Kompasiana
Rabu, 08 Pebruari 2012

Sosbud

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Bang Nasr

Bangnasr. Masih belajar. Masih jadi TKI. Ikut kompasiana ingin 'silaturahim' dengan sesama.

Sisi Lain Persoalan TKW…!!! (2)

OPINI | 17 March 2010 | 01:21 92 4 2 dari 2 Kompasianer menilai Bermanfaat

BMI/TKW Hong Kong dengan Tuntutan Mereka (Goggle)

BMI/TKW Hong Kong dengan Tuntutan Mereka (Goggle)

Kalau sebelumnya saya tuliskan mengenai persoalan antara BMI/TKW dengan suaminya, kali ini saya ingin share persoalan dengan majikan, agent dan PJTKI. Seperti banyak dikatahui bahwa TKW/BMI sering dijadikan sapi perah oleh berbagai pihak, banyak benarnya. Sejak dari kampung, sudah diiming-imingi dengan janji ’surga’ dan muluk agar mau bekerja melalui PTTKI tertentu. Sang makelar bila berhasil merayu ‘mangsanya’, dia senang karena dapat komisi dan duit dari PJTKI tadi.

Proses penderitaan selanjutnya adalah di penampungan PJTKI sebelum diberangkatkan. Macam-macam pungutan sudah mulai diberlakukan. Mulai dari yang kecil, makan, minum di penampungan, beaya tetek bengek, pembuatan paspor, beaya pelatihan bahasa, dan berbagai beaya teteng bengek lainnya. Mayoritas calon BMI/TKI adalah modal dengkul. Mulai disitu ada deal pinjem dulu dari PJTKI nanti dibayar dengan potong gaji.

Proses nestapa berikutnya, masih terus berlangsung, belum selesai. Setelah deal dan hitung-hitungan hutang, PJTKI juga bermain dengan ‘agent’ di negara asal (Hong kong, misalnya) untuk bargaining dan loby bahwa BMI tadi dibayar ‘underpayed’ (gak penuh) sebagaimana nilai gaji BMI resmi yaitu sebesar kl. HK $ 3580. Underpayed biasanya dibayar antara HK $ 2500- HK $ 2750. Lho selisihnya kemana?? Kongkalingkong antara agent dengan PJTKI dan majikan, untuk mereka. BMI tetap saja jadi sapi perah.

Proses nestapa selanjutnya, hutang dengan PJTKI tadi dibayar dari gaji bulanannya (sudah underpayed, dipotong bayar hutang lagi) yang rata-rata antara 5 s/d 7 bulan, bahkan ada yang sampai 10 bulan. Selama masa itu, BMI hanya jadi ‘rodi’ dan kerja paksa seperti budak atau penghisapan manusia atas manusia, hanya untuk membayar hutang yang sudah deal sejak di penampungan PJTKI.

Proses nestapa selanjutnya (kok banyak banget sih…) ketika bayar hutang sudah mau impas (beberapa bulan tadi), kongkalingkong antara majikan dan agent agar BMI tadi di’terminite’ (pecat), sehingga BMI gigit jari, kerja sekian bulan hanya buat bayar hutang dan rodi.

Proses nesta berikutnya, kongkalingkong lagi antara agent dengan BMI, kalau mau kerja lagi yaaaa…bayar lagi untuk beberapa bulan lagi dan underpayed lagi. (Walah….). bisa-bisa sekian tahun hanya untuk kerja rodi dan budak dari sistem kapitalisme penghisep darah ‘agent’ dengan kongkalingkongnya serta sindikatnya.

Demikian kurang lebih penderitaan yang mereka alami, walau banyak juga yang bernasib baik, namun tidak sedikit juga yang bernasib seperti yang saya ceritakan diatas….

Kasihan…..kapan ada yang memperjuangkan nasib BMI/TKW…..


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


    CINTA PERTAMA

    Bulan Februari adalah bulan cinta. Begitu kurang lebih yang dirayakan para kawula muda setiap bulan


SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012