Mencari untung dengan memanfaatkan fasilitas umum rupanya sudah bukan hal baru. Contoh kecilnya; WC Umum.
Dalam perjalanan pulang menengok ”mantan pacar” yang kini jadi ibu dari putri kecilku, dengan menumpang kendaraan umum menempuh 360 lebih km, dan ketika harus berganti kendaraan di terminal antar kota di Palopo, saya sempatkan diri untuk buang air kecil dan masuk ke WC umum. Dan ketika masuk yang pertama saya lihat ada seorang anak muda dengan santai duduk dekat pintu sambil mengusap beberapa lembaran seribuan ditangannya. Dengan tenang ia menyapa; ”Mau kencing atau berak pak ?” Singkat saya jawab; ”kencing”, dan dia bilang ‘’seribu pak !”. Saya rogoh saku depan celana saya an saya sodorkan lembaran lima ribu dan dia memberi kembali sambil menunjuk ke pintu di ujung kamar WC umum. Sebelum masuk kamar kecil, saya sempt melihat tulisan warna bitu di dinding : Kecing Rp 1.000,- Berak Rp 2.000,- Mandi Rp 3.000,-
Dalam perjalanan, beberapa saat saya teringat lagi WC umum dalam tengah pasar di kota tempat domisili saya. Fasilitas umum itu juga dimanfaatkan oleh orang tertentu untuk menarik recehan dari setiap penggunanya. Saya jadi heran sendiri, koq fasilitas umum tapi masih harus ada tarif-tarif kecil ? Apakah tarif itu masuk ke kas daerah atau masuk kantong orang-orang tertentu ? Apa si pemuda penunggu WC umum tadi ditugaskan khusus untuk memungut tarif, atau …….entahlah.
Bukan nilai seribuannya, tapi fasilitas tulisan UMUM di setiap WC umum tadi yang seolah menggelitik saya. Terasa lucu bagi saya ketika terbayang, kalau suatu saat saya mandi, buang air besar dan sekalian pipis, berarti Rp 6.000,- dikali sekian puluh orang dalam sehari dikali sebulan, wooww….lumayan juga penghasilan si penjaga WC-WC umum itu yah ??
Entahkah ini kebodohan saya atau yang teman-teman saya sering bilang ”kuper”, tapi bagi saya WC umum ya untuk umum toh, dibangun di tempat-tempat umum untuk membantu orang yang butuh tempat buang ‘’sampah pribadinya” tak perlu ada tarif. Tapi, entahlah……., yang penting saya tidak tersiksa menahan hajat…..
Bulan Februari adalah bulan cinta dan kasih sayang. Begitu kurang lebih yang dirayakan banyak orang,
