Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Teddy2502

Laki-laki sederhana, yang hanya ingin menterjemahkan bahasa hati dalam sebuah goresan

Kawin Kontrak ala Gadis Balikpapan

REP | 28 March 2010 | 18:53 Dibaca: 4685   Komentar: 7   0

Kawin kontrak sudah bukan rahasia lagi. Bahkan kawin kontrak dianggap menjadi salah satu “solusi” mengatasi hidup. Norma diabaikan, berbalut agama, maka kawin itu menjadi legal, meski maksud dan tujuannya berbeda, dimana ujung-ujungnya “syahwat” uang.

Balikpapan merupakan salah satu kota terbaik di Kalimantan. Salah satu kota di Kalimantan Timur yang letaknya sangat strategis. Balikpapan yang dijuluki kota Selicin Minyak dan tahun 2008 lalu menyabet kota termahal di Indonesia menurut survey Mercer Indonesia, menyimpan kehidupan social yang ragam.

Balikpapan disebut kota segala bangsa, karena memang ada begitu banyak suku bangsa yang menggantungkan hidupnya, di kota yang tak pernah mengalami kerusuhan bahkan di saat reformasi 2007-2008 lalu.

Ratusan perusahaan asing beroperasi di kota yang berpenghuni ribuan tenaga kerja asing ini. Sebagai kota yang berlatar belakang ragam suku didunia, trend dan gaya hidup kota berpenduduk sekitar 600 ribu jiwa ini pun memang tak kalah “hebat” dengan kota-kota besar Jakarta, Bandung ataupun Surabaya.

Salah satu gaya hidup itu yakni kawin kontrak. Namun ada yang berbeda dari gaya hidup kawin kontrak gadis-gadis Balikpapan. Kalau di kota-kota besar kawin kontrak dilakukan agar bisa mendapatkan uang dengan cara yang mudah, kalau di Balikpapan justru sangat berbeda.

Kalau di kota-kota besar dilakukan gadis dari golongan rendah alias miskin dan pengangguran, justru di Balikpapan kawin kontrak dilakukan gadis yang memiliki pendidikan cukup dan memiliki pekerjaan yang tetap. Trend kawin kontrak di Balikpapan mulai marak sejak awal tahun 200-an.

Lalu mengapa gadis Balikpapan mau melakukan kawin kontrak. Ternyata simple saja alasan para gadis Balikpapan maun melakukan kawin kontrak. Dari beberapa teman saya mengatakan mereka mau melakukan kawin kontrak dengan pria asing alasannya agar bisa bekerja di perusahaan asing.

Sungguh jawaban yang aneh, tapi memang itulah yang terjadi. “Saya capeh kerja di perusahaan ini (perusahaan lokal) gajinya tidak cukup, untuk liburan paling bisa hanya setahun sekali,” kata teman saya, sebut saja namanya Clara.

“Saya ingin bekerja di perusahaan asing, tapi khan untuk bisa diterima diperusahaan asing tidak mudah seleksinya sangat ketat, apalagi kadang kalau buka lowongan yang diterima hanya 1 atau paling banyak 2 saja, jadi persaingannya sangat sulit,” kata Clara lagi.

Agar bisa bekerja diperusahaan asing, Clara pun nekad mau melakukan kawin kontrak dengan pria asing yang dikenalnya disalah satu tempat hiburan malam. “Beberapa teman saya banyak yang bekerja di perusahaan asing, caranya mereka menikah dengan pria asing, yang bekerja diperusahaan asing,” terangnya.

Clara mengaku mau melakukan kawin kontrak atas saran temannya, yang juga telah melakukan kawin kontrak. “Teman saya kini banyak yang bekerja diperusahaan asing, mereka bisa bekerja diperusahaan asing begitu mudah karena mendapat jaminan dari sang suami,” tutur wanita berparas manis itu.

Meski diakui Clara, rata-rata perkawinan yang dijalani teman-temannya tidak lebih dari setahun. “Ada yang perkawinannya cuma bertahan 4 bulan tapi ada juga yang hampir setahun menjalaninya, tapi yang penting mereka telah bekerja diperusahaan asing,” ucap wanita lulusan sastra inggris di salah satu universitas di Jogyakarta.

Soal cinta Clara hanya tersenyum dan menuturkan, bahwa dirinya belum berpikir soal cinta sejati. “Saya tidak tahu apakah nanti bisa mencintai suami saya dengan tulus, atau nantinya juga akan berpisah dengan dia (suami) yang terpenting saya bisa bekerja diperusahaan asing dulu,” beber Clara, yang mengaku sebentar lagi akan bekerja diperusahaan asing.

Di Balikpapan bekerja di perusahaan asing memang menjadi favorite dan pilihan setiap gadis maupun pria Balikpapan. Rata-rata beranggapan bekerja di perusahaan asing kehidupan akan terjamin, karena mendapat gaji yang lumayan besar dan tentunya penuh gengsi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 11 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 12 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 13 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Polwan Polres Ponorogo Gemulai Menari …

Nanang Diyanto | 7 jam lalu

Tilang Saja, pak… dan saya pun ikutan …

Femmy Jaco | 8 jam lalu

Efektifkah Pertanyaan Kita?? …

Sri Endang Supriyat... | 8 jam lalu

Perubahan, Dimulai dengan Kesadaran bahwa …

Fidelia Divanika Ku... | 8 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: