Artikel

Sosbud

Taufik H. Mihardja

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Dulu wartawan peliput politik nasional dan internasional. Sekarang sehari-hari ikut 'ngurusin' harian Kompas, Kompas.com, dan Kompas TV.

Sepenanggungan Beban Hidup di Kompasiana?


HL | 30 March 2010 | 12:07 Dibaca: 355   Komentar: 50   4 dari 7 Kompasianer menilai Inspiratif

Ilustrasi/Admin (shutterstock.com)

Ilustrasi/Admin (shutterstock.com)

Senin (29 Maret) petang. Seusai mengikuti dua acara yang menghabiskan waktu seharian, sore harinya saya membuka Kompasiana, klik profil, dan menemukan beberapa messages yang belum saya baca. Agak kaget ketika saya menemukan salah satu message seperti berikut ini:

Yth. Pak Taufik H. Mihardja,

sekarang saya malu dan minder menulis di Kompasiana, cerbungĀ  “……..” (judulnya saya sensor) pun tidak saya lanjutkan, karena saya merasa orang-orang di Kompasianer adalah orang-orang mapan, tidak seperti saya yang masih berjuang mati-matian untuk dapat bertahan hidup. Sewaktu anakku sakit dan minta tolong pun tidak ada kompasianer yang peduli membantu meringankan biaya rumah sakit yang mahal. Saya jadi benar-benar seperti hidup sendiri sebagai orang terasing. Maaf kalau saya curhat, tapi inilah kernyataannya. Maaf kalau saya tidak meneruskan tulisan cerbung karena saya merasa sudah tidak berarti di kompasiana. Maaf, saya stres dan frustasi…

Salam permohonan maaf

(nama saya sensor)

penulis yang terasing

Setelah membaca itu, serta merta saya menjawabnya dengan sebuah pertanyaan, apa yang bisa saya bantu. Pertanyaan itu saya segera lontarkan dengan pikiran yang agak “sempoyongan” karena mengingat pertemuan Modis kita hari Sabtu.

Membetot kembali pikiran ke hari Sabtu, saya tiba-tiba merasakan sebuah kontradiksi jika dibentrokkan dengan surat berisi curhat itu.

Saya sih tidak mau terlalu jauh berpikiran baik atau berpikiran tidak baik, tetapi saya terus terang perlu mendapat pencerahan dari para kompasianer apa yang harus kita lakukan, kalau ada kawan kompasianer yang memang benar-benar membutuhkan pertolongan seperti itu.

Sampai tulisan ini diturunkan, belum ada jawaban balik dari yang bersangkutan. Saya sedang meminta rekan-rekan admin untuk mencari tahu persoalan yang ada, supaya kita bisa melakukan sesuatu.

Jawaban temen-temen kompasianers yang budiman kami tunggu ya!

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: