanpa Harus Cuti …

Mcnugraha | 8 jam lalu

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | 8 jam lalu

KIS Adaptasi KJS atau Plagiat JKN …

Aden Rendang Sp | 8 jam lalu

Demokrasi Pasar Loak …

Budhi Wiryawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: