Kompasiana
Jumat, 10 Pebruari 2012

Sosbud

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Mariska Lubis

Baru saja menyelesaikan buku "Wahai Pemimpin Bangsa!! Belajar Dari Seks, Dong!!!" yang diterbitkan oleh Grasindo (Gramedia Group). Twitter: http://twitter.com/MariskaLbs dan http://twitter.com/art140k juga @the360love bersama Durex blog lainnya: http://bilikml.wordpress.com dan mariskalubis.wordpress.com

Kamu Harus Mencintai Saya!!! Harus!!!

OPINI | 22 March 2010 | 09:17 390 225 13 dari 22 Kompasianer menilai Menarik

My heart under the sea by ML

My heart under the sea by ML

Semua yang terbaik telah diberikan untukmu. Suka atau tidak suka, itulah yang semua yang terbaik. Kenapa tetap tidak ada cinta?! Tidakkah ada sedikit pun rasa itu dalam hatimu?! Apa yang harus dilakukan agar cinta itu ada?!

Seorang pria mendesah dan menarik nafas panjang. Dalam dan sangat dalam. Hati dan pikirannya penuh dengan luka. Marah karena tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Dia hanya menginginkan cinta. Sebegitu sulitnyakah mendapatkan cinta?

“Kenapa dia melakukannya?”

“Apa yang dilakukannya?”

“Kenapa dia membuat saya seperti ini?”

“Seperti apa?”

“Membuat saya sedih, kesal, dan marah.”

“Kenapa kamu seperti itu?”

“Kenapa dia tidak mau mencintai saya?”

“Kenapa dia harus mencintaimu?”

“Saya adalah yang terbaik untuknya?”

“Menurut siapa? Dia atau kamu?”

Hmmm….

Seorang perempuan juga mendesah dan menarik nafas panjang. Berat dan sangat berat. Hati dan pikirannya tak karuan. Merasa bersalah karena tidak bisa memberikan apa yang memang tidak diinginkannya. Dia tidak menginginkan cinta darinya. Sebegitu sulitnyakah menolak cinta?

“Kenapa dia begitu?”

“Dia sangat mencitaimu.”

“Tapi saya tidak mencintainya.”

“Dia berusaha untuk mendapatkan cintamu.”

“Justru dia membuat saya mual.”

“Kenapa harus mual?”

“Kenapa dia tidak mau mengerti juga?”

“Apa yang telah kamu lakukan?”

“Tidak ada.”

“Bagaimana dengan harapan pada awalnya?”

Hmmm….

Cinta selalu dipertanyakan kala cinta itu hanyalah sebuah alasan. Memberikan sakit, perih, luka, duka, dan juga marah. Biarpun semua menyadari bahwa cinta itu indah namun sulit untuk bisa menerimanya.

Cinta adalah anugerah. Cinta tidak bisa dipaksakan. Di dalam cinta harus ada kejujuran. Bermain dengan cinta akan sangat menjerumuskan. Rasa tidak bisa dipungkiri ataupun dibohongi. Siapa yang menebarkan benih mereka pula yang akan menuainya.

Tidak perlu cinta itu dipertanyakan bila memang cinta adalah yang sesungguhnya. Di dalam cinta hanya ada cinta. Cinta yang sebenar-benarnya diberikan tidak akan pernah menyakiti. Keinginan dan hasrat yang harus dipertanyakan. Apa benar ini adalah cinta? Cinta untuknya ataukah hasrat dan keinginan untuk dan terhadap diri sendiri?!

Cinta yang sesungguhnya adalah ada. Tidak perlu takut dan tidak sabar menantikan kehadiran cinta. Cinta itu selalu ada dan ada selalu. Memikirkannya tidak akan menyelesaikan masalah. Merasakan kehadirannya adalah yang terbaik. Semua ada waktunya. Semua hanya tinggal bagaimana.

Salah adalah bagian dari proses kehidupan. Tidak usah marah ataupun bersedih dan juga luka hanya karena salah. Salah adalah langkah untuk bisa melompat lebih jauh, Tidak pernah ada yang tidak mungkin bila memang cinta itu adalah benar adanya.

Semoga saja semua bisa memiliki cinta yang sesungguhnya dan sebenar-benarnya. Teruslah belajar untuk mengenali diri sendiri dan merasakan apa itu cinta. Cinta bukanlah sebuah keharusan. Cinta tidak bisa dipaksakan ataupun memaksakan. Cinta adalah ketulusan.

Selamat menikmati cinta.

Salam Kompasiana,

Mariska Lubis

NB:

Tulisan ini saya persembahkan untuk seorang sahabat tercinta yang sekarang sedang bingung dengan cinta. Semoga saja kamu bisa mendapatkan cinta yang sesungguhnya, ya!!!


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User



SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012