
Mantan jurnalis dan pengawas Pemilu. Ingin terus menulis dan menulis. Meminati politik, ekonomi, sosial, seni, budaya, wisata, otomotif, media dll
Dibaca: 272
Komentar: 7
2 dari 3 Kompasianer menilai Inspiratif
Tahun itu satu juta tahun sesuda
h Masehi,
Seluruh bumi ditumbuhi gedung menjulang,
Tahun itu siapa yg kuat jadi pemenang,
Semua kebutuhan bumi dipenuhi dgn kalengan,
Entah benda padat maupun cair,
—Orang rindu pada anjing.
—Orangpun akan rindu pada kucing….dst..dst
Demikian sebagian bait syair lagu bertema futuristik yg dikarang dan didendangkan oleh almarhum Soemarwoto Soemarjoto alias GOMBLOH (sekitar tahun 1979/1980) -musisi mbeling kelahiran Jombang dan besar dgn band Lemmons Trees Surabaya. Saya masih terngiang lagu ini yg bernuansa heavy slow rock, karena bait-baitnya seakan mengingatkan kita padaa masa depan bumi yg kita pijak saat ini. Minimal pada kurun waktu 1 juta tahun sesudah masehi. Kalau sekarang tahun 2010 berarti prediksi Gombloh masih kurang 997.990 tahun lagi.
Sekarang ngga usah jauh-jauh ke 1 juta tahun yg entah berapa generasi lagi dari kita-kita yg hidup saat ini, di tahun-tahun terakhir ini, kondisi bumi sudah berubah. IklimĀ bumi semakin ekstrim. Meski gedung menjulang pencakar langit baru ada di kota-kota utama dunia, tapi hutan-hutan utamanya hutan tropis sudah rusak. Baik yg terbakar maupun yg dibabat habis oleh pemilik HPH maupun illegal loging. Berita bencana alam silih berganti, dari benua satu ke benua lainnya. Dari Indonesia, Bangladesh, Jepang, Haiti dan negara Amerika Latin lainnya.Tsunami, banjir, gempa bumi silih berganti…menyapu meluluhlantakan semua yg ada di atas bumi.
Siapa yg kuat jadi pemenang. Sekarang sudah terasa juga oleh kita. Ekonomi negara berkembang didikte oleh negara maju. Politik dalam negeri negara berkembang disetir langsung oleh negara maju dengan dan atasnama “Demokrasi”. Yang tidak “manut” dicap sebagai sarang teroris. Demikianlah yg terjadi hanya pada Millenium ke 2, bukan milenium ke 1 juta.
Kebutuhan manusia dipenuhi benda kalengan. Gejalanya sudah nampak pada modernisasi pabrikasi berbasis makanan dan minuman. Buah-buahan, sayuran, ikan, daging, bahkan nasi sudah dibuat kalengan. Bahkan untuk sayur kampung sejenis rebung-pun sudah ada kalengannya. Tidak terhitung untuk jenis minuman yg lebih dulu dibuat kalengnya oleh manusia berperadaban moderen ini.
Lalau hikmah apa dari prediksi mendiang GOBLOH ini. Kita harus berpikir maju ke depan, dan tetap berpedoman kepada nilai-nilai religi. Kita percaya bahwa Tuhan telah memiliki rencana untuk sampai kapanpun ia mau terhadap masa depan bumi ini. Kita harus sayang terhadap sesama manusia dan lingkungan. Amiin ya robbal alammin.