
Dibaca: 148
Komentar: 0
Nihil
Pada Hari Minggu yang lalu, saya berkesempatan untuk bernostalgia di kampus Universitas Indonesia. Satu tempat favorit saya adalah danau ditengah kampus yang dikelilingi pohon-pohon dan gedung yang arsitekturnya unik. Duduk di tepiannya sembari menikmati suasana teduh serasa berada di pedesaan dengan udaranya yang segar. Namun sayang setelah beberapa lama, kenyamanan saya terganggu oleh genangan sampah yang memenuhi pinggiran danau.
Di bagian danau, tepatnya sebelah masjid, berbagai macam sampah tampak mengambang dengan bau yang tidak sedap. Sangat menganggu dalam menikmati keindahan gedung rektorat dan bangunan perpustakaan setengah jadi di seberang danau.
Untungnya tak berselang lama, ada sesorang berkaos kuning, dengan dayung dan perahu karetnya membersihkan sampah-sampah yang ada. Keliatannya tidak gampang membersihkan danau itu. Hanya beberapa menit, orang itu tampak kepayahan.
Entah dari mana sampah-sampah itu berasal. Kemungkinan dari selokan selokan kampus yang bermuara ke danau itu.
Sampah nampaknya masih disepelekan, bahkan di kawasan yang menjunjung intelektualitas.
(Foto-foto: Teguh Saja)