Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Pembangunan Tahap I Islamic Center NTB

REP | 11 April 2010 | 12:56 Dibaca: 1380   Komentar: 16   4

Impian masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk memiliki Islamic Center (CI) sepertinya akan segera terlaksana. Jum’at (19/03/2010) lalu Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, MA didampingi Wagub NTB Ir. H. Badrul Munir, MM, pimpinan DPRD NTB dan Muspida NTB telah melakukan peletakan batu pertama menandai dimulainya pembangunan tahap I Islamic Center (IC) NTB.

Peletakan batu pertama

Peletakan batu pertama Islamic Center NTB oleh Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, MA (foto by kangibeng)

Ribuan umat Islam termasuk para pejabat, para tuan guru, pimpinan pondok pesantren, jamaah pengajian dari berbagai majelis taklim, siswa-siswi madrasah dan masyarakat sekitar sejak pagi pada waktu itu berbondong-bondong ke lokasi pembangunan “Islamic Centre” yang bertempat di bekas lapangan KONI Mataram, NTB.

Selain peletakan batu pertama, Gubernur juga sekaligus membuka selubung papan nama “Islamic Center” dilanjutkan dengan acara dzikir akbar yang dipimpin langsung oleh dai kondang Ustadz Arifin Ilham dari Jakarta.

Pembangunan “ikon” baru provinsi NTB itu direncanakan selama 5 tahap sampai dengan tahun 2014 dan diharapkan menjadi Darul Munasabah sekaligus wahana pelestarian dan pengembangan peradaban islami modern yaitu sebagai tempat semua elemen masyarakat, organisasi islam, organisasi budaya berkumpul dan bermusyawarah untuk menciptakan NTB yang lebih baik bagi generasi yang akan datang.

Dengan demikian, Islamic Center tersebut kelak akan menjadi bangunan terintegrasi yang didalamnya terdapat beragam fasilitas, seperti sarana peribadatan, fasilitas pendidikan, gedung pertemuan, fasilitas perpustakaan, fasilitas wisata, fasilitas perkantoran, fasilitas seni budaya bahkan juga fasilitas bisnis berupa perhotelan.

Gubernur NTB TGH. M. Zainil Majdi, MA membuka selubung baliho Islamic Center

Gubernur NTB TGH. M. Zainil Majdi, MA membuka selubung papan nama Islamic Center NTB (foto: kangibeng)

Dikatakan Gubernur, “Islamic Center” tersebut dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan dakwah sekaligus syiar Islam dan diharapkan mendapat dukungan dari semua pihak. Menurutnya, pembangunan IC NTB memang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat meskipun IC sudah direncanakan sejak lama. Bahkan, pada saat kepemimpinan Gubernur Drs.H.Lalu Serinata pernah dibentuk kepanitiaannya.

“keinginan untuk membangun `Islamic Centre` sebenarnya sudah cukup lama, namun sekarang ini baru bisa terwujud. Untuk itu, diharapkan semua pihak dapat mendukung pembangunan tersebut,” kata Gubernur termuda di Indonesia itu.

Disadari Gubernur, bahwa pembangunan IC NTB pada areal seluas 6,7 hektare tersebut memerlukan biaya besar. Untuk itu, seluruh elemen masyarakat diminta berpartisipasi dalam pembangunannya. Pemprov NTB dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2010 telah menyediakan dana sebesar Rp15 miliar sebagai tahap awal kegiatan pembangunan “Islamic Centre”.

Ustadz Arifin Ilham memimpin Dzikir Akbar berdampingan dengan Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, MA

Ustadz Arifin Ilham memimpin Dzikir Akbar berdampingan dengan Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, MA (foto: kangibeng)

Gubernur menambahkan, pembangunan IC diharapkan juga memiliki multiplayer efek yang kuat terhadap pertumbuhan ekonomi. Kelak, IC ini akan menjadi salah satu obyek wisata religi yang mampu menyedot wisatawan manca negara maupun nusantara. Sebagai contoh, IC Jawa Tengah. Terbukti mampu menjadi obyek wisata andalan yang ramai dikunjungi dan mempunyai dampak ekonomi yang tinggi. Demikian pula pembangunan IC NTB nantinya diharapkan dapat membawa dampak terhadap petumbuhan ekonomi masyarakat yang akan berperan dalam proses pengentasan kemiskinan.

Dengan berbagai pertimbangan dari segi ekonomi maupun sosial kemasyarakatan, maka peranan IC dinilai sangat strategis ditengah-tengah masyarakat NTB yang religius. Sehingga pembangunan IC menjadi program unggulan Pemerintah Provinsi NTB dalam mewujudkan masyarakat NTB yang beriman dan berdaya saing (NTB Bersaing). K-Ibeng

kangibeng)

Mohon dukungan dan do'a (foto: kangibeng)

*****

Sekilas tentang Islamic Center (IC) NTB

Sumber: www.ntb.go.id

Gambar rencana Islamic Center NTB

Gambar rencana Islamic Center NTB

Lokasi pembangunan gedung Islamic Center (CI) NTB dipandang sangat strategis. Terletak di persimpangan antara jalan Langko dengan Jalan Udayana, Mataram. Kehadiran Islamic Center tersebut diharapkan akan dapat menjadi pusat pembangunan peradaban masyarakat yang Islami, yang maju, beriman dan berdayasaing sesuai dengan visi pemerintah NTB periode 2009-2013, yaitu terwujudnya masyarakat Nusa Tenggara Barat yang beriman dan berdayasaing (NTB BerSaing). Disamping itu keberadaan Gedung Islamic Center tersebut dapat menjadi Landmark Nusa Tenggra Barat bahkan menjadi simbol kebangkitan peradaban Islam di wilayah Indonesia timur.

Berbagai fasilitas yang ada didalamnya, mulai dari Masjid Raya sebagai pusat peribadatan, gedung pendidikan dan dakwah sebagai sarana yang sangat strategis untuk membangun generasi Islam yang berwawasan luas, namun memiliki pemahaman keagamaan yang tinggi serta pusat pengembangan ilmu engetahuan dan tekhnologi serta senibudaya islami, akan menjadi bangunan monumental yang akan tercatat dalam lembaran sejarah bangsa. Konsepsi pembangunannya merupakan sebuah bentuk perpaduan fungsi kemajuan (modernitas) dengan nilai-nilai local yang kaya makna. Proses pembangunannya juga merupakan perpaduan kerjasama antara pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat termasuk dunia swasta dan lembaga non pemerintah lainnya. Dengan kata lain, pembangunan Islamic Center ini merupakan kerjasama semua pihak, sehingga akan menjadi milik bersama dan kebanggan bersama.

Visi:

Menjadi pusat syiar dan pengembangan peradaban Islam yang bertaraf internasional.

Misi:

1. Sebagai wadah untuk mewujudkan sumberdaya manusia yang memiliki wawasan keagamaan tinggi dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

2. Sebagai pusat dakwah dan pengembangannilai-nilai social budaya serta ekonomi masyarakat yang Islami.

3. Sebagai bangunan monumental yang dapat menjadi Land mark Nusa Tenggara Barat dan menjadi tujuan wisata religi yang terkenal.

Tujuan Islamic Center NTB:

1. Sebagai tempat peribadatan umat Islam yang luas.

2. Sebagai pusat pendidikan dan dakwah

3. Menjadi pusat kegiatan pengkajian keislaman dan pengkajian ilmu pengetahuan dan teknologi.

4. Menjadi pusat layanan kepada ummat dalam bidang social budaya dan ekonomi.

5. Menjadi tujuan wisata religi, sebagai simbol NTB beriman dan berdayasaing serta daerah seribu masjid.

Time Line Islamic Center NTB:

1. Tahun 2004: Ide awal pembangunan Islamic Center NTB

2. Tahun 2009: Pembuatan Master Plain NTB-IC

3. Tahun 2010: Pembangunan tahap I

Ø Perataan tanah (ground Breaking)

Ø Pembangunan area pendidikan

Ø Relokasi saluran irigasi

Ø Relokasi SPP/SPMA

4. Tahun 2011: Pembangunan Tahap II:

Ø Lanjutan pembangunan area pendidikan

Ø Relokasi SMP 6 Mataram

Ø Pembangunan Masjid Raya

5. Tahun 2012: Pembangunan tahap III:

Ø Lanjutan pembangunan gedung Masjid Raya

6. Tahun 2013: Pembangunan tahap IV:

Ø Lanjutan pembangunan Masjid Raya

Ø Pembangunan jalan akses area Islamic Center NTB

Ø Renovasi masjid Raya Attaqwa menjadi pusat kajian IPTEK dengan nilai-nilai Islam

7. Tahun 2014: Pembangunan tahap V:

Ø Pembangunan fasilitas bisnis/area komersil

Ø Penataan lingkungan area Masjid

Master Plain Islamic Center NTB terdiri dari 4 kompleks yaitu:

1. Masjid yang memilki kapasitas jamaah masjid 15000 orang

2. Gedung pendidikan terpadu TK, SD, SMP, SMA dan Community College

3. Gedung pengkajian keislaman dan ilmu teknologi

4. Kompleks komersial yang terdiri dari 3 unit bisnis yaitu, hotel, conventions hall dan perkantoran.

*****

Tags: kang ibeng

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 9 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 11 jam lalu

Lagu Anak Kita yang Merupakan Plagiat …

Gustaaf Kusno | 13 jam lalu

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman dalam …

Tubagus Encep | 13 jam lalu

Ahok Narsis di Puncak Keseruan Acara …

Seneng Utami | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Sepotong Asia di Jakarta Street Food …

Syaifuddin Sayuti | 8 jam lalu

Swasembada Medis …

Harfina Finanda Anw... | 8 jam lalu

Sepakbola bukan Matematika …

Guntur Cahyono | 8 jam lalu

Jika Kau Imamku …

Dwi Zuniati | 9 jam lalu

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: