Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Budi Usman

saya putera betawi lahir dari blasteran ciledug/udik dan kalideres serta lahir di tangerang 6 mei selengkapnya

Surga SEX yang murah meriah (Awas !!!! penderita HIV/AIDS mencapai sekitar 254 orang di Kab.Tangerang)

OPINI | 16 May 2010 | 15:26 Dibaca: 24409   Komentar: 1   0

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang cemas pekerja seks komersial (PSK) di sejumlah lokalisasi di Kabupaten Tangerang pasca-lebaran ini melonjak.

Kepala Bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang Yuliah Iskandar mengatakan, kecenderungan peningkatan jumlah HIV/AIDS disebabkan arus pendatang tanpa identitas yang masuk Kabupaten Tangerang. Dia mengungkapkan, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang setiap tahun selalu meningkat. Pada tahun 2006 jumlah penderita HIV/AIDS mencapai sekitar 254 orang. Sementara data tahun 2007 hingga bulan Juli sudah mencapai 114 orang.

Empat lokalisasi Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, saat ini terus berkembang dan bertambah banyak. Mirip seperti prostitusi Kali Jodoh, Jakarta Utara.Sejak beberapa tahun terakhir tempat prostitusi Dadap, nyaris sama sekali tidak tersentuh oleh aparat Pemkab Tangerang, padahal keberadaan tempat yang menjadi lokalisasi tersebut masuk dalam wilayah hukum Kabupaten Tangerang.

Dari pantauan kami di lokasi, kemarin, tempat-tempat prostitusi tersebut semakin menjamur. Dengan kedok, cafe, warung jamu sampai panti pijat, wanita berlipstik tebal dan berpakaian seksi, tampak dengan berani menawarkan jasa dan menunggu pelangannya dengan duduk di depan tempat prostitusinya.

Namun tidak sedikit, para pekerja seks komersil (PSK), malah bermain kartu, sambil menunggu pelangganya. Tempat lokalisasi Dadap ini berubah gegap gempita, menjelang malam hari. Ratusan pria hidung belang silih berganti mendatangi tempat mesum tersebut. Kebanyakan para PSK tersebut, menurut warga, sebagian besar para PSK berasal dari Indramayu dan Jember.

“Kami juga bingung mas, kok tempat begituan tidak pernah dirazia, apalagi dibongkar. Sementara tempat warga yang ingin berusaha, malah dibongkar. Aneh ya, kok bapak bupati tidak berani membongkar tempat prostitusi,” menurut Ahmad Faisal ketua Korp Mujahid Tangerang. Menurutnya, para alim ulama dan kiai yang ada di Kabupaten Tangerang, khususnya MUI, mendesak bupati beserta jajaranya untuk membongkar tempat maksiat tersebut.

“Bukannya sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat Islam, untuk bersama-sama menuntaskan kemaksiatan. Ini sudah di depan mata, kok didiamkan saja. Sejauh ini memang belum ada tanda-tanda tempat lokalisasi Dadap yang menyajikan minuman keras dan PSK akan dibongkar atau ditutup”.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, lanjutnya, penyebaran HIV/AIDS saat ini sudah masuk ke pelosok-pelosok kampung. Bahkan wilayah Kronjo dan Mauk serta Pakuhaji yang sebelumnya tidak terdapat penderita HIV/AIDS, sekarang sudah ditemukan. Hanya tinggal 6 kecamatan dari 36 kecamatan yang masih belum ditemukan data penderita HIV/AIDS, diantaranya Kemiri dan Panongan. Sementara untuk daerah dengan kasus tertinggi adalaha Curug, Cikupa, dan Pamulang. Sejauh ini tercatat sedikitnya 27 orang meninggal dunia,

Meningkatnya penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang tidak hanya berasal dari para PSK.Sebagian besar penularan HIV/AIDS justru melalui pemakaian narkoba dan obat-obat terlarang. Khusus untuk PSK, pencegahan yang harus di lakukan melalui penyuluhan rutin.

Saat ini di Kabupaten Tangerang  terdapat tiga lokalisasi PSK yang semuanya berada di Dadap, Kosambi, Tangerang. Selain itu di beberapa daerah lain juga terdapat tempat yang kerap dijadikan tempat mangkal para PSK misalnya di wilayah Pondok Aren, Tangerang selatan. ***

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membuat KTP Baru, Bisa Jadi Dalam Sehari! …

Seneng | | 22 October 2014 | 10:00

Angka Melek Huruf, PR Pemimpin Baru …

Joko Ade Nursiyono | | 22 October 2014 | 08:31

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Saksi Sejarah Bangsa …

Idos | | 22 October 2014 | 11:28

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Calon Menteri yang Gagal Lolos …

Mafruhin | 4 jam lalu

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 4 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 4 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 5 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 5 jam lalu


HIGHLIGHT

Senang Sama Visi Poros Maritim Dunia …

Cdt888 | 8 jam lalu

Sinyal “Revolusi Mental” Skuad …

F Tanjung | 8 jam lalu

Tantangan Membuat Buku Mini Kumpulan Puisi …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Bakmi Mama Lie Ling …

Benediktus Satrio R... | 8 jam lalu

Borneo Menulis …

Anton Surya | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: