
Dulu wartawan peliput politik nasional dan internasional. Sekarang sehari-hari ikut 'ngurusin' harian Kompas, Kompas.com, dan Kompas TV.
Dibaca: 546
Komentar: 14
9 dari 9 Kompasianer menilai Bermanfaat
Sebuah email masuk ke akun email saya hari Selasa petang, tanggal 30 Maret 2010, jam 11.18 AM. Tertulis dari Luella Staley. Subject: Online order for airplane ticket N648365. Ada attachments-nya juga!
Good afternoon,
Thank you for using our new service “Buy airplane ticket Online” on our website.
Your account has been created:
Your login: (ADA ALAMAT E-MAIL SAYA)
Your password: (DISEBUTKAN HURUF DAN BEBERAPA ANGKA)
Your credit card has been charged for $998.63.
We would like to remind you that whenever you order tickets on our website you get a discount of 10%!
Attached to this message is the purchase Invoice and the airplane ticket.
To use your ticket, simply print it on a color printed, and you are set to take off for the journey!
Kind regards,
Delta Air Lines
Setelah membaca email ini saya jadi bingung. Kapan saya order tiket? Lalu saya tanya ke rumah. Tidak ada juga orang di rumah yang order tiket, apalagi dengan menggunakan kartu kredit saya. Maka dengan agak sedikit kesel, saya cari konfirmasi dan klarifikasi ke Citibank. Saya buka internet, dan saya memperoleh nomor telepon yang bisa dihubungi.
Di seberang telepon seorang petugas CS (customer service) lalu menanyakan nomor kartu, batas kredit, nomor telepon rumah, dan nomor HP, untuk konfirmasi keabsahan saya sebagai nasabah bank tersebut. Setelah dia cek, ternyata saya pernah booking tiket online Air Asia, pada 5 Maret. Namun, menurut dia, hal itu sudah dikonfirmasikan dan benar. Memang saya pesan tiket tanggal itu.
Tentang pemesanan tiket Delta Air Lines itu, ia katakan tidak ada di dalam catatan Citibank. “Jadi sebaiknya Bapak abaikan email itu. Jangan dijawab. Itu penipuan! Kalau dijawab, ia bisa teruskan tuh, Pak!”
Wah senang hati saya mendapatkan kabar bahwa kartu kredit saya tidak dicharged sebanyak hampir 1000 dollar AS itu.
Melalui tulisan ini, saya hanya ingin share pengalaman saja. Semoga tidak ada teman yang mengalami hal seperti ini. Kalaupun tiba-tiba ada email aneh, sebaiknya mencari konfirmasi ke pihak terkait, agar segera dapat diketahui duduk perkaranya, sehingga kita tidak stres, dan tidak mengalami kerugian dalam bentuk apapun lainnya.
Salam Kompasiana!