Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Gusti Wiro

Jangan pernah gentar membela kebenaran dan keadilan...

Petik Laut, Salah Satu Tradisi Situbondo

REP | 17 April 2010 | 07:08 Dibaca: 1298   Komentar: 2   0

Situbondo-Suasana meriah nampak terlihat pada Sabtu pagi (19/4) di dusun Padegan desa Tanjung Kamal Kecamatan Mangaran Situbondo, hal tersebut disebabkan dengan kegiatan Petik Laut Tahun 2010 yang diselenggarakan di dusun nelayan tersebut. Sehari sebelumnya kegiatan menyambut musim panen ikan dimulai dengan bersepeda santai keliling desa, lomba panjat tebing, balap karung, tarik tambang dan pertandingan kasti antar klub. Selain itu panitia penyelenggara juga menampilkan beberapa hiburan di antaranya pertunjukan ketoprak Rukun Famili selama 2 malam berturut-turut, yaitu malam Sabtu dan malam Minggu. Sementara intu puluhan perahu yang dihiasi bermacam assesoris berjejer di pinggir pantai, perahu-perahu tersebut nampak indah dengan berbagai macam hiasan apalagi pada malam hari dikelilingi oleh lampu hias warna warni.

Wabup Situbondo, Drs. H. Soeroso, M.Pd dalam sambutannya menghimbau kepada warga nelayan untuk memanfaatkan kekayaan laut yang berlimpah di wilayah Situbondo ini dengan sebaik-baiknya agar bisa meningkatkan penghasilan mereka, Wabup juga berharap semoga bencana alam yang terjadi pada tahun sebelumnya tidak lagi menimpa masyarakat Situbondo, khususnya masyarakat yang tinggal di tepi laut. Selanjutnya Drs. H. Soeroso menyerahkan bithek/sesajen berbentuk miniatur perahu berisi berbagai hasil bumi, sejumlah perhiasan dan seekor ayam untuk dilarung ke tengah laut. Hadir pula dalam acara tersebut jajaran Muspida, Muspika dan beberapa tokoh masyarakat setempat mendampingi Wabup Situbondo. Lebih lanjut Wabup Situbondo juga meminta kepada masyarakat agar selalu menjaga kesatuan dan persatuan serta kegotong royongan terutama menjelang Pilkada 2010 nanti. Pada acara tersebut Drs. Soeroso menyerahkan bantuan kepada panitia penyelenggara dan penerimaannya diwakili oleh Kades Tanjung Kamal Mohammad Ansyar.

Marjulis, Camat Mangaran saat ditemui di sela-sela acara memaparkan bahwa Tradisi Petik Laut yang diselenggarakan di dusun Padegan ini merupakan salah satu budaya masyarakat Situbondo yang wajib dipertahanankan keberadaannya, karena tradisi ini sudah dilakukan turun temurun oleh masrayakat nelayan menjelang musim ikan, tidak hanya di Padegan namun di seluruh kampung nelayan tradisi semacam ini diselenggarakan meskipun berbeda waktunya. Tradisi Petik Laut ini bisa dijadikan salah satu daya tarik wisata di Situbondo.

Laut yang membentang di sebelah utara wilayah kabupaten Situbondo sepanjang kurang lebih 137 km dari wilayah kecamatan Banyu Glugur hingga kecamatan Banyu Putih, potensi laut yang terpendam masih berlimpah untuk dimanfaatkan namun ekploitasi hasil laut harus tetap memperhatikan kelestarian biodata laut itu sendiri. Penggunaan cara-cara ilegal seperti menggunakan racun dan bahan peledak dalam menggali potensi laut adalah sebuah bentuk pelanggaran hukum dan apabila tindakan semacam itu dilakukan  maka tidak hanya merusak lingkungan hidup tetapi juga mengancam kelestarian terumbu karang yang menjadi tempat kehidupan bermacam species binatang laut.

Arak-arakan perahu hias mengiringi perahu utama yang membawa bithek ke tengah laut merupakan tontonan menarik bagi masyarakat yang datang untuk menyaksikan perayaan Tradisi Petik Laut, tidak hanya masyarakat sekitar bahkan ada juga yang datang dari luar daerah untuk menyaksikan Tradisi Petik Laut yang diadakan setiap tahun ini. Mereka bersorak saat seekor ayam yang dijadikan sesajen dilemparkan dari atas perahu ke arah pantai, ayam itu terbang sejenak kemudian jatuh ke laut dan berenang menuju pantai, masyarakat yang menunggu di pinggir pantai berhamburan ke laut untuk berebut menangkap ayam tersebut. Sedangkan bithek berbentuk perahu layar yang dilarung oleh para nelayan melaju terbawa ombak ke tengah laut.(gst)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 9 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 11 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 12 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 13 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 10 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 10 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 10 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 11 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: