Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Andika

hanya orang biasa, bukan siapa siapa juga

Berjanggut Tak Berkumis, Berkumis Tak Berjanggut

OPINI | 15 April 2010 | 13:41 Dibaca: 577   Komentar: 9   0

ilustrasi, berjanggut dan berkumis, foto AFP dari NST online

ilustrasi, berjanggut dan berkumis, foto AFP dari NST online

Dulu waktu di Indonesia banyak orang berkumis tebal, malah ada yang diplintir plintir. katanya untuk nakut nakutin, biar kelihatan serem.

Sekarang…….siapa takut !

Nah setelah di Malaysia, banyak sekali orang yang cuma berjangut tak berkumis, Walaupun banyak juga yang berjanggut dan berkumis.

Saya, seingat ingatnya berkumis sejak saya tumbuh kumis dan cuma sekali dicukur habis sampa plontos, karena harus tidak berambut dan tidak boleh berkumis waktu dulu ikut wajib posma.

Coba kalau dulu tidak ada posma seperti sekarang mungkin saya orang yang tidak pernah cukur kumis sampai plontos, malah kumis yang lain pernah dicukur habis, karena diharuskan juga…….hehe. suka geli kalau ingat yang ini. Katanya sunnah juga ya cukur kumios yang ini?

Sewaktu masuk kelas satu SMP dulu sudah diajarkan oleh guru agama, sunnahnya kata guru, untuk membedakan yang muslim dengan yang bukan muslim Rosululloh bersabda, peliharalah janggut dan buanglah kumis. Saya minta maaf untuk ini kalau saya salah mengutip. tetapi Intinya memang orang islam, muslim disunnahkan bahkan ada yang berpendapat diwajibkan berjanggut dan tidak berkumis. Lagi saya minta maaf karena saya juga tidak tahu persis sunnahnya, jika inipun kurang benar.

Di Malaysia orang memelihara janggut lebat dan panjang panjang, seperti di arab.

Suatu ketika ada pertemuan orang Indonesia di malysia,  dari 20 pria yang hadir, lha kok saya perhatikan banyak yang berkumis, saya hitung dari dua puluh orang itu 12 berkumis, tidak ada yang berjanggut.

Beberapa bulan kemudian ada pertemuan lagi, kurang lebih pesertanya sama sekirat 20 orang, lha kok pertemukan kali ini yang berkumis cuma tiga orang termasuk saya………haha. Bisa bisanya cukurun kumis bersamaan. Kompak ni ye.

Pemembaca kompasiana, yang mana?
Saya?……tadi sudah, berkumis sejak tumbuh kumis dan tidak berjanggut.

Kalau anda, lelaki atau swami anda, yang mana ya, berjanggut tanpa kumis, berkumis tanpa janggut, berkumis saja, berjanggut saja, berkumis dan berjanggut atau malah tidak pake apa apa?….kenapa milih itu, cerita juga dong, hehe

Selamat malam, selamat menikmati kumis, eh brengos atau misai orang malysia bilang kumis………
Lanjutkan………..
Yuk.

Tags: rudi esape

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Superman Dianggap Dewa (Palsu) dan Bakal …

Suka Ngeblog | | 21 April 2015 | 14:38

Gerakan Non-Tunai dan Peluang Kota Cerdas …

Ratih Purnamasari | | 30 March 2015 | 06:43

Citra Cantik Indonesia Blog Competition: …

Kompasiana | | 21 April 2015 | 11:39

“Belajar Agama Kok Sama Budayawan, Cak …

Robbi Gandamana | | 21 April 2015 | 12:08

[JNE BALI] Kompasiana Blogshop & …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 15:11


TRENDING ARTICLES

Kebenaran Universal Tidak Akan Mampu …

Abu Hisyam | 8 jam lalu

PSSI Beku, FIFA Tunggu Pemerintah Tegakkan …

Zen Muttaqin | 9 jam lalu

Dinasehati Presiden, Ahok Terus Serang …

Rizal Amri | 9 jam lalu

Ismi Riza Juara X Factor 2015? …

Alan Budiman | 10 jam lalu

Kisruh PSSI Jilid III …

Andra Flea | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: